Tiongkok, 21 Agustus 2025 – vivo merayakan hari jadinya yang ke-30 dengan vivo Vision Launch Event & Imaging Grand Ceremony di Dongguan. Di acara tersebut, vivo memperkenalkan mixed reality (MR) headset pertamanya, vivo Vision Discovery Edition. Peluncuran ini menandai tonggak penting dalam eksplorasi vivo di bidang teknologi imersif.
Dengan memanfaatkan keahliannya yang luas dalam pencitraan, sensor, dan teknologi tampilan, vivo telah mengatasi tantangan rekayasa kritis dalam perangkat MR, khususnya dalam persepsi, interaksi, dan kinerja komputasi. vivo Vision Discovery Edition adalah produk MR pertama yang dikembangkan oleh produsen telepon pintar di Tiongkok, memposisikan vivo sebagai perusahaan Tiongkok pertama yang beroperasi dalam sektor produk telepon pintar dan MR.

Pada acara tersebut, vivo juga mengumumkan peningkatan komprehensif pada strategi teknologi pencitraan (imaging) dan ekosistem budaya pencitraannya serta mengumumkan pemenang vivo VISION+ Mobile PhotoAwards 2025.
Diproduksi selama empat tahun, vivo Vision Discovery Edition menggabungkan inovasi teknologi vivo dengan nilai-nilai yang berpusat pada pengguna, memajukan strategi robotika rumah jangka panjang perusahaan dan menghadirkan mixed reality dari laboratorium ke dalam kehidupan sehari-hari. Dirancang untuk penggunaan sehari-hari, perangkat canggih ini memiliki desain yang ringan dan ergonomis. Dengan berat hanya 398g, tinggi 83mm, dan tebal 40mm, perangkat ini 26% lebih kecil dari rata-rata industri, sehingga meningkatkan kenyamanan secara keseluruhan. Didasarkan pada riset faktor manusia yang ekstensif, desainnya menawarkan empat ukuran segel ringan dan delapan pilihan bantalan busa untuk memastikan kesesuaian optimal dan kenyamanan tahan lama, bahkan saat digunakan dalam waktu lama atau saat bergerak aktif.
vivo Vision Discovery Edition berjalan di OriginOS Vision, yang memungkinkan interaksi alami dan intuitif. Informasi muncul dengan mulus di ruang sekitar, memungkinkan pengguna beralih dari interaksi “tap-through-screen” secara tradisional ke gestur “move-and-pinch“. Dengan pelacakan mata presisi tinggi 1,5°, 26 derajat untuk pengalaman yang lebih bebas dalam pengenalan gestur ujung jari, dan rentang pelacakan vertikal 175°, pengguna dapat menikmati kontrol yang intuitif dan responsif. Selain itu, layar Dual Micro-OLED-nya menghadirkan resolusi binokular 8K, cakupan warna DCI-P3 94%, dan akurasi warna DeltaE<2, menghasilkan visual yang sebanding dengan monitor sinema profesional. Kalibrasi kecerahan dan konsistensi warna binokular juga dilakukan, dengan perbedaan kecerahan binokular ≤ 2nits dan perbedaan kromatisitas binokular ΔE < 2 untuk mengurangi ketidaknyamanan yang disebabkan oleh perbedaan visual binokular.

vivo Vision Discovery Edition dilengkapi dengan platform Qualcomm Snapdragon® XR2+ Gen 2 terbaru. Dibandingkan generasi sebelumnya, platform ini menghadirkan performa GPU hingga 2,5 kali lipat dan performa AI 8 kali lipat, memungkinkan pengalaman visual dan interaktif yang luar biasa. Hal ini memungkinkan perangkat ini memiliki performa yang tangguh, memberikan dukungan komputasi yang tangguh untuk rendering berkecepatan tinggi dalam komputasi spasial.
Headset ini menjadi pintu masuk yang mulus bagi pengguna ke dalam kehidupan digital mereka, mencakup hiburan, permainan, dan skenario produktivitas yang imersif. Video imersifnya memungkinkan tampilan panorama dari sudut mana pun, memungkinkan pengguna menonton siaran langsung olahraga dan e-sports dari berbagai sudut atau dalam mode layar terpisah tanpa melewatkan aksi apa pun. Sebagai media hiburan, headset ini dapat menghasilkan layar teater 120 kaki (35m), memungkinkan pengguna menikmati pengalaman sinematik kapan pun dan di mana pun.
Merayakan hari jadinya yang ke-30, vivo mengumumkan peningkatan terintegrasi pada strategi pencitraannya (imaging), yang berfokus pada integrasi pemandangan dan membangun matriks ekosistem pencitraan yang lengkap. Peningkatan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan vivo yang telah lama ada dalam fotografi malam, potret, telefoto, dan video, sekaligus merespons perubahan kebutuhan pengguna akan pengalaman pencitraan berbasis skenario yang beragam.
Dengan strategi barunya, vivo bertujuan untuk menjadikan kemampuan pencitraan profesional dapat diakses oleh khalayak yang lebih luas dengan mencakup keamanan pencitraan, aplikasi kesehatan, dan pengalaman lintas perangkat. Sebagai merek ponsel pintar Tiongkok pertama yang bergabung dengan Coalition for Content Provenance and Authenticity (C2PA), vivo menjamin bahwa semua fitur yang akan datang akan menjaga integritas konten dalam tiga dimensi: keterlacakan (traceability), ketahanan terhadap kerusakan (tamper-resistance), dan pengenalan (recognizability). Dalam pencitraan kesehatan, vivo berencana untuk menggabungkan kemampuan Telefoto Makro dari seri vivo X200 dengan optik kelas medis untuk mengembangkan lampu celah portabel yang akan membuat diagnostik mata lebih mudah diakses. Untuk memberikan kreasi dan tampilan yang imersif, vivo berkomitmen untuk memungkinkan pengalaman pencitraan lintas perangkat yang mulus, mulai dari debut teknologi pencitraan 3D pada X100 Ultra dan video spasial 60 fps pada X200 Ultra hingga Vision Discovery Edition yang baru.
vivo dan ZEISS telah memasuki era baru pada global imaging partnership yang telah dibangun. Selama lima tahun terakhir, vivo telah berkolaborasi dengan ZEISS untuk mengintegrasikan filosofi produk vivo yang berorientasi pengguna dengan teknologi optik terdepan ZEISS, yang terus menetapkan standar baru dalam pencitraan seluler.

“Kolaborasi antara vivo dan ZEISS sangat mendalam dan luas, melampaui solusi perangkat keras maupun perangkat lunak. Kedua mitra secara aktif terlibat dalam pembelajaran berkelanjutan dan terus berkembang dengan tujuan bersama untuk merespons kebutuhan dan aspirasi konsumen serta komunitas pencitraan global, terus berinovasi di bidang optik smartphone untuk fotografi dan videografi mutakhir. Kami berharap dapat memperdalam dan memperluas kolaborasi kami untuk memungkinkan penggunaan teknologi pencitraan seluler yang intuitif dan kreatif oleh jutaan konsumen di seluruh dunia.” ujar André Kutz, Head of ZEISS Photonics & Optics.
Sebagai bagian dari strategi pencitraan yang ditingkatkan, vivo akan terus mengembangkan teknologi pencitraan yang dikembangkan sendiri melalui pendekatan terintegrasi pada chip, sensor, dan algoritma. Chip VS1 terdepan di industri bekerja sama dengan chip pencitraan V3+ untuk meningkatkan efisiensi dalam skenario kompleks, menghasilkan detail potret yang jernih dan alami. Teknologi sensor telah berevolusi dari terobosan tunggal menjadi integrasi tingkat sistem, didukung oleh algoritma model besar vivo, termasuk fitur AI Photo Enhance, yang meningkatkan kualitas untuk gambar yang lebih tajam pada zoom tinggi. vivo akan mengandalkan kombinasi algoritma restorasi dan rekonstruksi gambar untuk memungkinkan kinerja telefoto 30x yang praktis, sementara model peningkatan kualitas generasi baru diharapkan dapat meningkatkan persepsi pemandangan dan rendering tekstur untuk fidelitas optik dan gambar yang lebih baik.
vivo tengah mengembangkan ekosistem budaya pencitraannya, memadukan teknologi mutakhir dengan platform kreatif terbuka untuk menjadikan fotografi seluler lebih mudah diakses dan beragam. Perusahaan ini memperluas jangkauannya untuk menjangkau audiens yang lebih muda melalui inisiatif-inisiatif seperti kompetisi film pendek “Capture the Future” bersama UNESCO, yang menyediakan panggung bagi para sineas muda, dan Pameran Fotografi Seluler Nasional pertama bersama Asosiasi Fotografer Tiongkok, yang mendefinisikan ulang persepsi publik terhadap seni fotografi.
Di acara tersebut, vivo mengumumkan para pemenang vivo VISION+ Mobile PhotoAwards 2025, yang berhasil menarik lebih dari 500.000 kiriman foto dari seluruh dunia. Diabadikan sepenuhnya dengan smartphone vivo, kiriman-kiriman ini mencerminkan momen-momen autentik sehari-hari dan perspektif segar tentang kehidupan.
Dengan tiga dekade inovasi sebagai fondasinya, vivo menegaskan kembali komitmennya terhadap inovasi yang berpusat pada pengguna, keunggulan teknis, dan kolaborasi jangka panjang untuk membentuk masa depan pencitraan.
Bacaan menarik
- Beli yang Mana, vivo S1 Pro atau realme 5s?
- 6 Hal yang Patut Kalian Tahu Sebelum Beli ASUS ZenFone 6
- Punya SoC Sama, Pilih Redmi Note 8, realme 5 atau OPPO A9 2020?
- 1 Tahun di Indonesia, realme Gelontorkan 10 Seri Smartphone
- 10 Ponsel yang Punya Kamera Belakang Terbaik Versi DxOMark
- Rp3 Jutaan, Pilih Samsung Galaxy A30s, realme 5 Pro atau OPPO A9 2020?


