/ Apple

Topeng Seharga Rp2 Juta Mampu Bobol Face ID, Ini Reaksi Apple

Satu dari tiga seri iPhone terbaru buatan Apple, yakni iPhone X mendapat respon positif konsumen. Terbukti saat Apple mengumumkan hari penjualan iPhone X, tak sedikit orang yang rela antri di depan pintu Apple Store di banyak negara.

Salah satu daya tarik dari smartphone yang mengusung desain futuristik ini adalah dukungan keamanan biometrik modern yang disematkan, yakni Face ID. Apple pun mengklaim bahwa fitur keamanannya ini sulit untuk diklabui, sehingga konsumen iPhone X tak perlu khawatir.

Namun, baru-baru ini perusahaan cybersecurity asal Vietnam, Bkav telah mampu mengelabui Face ID iPhone X hanya dengan menggunakan sebuah topeng. Pantas jika pada akhirnya fitur keamanan biometrik yang ada pada iPhone X tersebut diragukan kekuatannya.

Dijabarkan oleh Bkav.

Topeng ini memang sengaja dibuat untuk mengelabui pemetaan bentuk wajah manusia secara mendalam. Hasilnya, topeng tersebut memiliki potongan wajah manusia yang terlihat lebih realistis, seperti bentuk mata, hidung serta mulut.

Bkav juga menegaskan bahwa topeng tersebut dirancang dengan kombinasi 3D printing, make up dan gambar 2D. Selain itu, pengolahan khusus juga dilakukan untuk mendapatkan hasil wajah yang lebih optimal. Area kulit wajah yang luas dan bagian hidung dibuat dari bahan silikon.

Dalam video demo yang diunggah ke YouTube, topeng ini benar-benar memperlihatkan bagaimana kemampuannya untuk dapat membuka kunci iPhone X. Topeng itu sendiri dibuat dengan mengambil beberapa bagian dari wajah peneliti di Bkav.

bkav iphone x

Source: Bkav

Lantas, berapa biaya yang dikeluarkan oleh Bkav untuk membuat topeng tersebut? Biaya yang dikeluarkan oleh Bkav terbilang murah, yakni hanya US$ 150 atau sekitar Rp2 jutaan dan topeng tersebut mulai dikerjakan sejak awal November 2017 lalu.

Diproduksi dengan biaya yang tak terlalu mahal dan bisa dibuat dalam waktu singkat. Tentu saja hal ini menjadi perhatian khusus bagi Apple. Setidaknya, Tim Cook Cs mesti meyakinkan bahwa iPhone X yang ada di tangan konsumen benar-benar aman.

Namun sudah bisa ditebak, apa yang dilakukan oleh Bkav hanyalah sebuah penelitian. Di sini Bkav ingin membuktikan bahwa Face ID yang dirancang lebih rumit sekalipun dapat dibobol menggunakan sebuah alat yang digarap secara serius.

Selain itu, Bkav juga ingin menunjukkan pada sebagian orang, khususnya pengguna iPhone X bahwa mereka tetap harus waspada terhadap masalah seperti ini. Eksploitasi semacam ini akan sulit dilakukan oleh orang awam, namun sangat sederhana bagi seorang profesional.

Sebagai catatan, beberapa minggu lalu Apple juga telah menerbitkan buku putih mengenai Face ID. Dalam buku tersebut, Apple menjabarkan secara teknis bagiamana kerja Face ID sehingga mampu mencocokan wajah pengguna dengan perangkat yang ada di tangannya.

iPhone X sendiri dirancang menggunakan jaringan syaraf tiruan (neural network) yang dilatih untuk melihat maupun menolak spoofing. Apple juga menyebutkan, Face ID akan menolak jika ada seseorang yang tidak dikenal memaksa untuk membuka kunci dengan foto maupun topeng.

Selain Bkav, tentu saja ada sejumlah orang yang telah membuat topeng serupa dengan tujuan untuk mengelabui Face ID. Sebagai contoh adalah Joanna Stern dari Wall Street Journal. Namun, topeng silikon buatannya gagal untuk mengelabui iPhone X yang ada ditangannya.

Menanggapi hal itu, Phil Schiller selaku eksekutif dari Apple berujar bahwa para engineer yang ikut memproduksi iPhone X telah bekerja sama dengan pembuat topeng profesional dan seniman make up yang bertujuan untuk melindungi dari upaya pengelabuan Face ID.

Namun Schiller mengakui bahwa tak ada sistem keamanan biometrik yang sempurna. Ia bahkan menegaskan bahwa perbandingannya 1:1.000.000 yang bisa membuka Face ID. Sedangkan untuk Touch ID justru lebih besar kemungkinannya untuk dibobol, yakni 1:50.000.

(last edit: 15 November, 2017 / 10:44 am)

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
47%
Mau
2%
Biasa Aja
4%
Payah!
51%
Tentang Penulis
Mohamad Fahmi

Pengguna Xiaomi Mi 6. Senang dengan dunia teknologi dan web, saat ini menjadi salah satu Co-founder di DroidLime.