Connect with us
Asus Zenfone 4 Selfie

News

Harga dan Spesifikasi Vivo V7+

Published

on

Vivo V7 Plus Display Game

Bombastis! Vivo secara resmi merilis smartphone terbarunya, Vivo V7+ di Indonesia pada tanggal 28 September 2017 lalu dengan menggelar acara yang terbilang megah. Bagaimana tidak, acara tersebut disiarkan serentak secara langsung di sembilan TV nasional.

Vivo V7+ dikemas dengan layar FullView yang memenuhi bagian depannya. Tak hanya itu, smartphone ini juga hadir untuk kembali memanjakan para penggila selfie, pasalnya Vivo V7 Plus dibekali dengan kamera depan yang memiliki resolui 24 MP.

Layar Fullview HD+

Vivo V7 Plus Layar

Salah satu yang menjadi nilai jual dari Vivo V7+ terdapat pada layarnya, yakni mengusung Fullview yang memenuhi bagian depannya dengan bezel sangat tipis pada bagian kiri dan kananya. Sementra itu, bezel layar pada bagian atas dan bawahnya pun dibuat lebih mengecil.

Vivo merangkai smartphone barunya ini dengan ukuran layar 5,99 inci yang memiliki aspek rasio 18:9. Tak ketinggalan, Vivo juga membenamkan layar dengan resolusi HD+ (1.440 x 720 piksel). Untuk teknologinya sendiri masih IPS LCD.

Masih diseputar layar yang disematkan, Vivo juga melindunginya dengan Corning Gorilla Glass 4 untuk meminimalisir goresan. Sementara itu, bodinya sendiri terbuat dari material logam dan memiliki desain antena U-Shape yang melengkung di bagian atas dan bawah belakang perangkat.

Kamera Depan 24 MP

Vivo V7 Plus Kamera Depan

Meneruskan tradisi dari seri Vivo V5 dan Vivo V5 Plus, smartphone yang satu ini telah dibekali dengan kamera depan yang memiliki resolusi besar, yakni mencapai 24 MP. Vivo juga melengkapinya dengan aperture f/2.0 dan Softlight LED flash.

Dukungan lainnya yang menjadi teman setia dari kamera depan 24 MP adalah fitur Face Beauty 7.0. Dengan memanfaatkan fitur ini, pengguna saat ber-selfie ria bisa mendapatkan foto wajah yang lebih mulus. Pengguna juga dapat memanfaatkan fitur tersebut saat video call.

Walaupun hanya menggunakan satu kamera depan, namun Vivo juga telah menyematkan fitur Portrait Mode. Dengan hadirnya fitur ini,Pengguna sudah barang tentu diberi kemudahan untuk menciptakan foto selfie maupun wefie dengan efek bokeh secara instan.

Lalu, bagaimana dengandukungan kamera utamanya? Vivo V7+ telah dibekali dengan kamera utama 16 MP. Tak ketinggalan Vivo juga melengkapinya dengan aperture f/2.0 dan sudah barang tentu LED flash.

Menariknya, Vivo V7+ digadang-gadang mampu menciptakan foto Ultra HD lewat dukungan kamera utama yang disematkan. Caranya, gabungkan empat foto menjadi satu sehingga hasilnya setara dengan foto yang memiliki resolusi 64 MP.

Snapdragon 450 dan RAM 4 GB

Vivo V7 Plus Snapdragon 450

Masuk sebagai smartphone yang ditujukan untuk konsumen kelas menengah, Vivo V7+ hanya dipersenjatai dengan chipset Snapdragon 450 Octa-core racikan Qualcomm yang memiliki clock speed 1,8 GHz.

Menariknya, meski hanya dibekali chipset Snapdragon 450, performa dan karakteristik smartphone ini menyerupai perangkat yang ditopang dengan chipset generasi sebelumnya, Snapdragon 625.

Sedangkan untuk mengimbangi kemampuan chipset yang disematkan, Vivo juga telah menyematkan RAM sebesar 4 GB dan storage internal 64 GB yang masih dapat ditambahkan microSD hingga 256 GB.

Sensor fingerprint

Vivo V7 Plus Fingerprint

Jika berbicara soal sensor fingerprint, fitur tersebut wajib ada pada smartphone modern. Vivo memuat fitur keamanan biometrik tersebut pada bagian belakang perangkat. Menariknya sensor fingerprint yang ada pada V7+ mampu membaca sidik jari pengguna dalam waktu 0,2 detik.

Face Access

Vivo V7 Plus Face Access

Fitur keamanan biometrik yang ada pada Vivo V7+ rupanya tak hanya berupa sensor untuk membaca sidik jari. Vivo juga menyematkan fitur keamanan biometrik lainnya, yakni Face Access.

Dengan hadirnya fitur ini memungkinkan penggunanya dapat membuka kunci smartphone Vivo V7+ yang ada hanya dengan menghadapkan wajah ke bagian depan smartphone. Fitur ini juga menjadi nilai jual dari Vivo V7+.

Bagaimana menggunakan Face Access? Caranya cukup mudah! Pengguna cukup memperlihatkan wajahnya ke smartphone Vivo V7+. Secara otomatis, beberapa area wajah akan dipindai hingga kunci bisa terbuka dan smartphone siap digunakan.

App Clone dan Smart Split 3.0

Vivo V7 Plus App Clone

App Clone merupakan salah satu fitur yang begitu populer di tahun 2017 ini. Melalui fitur ini, memungkinkan pengguna dapat mengakses dua akun media sosial atau aplikasi chating sekaligus dalam satu perangkat.

Melihat keunggulan yang ditawarkan App Clone, Vivo juga kepincut untuk menanam fitur ini ke dalam Vivo V7+. Ada pun aplikasi yang bisa memanfaatkan fitur ini adalah WeChat, WhatsApp, LINE, BBM, Zalo dan Viber.

Vivo juga melengkapi V7+ dengan fitur Smart Split 3.0. Melalui fitur ini, pengguna dapat menjalankan aplikasi secara multitasking. Sebagai contoh, apabila ada SMS masuk ketika sedang asik nonton video, hanya dengan sekali klik, tampilan layar terbagi menjadi dua bagian..

Sementara itu, fitur ini juga bisa menjalankan aplikasi lain dalam mode layar terpisah. Caranya, geser tiga jari ke bawah di layar tanpa harus menjeda video yang sedang ditonton. Adapun aplikasi yang didukung fitur ini antara lain, Facebook, SMS, LINE, WeChat, VIBER, WhatsApp, BBM, YouTube, MX Player, VLC, dan lainnya.

Hi-Fi audio

Vivo V7 Plus Hi Fi

Vivo juga menjadikan chipset audio Hi-Fi menjadi nilai tambah bagi jajaran smartphone yang diperkenalkannya, tak terkecuali Vivo V7+. Kali ini, Vivo membenamkan chipset audio Hi-Fi AK4376A yang diklaim mampu menyajikan suara lebih jernih.

Harga Vivo V7+

Vivo mengemas V7+ dengan dukungan FunTouch OS 3.2 berbasis Android 7.1 alias Nougat. Sedangkan untuk catu daya, Vivo membenamkan baterai berkapasitas 3.225 mAh. Dengan segala yang ditawarkannya, lalu, berapa harga jual smartphone ini? Untuk harga Vivo V7 Plus resmi di Indonesia mencapai Rp4,7 juta. Bagaimana menurut Anda?

Advertisement
Comments

News

Aturan Baru Google Bikin YouTuber Pemula Susah Dapat Duit

Published

on

youtube

Semakin berkembangnya platform YouTube otomatis membuat jumlah kreator konten (YouTuber) juga terus melonjak drastis. Tentu saja hal ini membawa dampak positif dan juga negatif. Namun untuk mencegah menjamurnya konten yang “asal-asalan”, Google pun membuat kebijakan baru.

Ya, Google kini memperketat aturan main di YouTube bagi mereka yang tergolong baru. Mulai saat ini, sebuah channel baru akan bisa me-monetize atau menerima iklan yang terpasang di videonya setelah memenuhi dua syarat utama.

Syarat pertama yakni channel tersebut harus sudah memiliki setidaknya 10.000 subscriber. Dan syarat kedua, video-video yang ada di channel tersebut sudah ditonton setidaknya hingga 4.000 jam (view hours) dalam kurun 12 bulan terakhir.

Aturan baru ini berlaku untuk semua channel dan Google juga menetapkan deadline bagi channel tersebut untuk memenuhi syarat-syaratnya hingga 20 Februari 2018 mendatang. Jika tidak, channel tersebut tidak bisa mengikuti YouTube Partner Program.

Karenanya tidak heran aturan baru tersebut membuat sejumlah channel baru ketar-ketir. Sebagian besar dari mereka memilih cara yang disebut “sub for sub”. Si pemilik channel akan meninggalkan komentar di channel baru lainnya untuk mengajak saling subscribe.

Sekali lagi, aturan ini ditempuh Google untuk melindungi para kreator konten yang berkualitas, salah satunya dimana karya-karya mereka seringkali “dibajak” dan di-upload ulang. Selain itu juga untuk membasmi channel yang sering meng-upload video clickbait tidak bermutu.

Continue Reading

News

Usung Fingerprint Bawah Layar, Vivo X20 Plus UD Meluncur 25 Januari

Published

on

vivox20plusud

Vivo resmi menjadi produsen smartphone pertama yang memanfaatkan teknologi sensor fingerprint di bawah (di balik) layar, menyalip Samsung dan Apple. Prototype smartphone tersebut sudah dipamerkan di gelaran Consumer Electronic Show 2018 awal Januari kemarin.

Setelah menjajal kemampuannya, kini muncul pertanyaan, kapan smartphone tersebut benar-benar dirilis dan tersedia di pasaran. Tidak perlu menunggu lama-lama, kini sudah muncul bocoran mengenai tanggal rilis dan juga harga dari smartphone yang dimaksud.

Disebutkan smartphone pertama yang mengusung fingerprint bawah layar tersebut adalah Vivo X20 Plus UD. Huruf “UD” sendiri diyakini sebagai singkatan dari “Under Display”. Dan seorang leakster bernama Zyad Atef pun menyebut smartphone ini bakal hadir 25 Januari 2018.

Bocoran informasi tersebut ia lontarkan melalui akun Twitter resminya. Ia juga menyebutkan perkiraan harga Vivo X20 Plus UD, yakni sekitar US$625 (Rp8,4 juta). Karena memuat sensor di bawah layar, maka tak heran jika hal ini membuat dimensi layarnya membengkak jadi 6,43 inci.

Sekilas dari bocoran gambar yang beredar, Vivo X20 Plus UD menganut desain yang cukup serupa OPPO F5 dan juga OnePlus 5 yang memang masih satu keluarga dengan Vivo. Dan dari beberapa komentar media yang sudah menjajal, disebutkan sensor fingerprint-nya sedikit lebih lambat dari sensor pada umumnya.

Tidak heran karena ini adalah teknologi baru yang memang cukup rumit untuk diterapkan. Namun bagaimana pun juga, kehadiran smartphone ini tentu saja begitu dinantikan karena membawa teknologi yang benar-benar baru dan canggih.

Continue Reading

News

Inilah Smartphone yang Paling Sering Dijiplak Sepanjang 2017

Published

on

mostsmartphone

Semakin membludaknya populasi smartphone yang beredar hingga saat ini membuat desainnya jadi makin mirip satu sama lain. Maka tak heran apabila ada klaim atau pendapat saling jiplak yang dilakukan antar produsen smartphone.

Aktivitas menjiplak ini tentunya paling banyak dijumpai di Cina. Ya, bukan cuma smartphone, produk lain pun juga kerap ditiru atau bahkan dipalsukan di Negeri Tirai Bambu tersebut.

hapepalingseringdijiplak

Nah, bicara soal smartphone tiruan, belum lama ini ada daftar menarik yang dirilis oleh AnTuTu. Perusahaan pencipta aplikasi benchmark tersebut merilis daftar smartphone yang paling sering dijiplak di Cina selama 2017. Dan nama Samsung keluar sebagai pemuncak.

Ini artinya smartphone buatan Samsung lah yang paling sering dijiplak di Cina dengan persentase 36,23 persen. Adapun smartphone buatannya yang paling sering ditiru adalah flagship Galaxy S7 edge.

Menyusul Samsung ada Apple di urutan kedua dengan angka 7,72 persen. Sudah bisa dipastikan, iPhone 7 Plus jadi smartphone yang paling banyak memiliki kloningan, khususnya karena jadi salah satu pionir yang menawarkan konfigurasi dual-camera.

Lalu siapa saja merek smartphone lain yang kerap ditiru? Di urutan ketiga hingga kelima masing-masing ditempati Xiaomi dengan persentase 4,75 persen, OPPO sebanyak 4,46 persen, dan terakhir Huawei sebanyak 3,4 persen.

Continue Reading

Populer