Connect with us
ROG 5
Fitur

Rahasia di Balik Kedahsyatan Kamera Google Pixel 2

Updated

Kita semua tahu bahwa hingga saat ini Pixel 2 masih menyandang predikat smartphone dengan kamera terbaik. Bahkan, produk unggulan Apple yang kini tengah dielu-elukan, yakni iPhone X tak sanggup menyalip performa kamera yanga ada pada smartphone besutan Google tersebut.

Padahal, iPhone X sudah dipersenjatai dengan dual-camera belakang, sedangkan Pixel 2 hanya satu lensa saja. Tapi mengapa performa Pixel 2 masih lebih unggul? Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan dan rasa penasaran yang besar.

Setelah kami telusuri, ternyata Google melakukan optimasi besar-besaran pada sisi software. Seperti yang dikutip salah satu pentolan Apple, Jonathan Ive, “Baik atau buruknya sebuah smartphone ditentukan oleh software yang mampu mengoptimalkan hardware”.

Untuk menjawab rasa penasaran itu semua, berikut ini kami beberkan beberapa software powerful yang diciptakan Google khusus untuk menunjang kamera yang disematkan ke dalam Pixel 2 buatannya tersebut.

HDR+

Memotret di kondisi yang gelap seringkali menimbulkan noise. Di sisi lain, memotret foto di area yang sangat cerah tak jarang menimbulkan backlight akibat cahaya yang berlebihan. Untuk itulah, Google menciptakan fitur HDR+.

Sejatinya, fitur ini membatu lensa kamera untuk mengenali kondisi dan situasi saat membidik sebuah objek. HDR+ akan menambah pencahayaan kala mengambil foto di tempat yang minim cahaya.

Begitu juga sebaliknya, HDR+ akan meratakan dan mengurangi tingkat kecerahan ketika membidik objek di area yang sangat terang. Untuk saat ini, fitur HDR+ hanya dapat dinikmati pada smartphone besutan Google.

Walau pun kita dapat men-download Google Camera dan meng-install pada smartphone merek lain, namun tak semua smartphone bisa kompatibel dengan aplikasi tersebut. Sebelumnya, kami DroidLime juga sempat mengulas fitur HDR+ yang berjalan optimal pada Xiaomi Mi 6 dan ternyata berhasil.

Portrait Mode

Salah satu alasan mengapa DxOMark memberikan predikat kamera terbaik kepada Pixel 2 adalah kemampuannya dalam memproduksi foto depth-of-field (DOF). Normalnya, kemampuan ini hanya dapat dilakukan pada smartphone yang mengadopsi dukungan dual-camera.

Tapi tidak bagi Google! Berbekalkan satu lensa kamera saja dan fitur Portrait Mode, Pixel 2 sanggup menghasilkan gambar bokeh yang sangat dramatis dan rapi. Lantas bagaimana cara kerja fitur Portrait Mode ini?

Ketika mengaktifkan fitur Portrait Mode, secara otomatis fitur HDR+ akan diaktifkan. Hal ini dilakukan agar gambar yang dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi. Selanjutnya, gambar akan mengalami proses pemfilteran untuk mengetahui mana objek dan mana background.

Proses ini tidaklah sesederhana itu. Sebab tidak ada green-screen sebagai pemisah background dengan objek utama. Dalam hal ini, Google meracik sebuah aplikasi bernama Tensor Flow. Dukungan PDAF pada kamera Pixel 2 juga sanggup mengetahui setiap titik objek yang dipotret.

Berkat kombinasi dari segala fitur dan teknologi itulah, Portrait Mode dapat tercipta. Kerennya lagi, fitur Portrait Mode ini juga disematkan pada kamera depannyanya. Itu yang menjadi nilai lebih tersendiri bagi Pixel 2.

Fused Video Stabilization

Tak hanya fokus pada sisi foto, Google juga melakukan optimasi software guna meningkatkan kemampuan kameranya dalam hal urusan video recording. Tak sekadar hanya menyematkan, Google pun banyak melakukan riset sehingga mampu menyajikan hasil video recording yang baik.

Seperti kita ketahui bersama, beberapa masalah kerap timbul pada sebuah kamera smartphone ketika digunakan untuk video recording. Mulai dari hasil yang terlihat kurang stabil hingga fokus yang berkerja kurang optimal.

Lantas, solusi apa yang bisa dilakukan oleh Google terkait dengan masalah-masalah tersebut? Menurut raksasa teknologi asal Mountain View, California, masalah tersebut dapat diatasi oleh teknologi EIS. Namun, ada juga masalah yang hanya dapat diatasi dengan teknologi OIS.

Karena kedua teknologi itu memiliki kelebihan dan fungsi yang berbeda, Google menciptakan fitur baru bernama Fused Video Stabilization, yakni kombinasi EIS dan OIS. Hasilnya, Pixel 2 mampu menciptakan video yang stabil dan minim noise.

Comments

Harga HP Terbaru

Harga HP3 days ago
Harga dan Spesifikasi ASUS ROG Phone 5 Series

ASUS secara resmi telah memasarkan ASUS ROG Phone 5 di pasar Indonesia. Smartphone yang ditenagai Snapdragon 888 ini dijual mulai...

Harga HP1 week ago
Harga dan Spesifikasi Samsung Galaxy M62

Samsung baru saja meluncurkan Galaxy M Series di pasar Indonesia. Smartphone tersebut datang dengan nama Samsung Galaxy M62 yang punya...

Harga HP4 weeks ago
Harga dan Spesifikasi Xiaomi Redmi Note 10S

Secara resmi Xiaomi telah memboyong Redmi Note 10S ke pasar Indonesia pada tanggal 18 Mei lalu. Penjualan smartphone tersebut baru...

Harga HP2 months ago
Harga dan Spesifikasi POCO X3 Pro

POCO X3 Pro secara resmi telah tiba di pasar Indonesia. Smartphone kelas menengah ini datang dengan chipset Snapdragon 860 dan...

Harga HP2 months ago
Harga dan Spesifikasi realme 8/realme 8 Pro

realme kembali membuat gebrakan di pasar Indonesia dengan memperkenalkan realme 8 dan realme 8 Pro. Datang sebagai smartphone realme "series...

Harga HP2 months ago
Harga dan Spesifikasi Xiaomi Redmi Note 10/Note 10 Pro

Xiaomi di akhir bulan Maret lalu kembali membuat kejutan di pasar smartphone Indonesia dengan meluncurkan Redmi Note 10 Series. Ada...

Harga HP3 months ago
Harga dan Spesifikasi OPPO Reno5 F

OPPO melengkapi lini OPPO Reno5 series dengan menghadirkan OPPO Reno5 F di pasar Indonesia. Smartphone yang ditujukan untuk kelas menengah...

Harga HP3 months ago
Harga dan Spesifikasi Xiaomi Mi 11

Pada pertengahan bulan Maret ini Xiaomi telah meluncurkan Mi 11 di pasar Indonesia. Ya! Smartphone pertama di Indonesia yang dibekali...

Aplikasi DroidLime

Get it on Google Play

Populer