Connect with us
ZenBook-13-14
Fitur

Rahasia di Balik Kedahsyatan Kamera Google Pixel 2

Updated

Kita semua tahu bahwa hingga saat ini Pixel 2 masih menyandang predikat smartphone dengan kamera terbaik. Bahkan, produk unggulan Apple yang kini tengah dielu-elukan, yakni iPhone X tak sanggup menyalip performa kamera yanga ada pada smartphone besutan Google tersebut.

Padahal, iPhone X sudah dipersenjatai dengan dual-camera belakang, sedangkan Pixel 2 hanya satu lensa saja. Tapi mengapa performa Pixel 2 masih lebih unggul? Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan dan rasa penasaran yang besar.

Setelah kami telusuri, ternyata Google melakukan optimasi besar-besaran pada sisi software. Seperti yang dikutip salah satu pentolan Apple, Jonathan Ive, “Baik atau buruknya sebuah smartphone ditentukan oleh software yang mampu mengoptimalkan hardware”.

Untuk menjawab rasa penasaran itu semua, berikut ini kami beberkan beberapa software powerful yang diciptakan Google khusus untuk menunjang kamera yang disematkan ke dalam Pixel 2 buatannya tersebut.

HDR+

Memotret di kondisi yang gelap seringkali menimbulkan noise. Di sisi lain, memotret foto di area yang sangat cerah tak jarang menimbulkan backlight akibat cahaya yang berlebihan. Untuk itulah, Google menciptakan fitur HDR+.

Sejatinya, fitur ini membatu lensa kamera untuk mengenali kondisi dan situasi saat membidik sebuah objek. HDR+ akan menambah pencahayaan kala mengambil foto di tempat yang minim cahaya.

Begitu juga sebaliknya, HDR+ akan meratakan dan mengurangi tingkat kecerahan ketika membidik objek di area yang sangat terang. Untuk saat ini, fitur HDR+ hanya dapat dinikmati pada smartphone besutan Google.

Walau pun kita dapat men-download Google Camera dan meng-install pada smartphone merek lain, namun tak semua smartphone bisa kompatibel dengan aplikasi tersebut. Sebelumnya, kami DroidLime juga sempat mengulas fitur HDR+ yang berjalan optimal pada Xiaomi Mi 6 dan ternyata berhasil.

Portrait Mode

Salah satu alasan mengapa DxOMark memberikan predikat kamera terbaik kepada Pixel 2 adalah kemampuannya dalam memproduksi foto depth-of-field (DOF). Normalnya, kemampuan ini hanya dapat dilakukan pada smartphone yang mengadopsi dukungan dual-camera.

Tapi tidak bagi Google! Berbekalkan satu lensa kamera saja dan fitur Portrait Mode, Pixel 2 sanggup menghasilkan gambar bokeh yang sangat dramatis dan rapi. Lantas bagaimana cara kerja fitur Portrait Mode ini?

Ketika mengaktifkan fitur Portrait Mode, secara otomatis fitur HDR+ akan diaktifkan. Hal ini dilakukan agar gambar yang dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi. Selanjutnya, gambar akan mengalami proses pemfilteran untuk mengetahui mana objek dan mana background.

Proses ini tidaklah sesederhana itu. Sebab tidak ada green-screen sebagai pemisah background dengan objek utama. Dalam hal ini, Google meracik sebuah aplikasi bernama Tensor Flow. Dukungan PDAF pada kamera Pixel 2 juga sanggup mengetahui setiap titik objek yang dipotret.

Berkat kombinasi dari segala fitur dan teknologi itulah, Portrait Mode dapat tercipta. Kerennya lagi, fitur Portrait Mode ini juga disematkan pada kamera depannyanya. Itu yang menjadi nilai lebih tersendiri bagi Pixel 2.

Fused Video Stabilization

Tak hanya fokus pada sisi foto, Google juga melakukan optimasi software guna meningkatkan kemampuan kameranya dalam hal urusan video recording. Tak sekadar hanya menyematkan, Google pun banyak melakukan riset sehingga mampu menyajikan hasil video recording yang baik.

Seperti kita ketahui bersama, beberapa masalah kerap timbul pada sebuah kamera smartphone ketika digunakan untuk video recording. Mulai dari hasil yang terlihat kurang stabil hingga fokus yang berkerja kurang optimal.

Lantas, solusi apa yang bisa dilakukan oleh Google terkait dengan masalah-masalah tersebut? Menurut raksasa teknologi asal Mountain View, California, masalah tersebut dapat diatasi oleh teknologi EIS. Namun, ada juga masalah yang hanya dapat diatasi dengan teknologi OIS.

Karena kedua teknologi itu memiliki kelebihan dan fungsi yang berbeda, Google menciptakan fitur baru bernama Fused Video Stabilization, yakni kombinasi EIS dan OIS. Hasilnya, Pixel 2 mampu menciptakan video yang stabil dan minim noise.

Comments

Harga HP Terbaru

Harga HP4 days ago
Harga dan Spesifikasi POCO X3 NFC

Xiaomi di pasar Indonesia sudah secara resmi memperkenalkan POCO X3 NFC. Smartphone mid-range dengan dukungan NFC ini datang ditenagai chipset...

Harga HP1 week ago
Harga dan Spesifikasi realme 7 Pro

Di pasar Indonesia realme kembali memperkenalkan smartphone mid-range terbarunya, realme 7 Pro. Smartphone ini telah dibekali chipset Snapdragon 720G, RAM...

Harga HP2 weeks ago
Harga dan Spesifikasi OPPO Reno4 F

OPPO secara resmi sudah meluncurkan OPPO Reno4 F. Smartphone ini ditenagai oleh chipset Helio P95 dari MediaTek, RAM 8 GB...

Harga HP2 weeks ago
Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy M51

Samsung secara resmi telah meluncurkan Galaxy M51 di pasar Indonesia. Smartphone yang dibanderol seharga Rp5 jutaan ini datang dengan beberapa...

Harga HP3 weeks ago
Harga dan Spesifikasi vivo V20

vivo secara resmi telah memperkenalkan smartphone kelas menengah terbarunya, vivo V20 di pasar Indonesia. Smartphone yang punya keunggulan di sektor...

Harga HP1 month ago
Harga dan Spesifikasi realme 7

realme 7 secara resmi sudah hadir di pasar Indonesia. Smartphone yang dibanderol seharga Rp3 jutaan ini telah ditenagai chipset Helio...

Harga HP1 month ago
Harga dan Spesifikasi Redmi 9C

Kembali menggebrak pasar smartphone entry-level di Indonesia, Xiaomi telah meluncurkan Redmi 9C pada tanggal 9 September 2020 lalu. Smartphone yang...

Harga HP2 months ago
Harga dan Spesifikasi realme C12

Meramaikan pasar smartphone entry-level, realme pada pertengahan Agustus lalu telah meluncurkan realme C12. Smartphone yang ditenagai Helio G35 ini dibanderol...

Aplikasi DroidLime

Get it on Google Play

Populer