Now Reading

Harga

Rp2,3 juta

Bodi

139,3 x 69,6 x 8,5 mm, 144 gram

Prosesor

Qualcomm Snapdragon 616 octa-core 1,5 GHz

GPU

Adreno 405

RAM

2 GB

Storage

16 GB

Layar

IPS 5 inci (1.280 x 720 piksel)

Kamera

13 & 5 MP (1.080p @30 fps)

Baterai

4.100 mAh

Sistem Operasi

MIUI 7.1 (Android 5.1.1)

Jaringan

Dual-SIM 4G

Sensor

Accelerometer, gyro, proximity, compass

Setelah Redmi Note 2 dan Redmi Note 3, fans Xiaomi kini kembali "dihadang" smartphone terbaru bernama Redmi 3. Sebagai smartphone paling terjangkau dari Xiaomi, Redmi 3 sekarang sudah naik kelas dengan pamor lebih tinggi. Peningkatan apa saja yang dibawanya?

Kelebihan

Metal unibody. Xiaomi Redmi dan Redmi 2 sama-sama terbuat dari material plastik dengan baterai yang bisa dilepas. Tapi ciri khas tersebut sudah berubah. Xiaomi Redmi 3 lebih premium dan naik kelas karena menggunakan material metal dengan desain unibody. Apalagi, sisi belakangnya punya motif kotak-kotak yang menambah keunikannya.

review-redmi-3-droidlime-01

Lebih smooth dari Mi 4i. Prosesor yang digunakan Redmi 3 dan Mi 4i bisa dikatakan sekelas. Redmi 3 menggunakan CPU 8-core Qualcomm Snapdragon 616 1,5 GHz, sedangkan Mi 4i punya CPU 8-core Snapdragon 615 1,5 GHz. Meski sekelas, kami merasakan performa Redmi 3 lebih smooth dan optimal, baik saat mengakses beragam menu pada MIUI 7.1 maupun saat bermain game.

review-redmi-3-droidlime-02

Baterai ekstra awet. Siapa sangka, di balik dimensinya yang compact, Xiaomi Redmi 3 justru punya baterai jumbo 4.100 mAh. Mengingat ukuran layar yang hanya 5 inci dengan resolusi 720p, sudah pasti baterai tersebut bakal irit. Benar saja, baterai Xiaomi Redmi 3 bisa menghasilkan screen-on-time lima hingga enam jam, dua kali lipat dari Xiaomi Redmi Note 2 atau Redmi Note 3.

Multimedia mumpuni. Dulu, Xiaomi Redmi 2 mengusung CPU entry-level quad-core Qualcomm Snapdragon 410 yang lumayan saja untuk multimedia. Sedangkan sekarang Xiaomi Redmi 3 menggunakan CPU kelas menengah octa-core Qualcomm Snapdragon 616. Hasilnya performa multimedia, termasuk game kelas menengah, jadi lebih mumpuni.

review-redmi-3-droidlime-04

Sisi audio juga tak kalah memuaskan. Loudspeaker Xiaomi Redmi 3 tidak buruk, suaranya lumayan kencang dan detail. Kalau sedang asyik di kamar untuk bermain game atau streaming YouTube, Anda bisa mengandalkan loudspeaker-nya, tidak perlu menggunakan headset lagi.

Kamera sudah 13 MP. Sisi kamera juga mengalami peningkatan lumayan dibanding versi sebelumnya. Dengan resolusi 13 MP, memotret tentu jadi lebih menyenangkan karena hasil fotonya lebih jernih. Apalagi, Redmi 3 didukung fitur Phase Detection Autofocus dan punya shutter speed yang cepat. Namun ketika memotret di area kurang cahaya, performanya akan menurun dan responsivitas kameranya berkurang.

Kekurangan

Panas menyebar merata. Konsekuensi dari penggunaan bahan metal adalah hawa panas yang cepat terasa karena metal dapat menghantarkan panas dengan baik. Pada Redmi 3, hawa panas terasa menyebar di sekujur bodinya dengan suhu sekitar 39 derajat Celcius dan lumayan membuat risih.

review-redmi-3-droidlime-08

Durasi pengisian baterai lumayan lama. Mengisi baterai 4.100 mAh tanpa fitur fast charge jelas membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Pada Xiaomi Redmi 3, durasi pengisian baterainya setidaknya membutuhkan waktu dua jam atau bahkan lebih.

Kesimpulan

Meski dijual dengan harga pasaran Rp2,3 juta (mungkin bisa lebih murah saat masuk resmi ke Indonesia), Xiaomi Redmi 3 tetap lebih terjangkau dibanding smartphone lain dengan spesifikasi serupa. Dibanding pendahulunya, peningkatan paling terasa ada di sisi desain, prosesor, baterai, dan kamera yang bikin seri Redmi jadi naik kelas.

Video review

Our Rating
User Rating
Rate Here
Handling
Software
Hardware
Camera
Verdict

Xiaomi Redmi 3 berhasil menaikkan derajat smartphone seri Redmi, namun harganya masih tetap bersahabat dengan performa meningkat.

Our Rating
User Rating
23 ratings
You have rated this

(last edit: 8 February, 2016 / 10:25 am)

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
20%
Mau
59%
Biasa Aja
12%
Payah!
8%
Tentang Penulis
Romi Hidayat
Pengguna ASUS ZenFone AR dan Apple iPhone 7 Plus. Mengawali karir sebagai jurnalis dan Lab Coordinator untuk majalah CHIP Indonesia hingga 2014. Selanjutnya ia bekerja di Jalantikus dan kini menjadi salah satu Co-founder DroidLime.