Connect with us
MaxProM1
Hands-on

Hands-on Xiaomi Mi 8 SE

Updated

Tepat 1 Juni lalu, Xiaomi merilis Mi 8 series, yakni flagship Mi 8 dan satu smartphone mid-end Mi 8 SE. Yang paling bikin penasaran dari smartphone satu ini pastinya adalah prosesor karena jadi salah satu yang pertama pakai Snapdragon 710.

Jagoan kelas menengah Xiaomi

Mi 8 SE bisa jadi adalah cara Xiaomi untuk menguasai pasar smartphone mid-end. Ketika yang lain masih setia pakai Snapdragon 600 series, Xiaomi sudah mencuri start pakai Snapdragon 710.

Smartphone ini dibungkus pakai kotak penjualan putih polos yang di depannya tertulis angka 8 serta logo SE. Di bagian sampingnya juga ada tulisan Mi 8 SE dengan bahasa Mandarin. Dan seperti biasa di belakang tertera beberapa spesifikasi unggulannya.

Pertama-tama, mari kita langsung saja buka kotaknya. Kali ini Xiaomi menyertakan paket penjualan tang berisi SIM ejector dan adapter jack audio, manual guide, jelly case hitam semi transparan, kabel data USB C dan juga charger.

Unit smartphone-nya sayangnya belum terpasang antigores bawaan seperti smartphone bikinan OPPO atau Vivo. Bagian layar ini pastinya juga jadi pusat perhatian karena untuk pertama kalinya ada smartphone Xiaomi yang pakai poni. Malah poninya bisa dibilang lumayan besar, berisi kamera depan, LED notifikasi, LED flash dan sensor proximity.

iPhone X versi kotak

Layar Mi 8 SE punya dimensi 5,88 inci dengan panel AMOLED, rasio 18,7:9, resolusi 2.244 x 1.080 piksel dan mendukung HDR 10. Dengan layar yang tidak sampai 6 inci dan juga berponi, otomatis bikin dimensi bodinya jadi compact. Ya, handling-nya terasa enak banget.

Nah bodinya sendiri terbuat dari paduan metal dan kaca. Bagian berbahan kaca bisa kita temukan pada bodi belakangnya. Ya kurang lebih mirip seperti ZenFone 5, hanya saja bedanya bodi Mi 8 SE tidak berkilau seperti ZenFone.

Tapi kalau boleh jujur sebenarnya Mi 8 SE ini lebih mirip iPhone X. Secara selain bahan yang dipakai sama, desain dan posisi kameranya juga sama. Yang membedakan yaitu sudut-sudut Mi 8 SE tidak se-oval iPhone X. Jadi overall kesannya agak kotak. Di bagian belakang ini, Xiaomi juga menyematkan sensor fingerprint.

Untuk slot SIM card-nya ada di kiri bodi smartphone. Tapi sayangnya cuma ada dua slot nano SIM tanpa slot microSD. Tombol fisik volume rocker dan tombol power ditempatkan di kanan bodi. Di bagian bawah ada port USB C dan speaker mono tanpa jack audio. Dan di atas ada IR blaster.

Pertama pakai Snapdragon 710

Snapdragon 710 tentunya jadi hal yang paling bikin penasaran buat kami. Ditandemkan dengan GPU Adreno 616, RAM 6 GB dan storage 64 GB, sukses mengantarkan Mi 8 SE memeroleh skor 170 ribu poin pada benchmark AnTuTu 7.

Dari skor tersebut bisa disimpulkan kalau Snapdragon 710 menawarkan performa lebih baik dari Snapdragon 660. Tapi pastinya masih kalah dari flagship Snapdragon 835 yang punya skor 190 ribuan poin. Sebenarnya tidak terlalu jauh sih bedanya.

Karena Snapdragon 710 adalah chipset yang bener-bener baru dan masih jarang dipakai, jadi wajar kalau performanya masih belum optimal. Contohnya saat kami coba main PUBG, grafis yang direkomendasi adalah low. Dan waktu mau ubah grafisnya belum bisa pilih yang HD.

Sederet spesifikasi barusan juga ditunjang dengan baterai 3.120 mAh yang juga sudah support Quick Charge 3. Kalo di-charge pakai charger yang mendukung Quick Charge, proses pengisiannya relatif cepat.

Selain menawarkan performa paling gesit di segmen mid-end, Mi 8 SE katanya juga disebut-sebut punya kamera paling oke di kelas mid-end.

Konfigurasi kameranya tidak setinggi Mi 8, yaitu lensa utama 12 MP f/1.9 ditunjang EIS dan dual-PDAF dan lensa sekunder 5 MP f/2.0 buat bokeh. Kamera utamanya ini juga udah ditunjang AI, tapi dari yang kami coba masih belum se-expert AI Huawei P20 Pro atau LG G7.

Untuk kamera depannya, walaupun bukan smartphone spesialis selfie, tapi resolusinya justru tinggi banget, yaitu 20 MP f/2.0 dengan kemampuan motret bokeh.

Kalau di negara asalnya, Mi 8 SE dengan RAM 4 GB dijual sekitar Rp3,9 jutaan. Sedangkan varian RAM 6 GB sedikit lebih mahal yaitu Rp4,3 jutaan. Tapi di Indonesia, harga non resminya ada di kisaran Rp5 jutaan ke atas.

Video hands-on

Comments

Populer

2014 - 2018 DroidLime.com.
Android is a trademark of Google LLC. DroidLime are not affiliated, associated, authorized, endorsed by, or in any way officially connected with Google LLC., or any of its subsidiaries or its affiliates.