Waspada! Ini 5 Kerugian Kecanduan Game

Kita semua sepakat bahwa bermain game merupakan kegiatan yang seru dan mengasyikkan. Apalagi jika dimainkan bersama teman atau sahabat yang kita miliki. Saking serunya, tak sedikit orang yang terobsesi untuk terus bermain game tanpa istirahat.

Fenomena semacam ini disebut “game addicted” alias kecanduan game. Bermain game secara berlebihan dan tak mengenal waktu akan mendatangkan dampak yang buruk. Berdasarkan pengalaman mantan pecandu game, berikut lima dampak negatif kecanduan game.

Tubuh rentan sakit

sakit

Duduk manis seraya menghadap PC, laptop, ataupun konsol game dipandang sebagai kegiatan yang tak menguras tenaga. Akan tetapi, jika dilakukan dalam waktu yang lama, saraf pada tubuh akan tegang dan berisiko menimbulkan penyakit.

Sakit mata merupakan salah satu penyakit yang kerap menyerang para pecandu game. Hal ini disebabkan oleh radiasi perangkat elektronik yang menyerang saraf mata. Ada beberapa tipe sakit mata, yang paling sering dialami adalah kemampuan melihat dalam jarak jauh menjadi menurun.

Tak hanya itu saja, duduk terlalu lama dalam posisi yang kurang benar dapat menyebabkan penyakit serius, seperti skoliosis (pembengkokan tulang belakang). Bahkan tak sedikit pula yang mengalami penyakit ambien.

Lebih parah lagi, ada pula gamer yang meregang nyawa setelah bermain game dalam kurun waktu yang lama. Untuk itulah, selingi dengan waktu istirahat atau bermain game dengan durasi tidak lebih dari tiga jam.

Perlu kalian ketahui, seorang atlet e-Sport pun tak menghabiskan satu hari mereka hanya untuk bermain game. Mereka juga beristirahat, berolahraga dan menjaga kesehatan dengan bermain game sesuai porsi yang telah ditentukan.

Bisa menurunkan konsentrasi

Ketika kecanduan sebuah game, konsentrasi atau pusat pikiran seseorang hanya tertuju pada game tersebut. Percaya atau tidak, hal ini justru akan mengendorkan kemampuan konsentrasi seorang pecandu game di bidang lainnya. Contoh, ketika bekerja atau sekolah misalnya.

Seolah-olah otak mereka (baca: pecandu game) hanya dipusingkan dengan keseruan game yang tengah disukai. Bagi seorang pekerja, tentu hal ini akan berdampak buruk bagi kariernya. Sementara, bagi seorang pelajar, kecanduan game dapat menurunkan gairah belajar.

Jadi pribadi yang malas

malas

Masih berhubungan dengan pembahasan sebelumnya, menurunnya tingkat konsentrasi juga akan membuat seorang pecandu game menjadi pribadi yang malas. Ya! Satu-satunya kegiatan yang mereka ingin kerjakan hanyalah bermain game dan bermain game. Itu saja!

Biasanya, para pecandu game juga akan malas melakukan banyak hal, seperti malas mandi, malas membersihkan rumah, malas berolahraga dan lain sebagainya. Kita semua tahu bahwa malas akan membuat hidup makin berantakan.

Merusak rasa sosialisasi

hubungan rusak

Berbicara soal fakta, kecanduan game nyatanya dapat merusak hubungan kita dengan orang lain, bahkan dengan Tuhan. Tak sedikit kasus perceraian atau putus cinta yang terjadi hanya karena pasangannya keranjingan bermain game.

Terkait hubungannya dengan Sang Pencipta atau Tuhan, tak sedikit dari mereka yang bermain game tak mengenal waktu bisa lalai dalam hal beribadah. Jika tak segera ditangani, ini bisa menjadi citra buruk dari industri game itu sendiri.

Kerugian finansial

Untuk dapat bermain game tentu seseorang membutuhkan perangkat-perangkat pendukung seperti komputer, listrik atau bahkan internet jika ia bermain game online. Jelas kebutuhan ini tidak gratis. Belum lagi mengeluarkan banyak uang untuk membeli item-item khusus.

Bagi mereka yang sudah kecanduan, mengeluarkan uang untuk sebuah game yang dicintai adalah hal sepele. Namun pada faktanya, hal ini akan menimbulkan kerugian finansial yang besar dan berujung pada membludaknya tagihan dan hutang.

(last edit: 29 November, 2017 / 12:10 pm)

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
81%
Mau
0%
Biasa Aja
7%
Payah!
15%
Tentang Penulis
David Theo

Pengguna Xiaomi Redmi 3s dan Zenfone 3. Memulai karir sebagai web developer dan kini menjadi penulis paling muda di DroidLime.