Pemerintah Resmikan Digicoop, Ponsel 4G Lokal untuk Rakyat

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melakukan gebrakan di awal tahun 2017 ini. Setelah dijejali dan diserbu beragam smartphone buatan luar negeri, Indonesia akhirnya memiliki satu merek smartphone baru. Smartphone yang dimaksud bernama Digicoop.

Lalu, siapa yang mengerjakan atau membuat smartphone Digicoop tersebut? Perancang dan pembuatnya tak lain adalah tim peneliti Institut Teknologi Bandung. Smartphone ini sudah memenuhi aturan TKDN yang ditetapkan pemerintah dimana di dalamnya terdapat komponen maupun aplikasi buatan lokal. Tak hanya itu, smartphone Digicoop juga sudah mendukung jaringan 4G.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara untuk bisa memiliki smartphone Digicoop? Caranya yakni dengan ikut berpartisipasi menjadi anggota Koperasi Digital Indonesia Mandiri atau yang juga bisa disebut Koperasi Digicoop. Dengan membayar iuran (menabung) senilai Rp1,2 juta untuk jangka waktu satu tahun, setiap anggota koperasi sudah bisa mendapatkan smartphone 4G Digicoop.

Sebagai permulaan, smartphone perdana Digicoop ini masih dibekali hardware yang tergolong standar. Smartphone ini membawa kapasitas RAM 1 GB, storage 8 GB, kamera utama 5 MP, kamera depan 2 MP, serta ditunjang baterai 1.800 mAh. Nantinya smartphone Digicoop bakal diproduksi sebanyak 5.000 unit setiap bulannya di sebuah pabrik di Cikarang.

Tak hanya itu, selama terdaftar menjadi anggota koperasi, kita akan mendapat smartphone terbaru buatan Digicoop. Ya, dalam dua tahun sekali, smartphone Digicoop yang diberikan akan ditarik dan diganti dengan versi terbaru. Hal ini memang sengaja dilakukan guna menarik minat masyarakat untuk mau menabung di koperasi sekaligus bisa mendapat smartphone baru tiap dua tahun sekali. Berminat untuk jadi anggota? Anda bisa mendaftar langsung di website resmi Digicoop.

(last edit: 15 January, 2017 / 9:19 am)

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
53%
Mau
9%
Biasa Aja
12%
Payah!
29%
Tentang Penulis
Romi Hidayat
Pengguna ASUS ZenFone AR dan Apple iPhone 7 Plus. Mengawali karir sebagai jurnalis dan Lab Coordinator untuk majalah CHIP Indonesia hingga 2014. Selanjutnya ia bekerja di Jalantikus dan kini menjadi salah satu Co-founder DroidLime.