Connect with us
ZFLive
Review

Review Huawei Nova 2 Lite: Penggoda Baru di Indonesia

Published

on

Beberapa waktu yang lalu atau tepatnya pada 25 April 2018, Huawei secara resmi memperkenalkan seri smartphone terbaru Nova 2 Lite. Smartphone yang ditujukan untuk segmen entry level ini hanya dibanderol seharga Rp2.599.000. Seperti apa kehebatan smartphone penerus Nova 2i ini? Berikut adalah review-nya.

Desain

Saat memegang pertama kali, smartphone ini cukup enak digenggam dan bobotnya juga ringan, hanya 155 gram berkat material metal dan plastik yang digunakannya. Bodinya yang agak licin ini juga mempermudah saat ingin disimpan di saku celana.

Di Indonesia, nova 2 lite punya dua pilihan warna, yaitu Hitam dan Biru. Unit yang kami review ini berwama hitam, kami sarankan untuk menggunakan kasing karena kedua varian tersebut tergolong fingerprint magnet, apalagi untuk pilihan warna biru.

Jika dilihat sekilas, bagian depan Nova 2 Lite tidak beda jauh dengan nova 2i. Di bagian atasnya earpiece, lampu flash, kamera depan serta LED notifikasi di sebelahnya.

Sedangkan bagian bawahnya hanya tercetak logo Huawei dengan penempatan tombol navigasi di dalam layar. Huawei juga masih menyediakan jack audio 3,5 mm yang diletakkan bersebelahan dengan port microUSB dan speaker.

Beralih ke bagian belakang, terdapat modul kamera ganda berbentuk horizontal yang menyatu dengan flash, sensor fingerprint di tengah bodi serta logo Huawei di bagian bawahnya. Tombol volume dan power berada di sisi kanan, sedangkan sisi kiri bisa diisi dengan dua kartu SIM dan microSD yang aktif bersamaan.

Berlanjut ke layar, sebagai penerus nova 2i, nova 2 lite sama-sama menggunakan layar full view yang punya aspek rasio 18:9. Layarnya yang 5,99 inci ditunjang dengan panel IPS beresolusi HD+ 720 x 1.440 piksel.

Baik penggunaan di dalam maupun luar ruangan layarnya dapat menampilkan obyek dan warna yang tajam. Hanya saja, fitur auto brightnessnya agak kurang cepat respon terhadap perubahan cahaya. Sehingga terkadang kita harus mengatur tingkat kecerahan secara manual.

Software

Meski tergolong smartphone yang baru hadir di Indonesia, unit yang kami review sudah menggunakan tampilan EMUI 8.0.0 yang berbasis Android 8.0 Oreo. Dengan pemakaian standar, rata-rata user interface-nya memakan lebih dari 60 persen RAM, atau sekitar 1,7 GB.

Nova 2 Lite tidak memiliki App Drawer, sehingga semua aplikasi yang di-download akan langsung masuk ke homescreen. Saat Anda memijit dua arah di halaman yang kosong, terdapat pengaturan untuk mengubah wallpaper, widget, transisi serta mengaktifkan fitur HiBoard bawaan Huawei.

Setidaknya ada tiga fitur unggulan di Nova 2 Lite, antara lain dual Bluetooth connectivity untuk bisa terhubung dengan dua perangkat Bluetooth, WiFi Bridge untuk membagikan hotspot meski kita sedang terhubung ke suatu jaringan WiFi dan satu fitur yang disukai gamer, yaitu Game Suite.

Game Suite akan mengidentifikasi otomatis daftar game yang sudah terinstall di smartphone. Pada pengaturan performance, Anda bisa memilih opsi Gaming mode agar performa smartphone saat digunakan bermain game tidak turun, hanya saja konsumsi dayanya akan bertambah. Serta uninterrupted gaming agar tidak terganggu oleh segala notifikasi kecuali alarm, telepon dan baterai.

Untuk keamanannya, selain sudah menyematkan fitur keamanan standar seperti fingerprint, password dan PIN, Anda juga bisa menambahkan pemindai wajah untuk membuka kuncinya. Menurut kami, fitur face unlock-nya memiliki respon yang biasa-biasa saja dan tidak terlalu efektif saat digunakan di ruangan minim cahaya.

Jika umumnya fingerprint hanya bisa digunakan untuk membuka kunci saja, di Nova 2 Lite, Anda bisa melakukan hal lain, seperti mengambil foto dan video, menjawab panggilan telepon, men-stop alarm, menampilkan panel notifikasi dan mempermudah saat menjelajahi galeri. Semua fitur tersebut bisa Anda aktifkan secara manual pada menu Fingerprint ID di Setting.

Kemudahan lain yang ditawarkan Nova 2 Lite adalah Pin App Shortcuts dan One Touch Access. Layaknya 3D Touch di perangkat Apple, Anda bisa memunculkan menu lain yang tersedia di salah satu aplikasi.

Hebatnya, menu tersebut bisa langsung Anda buat shortcut-nya untuk ditaruh di home screen. Sedangkan fitur One Touch Access untuk memunculkan tombol Assistive Touch yang bisa digunakan sebagai pengganti bar navigasi.

Hardware

Dibuat untuk pengguna pemula, Huawei Nova 2 Lite ditenagai chipset Qualcomm snapdragon 430 delapan inti 1,4 GHz yang dipadu dengan pengolah grafis Adreno 505. Punya RAM 3 GB dan memori internal 32 GB, menurut kami performa yang ditawarkan cukup memuaskan. Ketika diuji benchmark dengan AnTuTu versi 7, Nova 2 Lite berhasil memeroleh skor keseluruhan 58 ribu poin.

Ketika diuji bermain game ringan seperti Mobile Legends, Clash Royale dan Arena of Valor masih dapat berjalan pada grafis low hingga medium. Sedangkan game kelas menengah seperti PUBG Mobile, Lineage 2 Revolution dan Vainglory masih bisa berjalan dengan grafis low, namun beberapa kali lag dan tidak jarang juga force close akibat overheat.

Beralih ke baterai, Huawei Nova 2 Lite dibekali baterai tanam Li-ion sebesar 3.000 mAh. Untuk pengisian daya dari kosong hingga penuh menggunakan charger bawaan setidaknya membutuhkan waktu tiga jam karena smartphone ini tidak memiliki fitur fast charging.

Untuk pemakaian sehari-hari seperti membuka sosial media, chatting, menonton YouTube dan bermain game sesekali, screen on time yang didapat mencapai 4,5 jam. Agar daya tahan baterainya lebih lama lagi, Huawei sudah menyediakan fitur Power Saving Mode untuk membatasi aktivitas aplikasi di background dan Ultra Power Saving Mode untuk memilih aplikasi apa saja yang boleh berjalan.

Nova 2 Lite memiliki satu buah speaker yang terletak di bagian bawah. Peletakan speaker tersebut cukup baik, karena tidak tertutup tangan saat digunakan dalam posisi landscape. Ada juga fitur Huawei Histen untuk mengatur Equalizer dan 3D audio, namun fitur ini hanya bisa diaktifkan saat menggunakan headset saja.

Kamera

Masuk ke segmen fotografi, Nova 2 Lite dibekali tiga modul kamera dengan konfigurasi dua lensa 13 MP + 2 MP untuk kamera belakang dan satu kamera selfie beresolusi 8 MP.

Fitur unggulan di kamera belakangnya adalah Wide Aperture dan Beautify. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengambil suatu gambar dan mengedit kembali titik fokusnya dengan aperture yang bisa diatur, mulai dari 1 hingga 7. Semakin rendah aperture, maka gambar latar belakang akan semakin blur.

Sedangkan fitur Beautify-nya bisa diatur hingga sepuluh tingkatan. Namun kami sarankan untuk menggunakan sampai maksimal enam tingkat saja agar hasilnya tidak terlalu berbeda jauh dengan aslinya.

Saat slide ke samping, Anda dapat menemukan beberapa mode lain yang bisa digunakan, seperti HDR untuk menghasilkan gambar yang kaya warna, video 1.080p, Panorama, Filter, Watermark, Document Scan dan Good Food untuk penggila kuliner fotografi.

Menurut kami, kameranya mampu menghasilkan gambar tajam saat digunakan di tempat yang banyak cahaya. Namun sebaliknya saat foto di tempat dengan cahaya terbatas, lebih banyak noise dan sedikit blur. Tidak adanya fitur manual mode juga agaknya cukup menyulitkan jika Anda ingin menghasilkan foto yang ingin diatur sesuai selera.

Berlanjut ke kamera depan, tersedia fitur beautify dengan 10 tingkat kecantikan. Jika ingin selfie di tempat gelap, sudah disediakan tombol LED Flash yang bisa diaktifkan auto ataupun manual. Sedangkan untuk mode-mode lain yang disugukan seperti Panorama, video 720p, filter dan watermark.

Kesimpulan

Nova 2 lite yang dibanderol seharga Rp2.599.000 belum memberikan fitur yang tergolong “wah” dibanding smartphone dengan retang harga yang sama. Meski begitu, keunggulan fitur Wide Aperture untuk menghasilkan efek bokeh melalui kamera belakangnya bisa menjadi salah satu alasan untuk membeli smartphone ini.

Advertisement
Comments
Review

Review Acer Swift 3 (2018): Bertenaga AMD Ryzen!

Published

on

Setelah sukses meluncurkan versi Intel tahun lalu, ditahun ini Acer kembali meluncurkan Swift 3 edisi 2018 yang menggunakan prosesor AMD Ryzen dan GPU Vega. Seperti apa kehebatan notebook yang dinobatkan sebagai yang pertama menggunakan AMD Ryzen Mobile di Indonesia ini? Berikut adalah review-nya. Desain tipis Pertama kali diperkenalkan Februari lalu, Acer Swift 3 dengan nomor model SF315-41 ini desain yang biasa-biasa saja seperti laptop 15 inci kebanyakan. Dibuat dengan material aluminium, membuat bodinya jadi terlihat kokoh dan solid. Selain itu bodinya yang tipis hanya 18,9 mm juga memudahkan untuk dibawa bepergian. Meski berbodi tipis, Acer menyematkan port yang cukup banyak....
Continue Reading
Review

Review Honor 9 Lite: Harga Murah Desain Mewah

Published

on

Tepat di penghujung Maret 2018 lalu, Honor secara resmi memperkenalkan tiga smartphone terbaru mereka di Indonesia, antara lain Honor 9 Lite, Honor View 10 dan Honor 7X. Saat ini kamipun berkesempatan untuk menguji dan mencoba lebih detail salah satu produknya, yaitu Honor 9 Lite. Seperti apa ketangguhan smartphone yang dibuat untuk segmen entry-level ini? Berikut adalah review lengkapnya. Review Honor 9 Lite Desain Termasuk dalam golongan smartphone entry-level, desain yang dibawa Honor 9 Lite cukup ciamik dibanding smartphone kebanyakan. Selain itu bodinya juga cukup enak digenggam dan ringan karena bobotnya hanya 149 gram. Menggunakan material yang terlihat seperti kaca, memungkinkan...
Continue Reading
Review

Review Garmin vivoactive 3: Teman Berolahraga

Garmin vivoactive 3 dirancang untuk memacu semangat Anda untuk rajin berolahraga, khususnya lari dan berenang.

Published

on

Mendengar nama Garmin, tentu akan mengingatkan kita dengan perangkat GPS. Tapi jangan salah, Garmin tak melulu memproduksi GPS. Wearable device lainnya yang juga diproduksi oleh Garmin adalah perangkat kebugaran, salah satunya smartwatch. Desain konvensional Nah, smartwatch kepunyaan Garmin yang kali ini mampir ke meja DroidLime adalah vivoactive 3. Bicara soal desain, vivoactive 3 jujur saja memang terlihat tak semenarik smartwatch Android Wear. Justru kami melihatnya seperti jam tangan biasa yang banyak beredar di pasaran. Bentuknya bulat, stainless steel yang menjadi bezelnya begitu terlihat mencolok. Ada ukiran garis yang memberi kesan sebagai penunjuk waktu konvensional. Praktis smartwatch ini mungkin bakal menarik...
Continue Reading

Wajib baca

Populer