Connect with us
ZenBook-13-14
Berita

52,2 Juta Pengguna Jadi Korban, Google+ akan Ditutup Lebih Cepat

Awalnya Google akan menutup Google+ pada bulan Agustus 2019. Namun, keputusan baru diambil bahwa layanan jejaring sosial tersebut akan ditutup lebih cepat, yakni April 2019. Mengapa bisa begitu?

Updated

Setelah diduga membocorkan data pengguna hampir 500 ribu anggotanya, Google pada Oktober lalu telah mengumumkan bahwa mereka akan menutup Google+ versi konsumen mulai Agustus 2019. Ya! Alasan utama dibalik keputusan Google adalah bug software yang terkait dengan API yanga ada pada Google+.

Diperkirakan ada 400 software berpotensi mengakses nama, tanggal lahir, alamat e-mail, foto profil dan info lainnya tentang pengguna yang memakai layanan Google+. Nah! Baru-baru ini Google mengumumkan bahwa beberapa penggunanya kembali terkena dampak yang sama.

Padahal, Google sendiri pada bulan November lalu sudah berupaya untuk melakukan pembaruan alias update guna mengatasi bug yang mempengaruhi API Google+. Karena adanya temuan baru tersebut, Google pun memutuskan untuk mematikan layanan jejaring sosialnya ini pada bulan April 2019.

Setelah menyelidiki masalah ini, Google mengatakan bahwa bug tersebut berdampak pada sekitar 52,5 juta pengguna. Disebutkan, API yang terpengaruh menawarkan akses penuh kepada aplikasi ke informasi profil yang ditambahkan oleh pengguna ke profil Google+ mereka.

Untungnya, bug tersebut tidak memberikan akses ke informasi yang lebih sensitif, seperti data keuangan, nomor kartu penduduk, kata sandi atau sejenis data penting lainnya yang dapat digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk penipuan atau pencurian identitas.

Google juga menegaskan bahwa tidak ada pihak ketiga yang mengkompromikan sistemnya dan tidak ada bukti bahwa pengembang yang memiliki akses ini selama satu minggu ini melakukan apa pun untuk memanfaatkan bug tersebut.

Baca juga

Tidak mau menutup-nutupi masalahnya ini, Google pun sudah berupaya untuk menginformasikan hal tersebut ke semua pengguna Google+. Ya! Bisa dibilang inilah langkah terbaik yang memang seharusnya dilakukan oleh raksasa teknologi asal Mountain View tersebut.

Comments

Harga HP Terbaru

Harga HP23 hours ago
Harga dan Spesifikasi POCO X3 NFC

Xiaomi di pasar Indonesia sudah secara resmi memperkenalkan POCO X3 NFC. Smartphone mid-range dengan dukungan NFC ini datang ditenagai chipset...

Harga HP7 days ago
Harga dan Spesifikasi realme 7 Pro

Di pasar Indonesia realme kembali memperkenalkan smartphone mid-range terbarunya, realme 7 Pro. Smartphone ini telah dibekali chipset Snapdragon 720G, RAM...

Harga HP2 weeks ago
Harga dan Spesifikasi OPPO Reno4 F

OPPO secara resmi sudah meluncurkan OPPO Reno4 F. Smartphone ini ditenagai oleh chipset Helio P95 dari MediaTek, RAM 8 GB...

Harga HP2 weeks ago
Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy M51

Samsung secara resmi telah meluncurkan Galaxy M51 di pasar Indonesia. Smartphone yang dibanderol seharga Rp5 jutaan ini datang dengan beberapa...

Harga HP3 weeks ago
Harga dan Spesifikasi vivo V20

vivo secara resmi telah memperkenalkan smartphone kelas menengah terbarunya, vivo V20 di pasar Indonesia. Smartphone yang punya keunggulan di sektor...

Harga HP1 month ago
Harga dan Spesifikasi realme 7

realme 7 secara resmi sudah hadir di pasar Indonesia. Smartphone yang dibanderol seharga Rp3 jutaan ini telah ditenagai chipset Helio...

Harga HP1 month ago
Harga dan Spesifikasi Redmi 9C

Kembali menggebrak pasar smartphone entry-level di Indonesia, Xiaomi telah meluncurkan Redmi 9C pada tanggal 9 September 2020 lalu. Smartphone yang...

Harga HP2 months ago
Harga dan Spesifikasi realme C12

Meramaikan pasar smartphone entry-level, realme pada pertengahan Agustus lalu telah meluncurkan realme C12. Smartphone yang ditenagai Helio G35 ini dibanderol...

Aplikasi DroidLime

Get it on Google Play

Populer