Connect with us
ZF5
Featured

POLLING: PIN, Pattern, Fingerprint, atau Face Unlock?

Droidlime.com,

/

Sistem keamanan jadi sektor paling krusial di bidang teknologi, apalagi untuk sebuah perangkat pribadi seperti smartphone, PC, atau laptop. Data atau file jadi alasan utama mengapa sebagian besar perangkat dibekali sistem keamanan tertentu. Tentu, pengguna tidak ingin data-data pribadinya bocor dan diketahui oleh publik.

Senada dengan hal itu, smartphone jadi salah satu perangkat yang kian mengalami peningkatan kemampuan dalam bidang keamanan. Mulai dari sistem keamanan yang sangat sederhana hingga sistem keamanan yang super canggih. Di antara beragam pilihan sistem keamanan smartphone di bawah ini, mana yang menjadi favorit Anda?

PIN & password

Sekitar tahun 2000-an muncul sejumlah ponsel pintar atau yang biasa disebut smartphone. Apple, BlackBerry dan Samsung jadi promotor atau penggerak lahirnya beragam teknologi keren pada sebuah smartphone. Walaupun saat itu memori smartphone masih terbatas, data tetaplah data yang penting untuk dijaga.

Untuk itulah, vendor bersama para pengembangnya membekali sebuah smartphone dengan sistem keamanan PIN dan password. PIN menggunakan angka sebagai identitas utama, sedangkan password menggunakan karakter yaitu gabungan antara angka, huruf, hingga simbol khusus.

Pola (pattern)

Sebagaimana bayi yang bertumbuh menjadi dewasa, begitu pula dengan perkembangan smartphone yang semakin pintar. Tentunya, setiap pengembang dan vendor melakukan evaluasi tiap kali merilis smartphone.

Sistem keamanan PIN dan password yang dirasa kurang efisien karena harus memasukkan beberapa angka atau pun karakter. Oleh sebab itulah, vendor meluncurkan sistem keamanan polaatau pattern dimana pengguna dapat membuat pola tertentu sebagai ID keamanan.

Fingerprint

Kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan pola nyatanya memiliki kelemahan tertentu. Semudah kita membuat sebuah pola, semudah itulah orang dapat melihat dan meniru pola keamanan smartphone kita. Berdasarkan fakta itulah, akhirnya vendor smartphone “berkeringat darah” menciptakan teknologi keamanan baru yaitu fingerprint alias sensor sidik jari.

Sesuai dengan namanya, sistem keamanan ini menggunakan sidik jari kita sebagai identitas utama. Sistem keamanan ini sangatlah kuat, sebab tak satu pun manusia di dunia ini yang memiliki sidik jari yang sama. Keunikan inilah yang menjadi kelebihan sensor sidik jari.

Cara kerja sensor sidik jari pastinya tidak semudah yang dikira. Namun sederhananya, sensor ini memanfaatkan optical dan sensor ultrasonik guna menangkap dan mengenali bentuk sidik jari, kemudian data itu disimpan dalam database lokal smartphone. Jika data yang dimasukan sesuai dengan sidik jari pengguna, maka kunci akan terbuka. Tidak hanya untuk mengunci smartphone, namun sistem keamanan ini juga dapat digunakan untuk mengunci folder atau aplikasi tertentu.

Iris scanner

Selain sidik jari, ada satu anggota tubuh lain yang tak kalah unik yakni iris mata. Nokia dan Samsung adalah dua vendor perdana yang membuat sistem keamanan ini. Smartphone yang mengusung konsep keamanan seperti ini dibekali sebuah sensor inframerah yang dapat menangkap dan mengenali iris mata, kemudian data tersebut di simpan ke dalam database. Dengan sistem keamanan ini pengguna tidak perlu menaruh jari ke sebuah sensor, namun hanya perlu mengarahkan kamera depan ke mata.

Face recognition

Selain sidik jari dan iris, faktanya pola wajah manusia sangatlah unik. Untuk itulah ditahun 2017 lalu, sejumlah vendor melahirkan teknologi keamanan baru bernama Face Recognition. Sensor ini disebut-sebut lebih aman dan sulit ditembus ketimbang iris scanner dan sidik jari yang terkadang kerap keliru.

Perusahaan asal Amerika Serikat, yakni Apple telah menghadirkan sistem keamanan ini pada iPhone X, namun mereka menyebutnya dengan istilah Face ID. Bahkan sebelum dari itu, smartphone Android juga telah menyuguhkan fitur keamanan ini.

Untuk dapat merealisasikan teknologi ini, vendor smartphone menyediakan beragam sensor pada kamera depannya. Kumpulan sensor ini akan memindai pola wajah dan menyimpan data tersebut ke dalam database smartphone. Pengguna hanya perlu mengarahkan wajah ke smartphone dan keamanan smartphone akan terbuka sangat cepat.

Fingerprint underdisplay

Meski beragam sistem keamanan telah tercipta, namun berdasarkan survei pengguna lebih sering menggunakan sensor sidik jari. Selain keunikan dan kemudahannya, sensor sidik jari dapat bekerja dengan sangat cepat dan terkesan lebih responsif dari sensor keamanan lainnya. Sayangnya, sensor fingerprint hanya dapat ditempatkan di beberapa lokasi tertentu seperti tombol home atau bodi belakang smartphone.

Guna mempercepat dan mempermudah penggunanya, vendor smartphone berusaha sekuat tenaga untuk memasang atau mengintegrasikan sensor keamanan sidik jari ini pada layar smartphone. Dengan maksud lain, pengguna hanya perlu menyentuh layar mereka dengan jari dan kunci smartphone pun akan terbuka.

Itulah sederet sistem keamanan yang telah diciptakan oleh vendor dan para pengembang. Tentu perkembangan tidak berhenti sampai di sini saja, hingga detik ini setiap perusahaan teknologi masih getol menciptakan fitur keamanan yang baru. Nah, menurut Anda, mana yang paling asyik dan nyaman digunakan?

Sistem keamanan favorit di smartphone?

Advertisement
Comments

Wajib baca

Populer