Hands-on Nokia 6

Now Reading

Bagi kita yang lahir di tahun 80-an dan sudah menjadi pengguna ponsel aktif pada tahun 2000-an pasti tak asing dengan merek Nokia. Kerinduan akan merek ponsel asal Finlandia ini kini sudah bisa terobati. Sejak tak lagi merilis seri Lumia (Windows Phone), Nokia kini bakal kembali eksis dengan smartphone ber-OS Android.

Di bawah payung HMD Global, Nokia baru saja mewarnai awal tahun 2017 ini dengan menghadirkan satu smartphone bernama Nokia 6. Smartphone ini sejatinya dijual eksklusif di Cina dengan jumlah yang sangat terbatas. Nokia memilih Cina bisa jadi karena ingin bekerja efisien, dimana di sana ada sangat banyak pengguna smartphone yang juga penggemar Nokia. Beruntung kami bisa jadi salah satu pemiliknya.

Logo ikonik

nokia 6 droidlime 01

Nokia tetap berusaha menjadi seperti yang dulu. Kesan ini setidaknya terpancar dari kotak penjualannya. Di bagian luar kotak segi empat pipih yang membungkus Nokia 6 ini terdapat logo ikonik yang selama ini menjadi ciri khas Nokia. Logo tersebut adalah dua tangan yang saling menggenggam. Namun kali ini agak berbeda karena genggamannya khas anak muda.

Di dalam kotak penjualannya, terdapat isi standar yang biasa kita temukan saat membeli smartphone. Seperti buku manual, charger, kabel data USB, headset, dan SIM card ejector.

Bodi khas Lumia

nokia 6 droidlime 02

Sebelumnya kami pernah beberapa kali mencicipi smartphone Nokia Lumia sebelum diakuisi oleh Microsoft. Nah, saat pertama kali memegang Nokia 6, kami merasa seperti bernostalgia dengan Nokia Lumia. Salah satu smartphone Lumia yang mirip yang mirip Nokia 6 adalah Lumia 925.

Bodi Nokia 6 bisa dibilang lumayan tipis. Meski begitu, konstruksi bodinya terasa kokoh. Hal ini dikarenakan material aluminium 6000 yang digunakannya. Belum lagi balutan warna hitam membuatnya terlihat lebih elegan. Layarnya sendiri berdimensi 5,5 inci dengan kaca 2,5D beresolusi Full HD. Di depan terdapat tombol home yang juga berfungsi sebagai sensor fingerprint.

Hardware "gado-gado"

nokia 6 droidlime 03

Punya bodi elegan, Nokia 6 nyatanya membawa hardware "gado-gado". Yang kami maksud yakni kombinasi hardware yang bercampur dari berbagai kelas. Sebenarnya prosesor yang diusungnya tergolong kelas entry, yakni Snapdragon 430 octa-core 1,4 GHz. Tapi hardware lainnya, seperti RAM 4 GB dan storage 64 GB tergolong kelas menengah ke atas dan sudah sangat mumpuni untuk saat ini.

Sementara dari sisi fotografi, duet kamera yang dibawanya juga masuk kelas atas. Kamera utamanya beresolusi 16 MP dilengkapi dual-LED flash. Sedangkan di depan ada kamera selfie 8 MP. Saat kami coba, responsivitas kamera tersebut cukup baik dan juga cepat dalam menjepret. Plus, ada baterai 3.000 mAh serta speaker yang membawa sertifikat Dolby Atmos.

Android terkini

nokia 6 droidlime 05

Bukan sekadar smartphone Android. Sejak pertama dijual, Nokia 6 sudah langsung mengusung sistem operasi Android 7.0 Nougat. User interface-nya tidak memiliki app drawer sehingga ikon-ikon aplikasi langsung tersaji di halaman homescreen. Karena dijual khusus untuk wilayah Cina, Nokia 6 tidak disertai Google Play. Selain itu juga tidak terdapat banyak bloatware seperti yang biasanya ada di dalam smartphone Cina. Nah, untuk mengetahui lebih jauh tentang Nokia 6, tunggu ulasan review-nya beberapa hari ke depan.

Video hands-on

(last edit: 1 February, 2017 / 9:57 am)

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
63%
Mau
14%
Biasa Aja
14%
Payah!
10%
Tentang Penulis
Romi Hidayat
Pengguna ASUS ZenFone AR dan Apple iPhone 7 Plus. Mengawali karir sebagai jurnalis dan Lab Coordinator untuk majalah CHIP Indonesia hingga 2014. Selanjutnya ia bekerja di Jalantikus dan kini menjadi salah satu Co-founder DroidLime.