/ Vivo

Vivo Sukses Ciptakan Fingerprint Bawah Layar Pertama di Dunia

Di antara semua teknologi dan fungsi yang dihadirkan oleh Vivo, teknologi yang paling menarik perhatian masyarakat saat ini adalah Vivo Under Display Fingerprint Scanning Solution (Vivo Under Display) yang baru diperkenalkan di MWC Shanghai.

Teknologi ini adalah solusi sensor fingerprint di bawah layar dan jadi yang pertama di dunia. Seperti yang kita tahu, sebelumnya Samsung dan Apple dikabarkan sedang berlomba jadi yang pertama menerapkannya, namun nyatanya gagal.

Dalam rencana R&D Technology yang disampaikan oleh Vivo, pemindai sidik jari ini tidak akan lagi menggunakan tombol, namun hadir dengan teknologi tinggi sensor di bawah layar, yang ditanamkan di balik kerangka layar smartphone buatan Vivo.

Menurut para ahli R&D dari Vivo Smartphone yang mengembangkan teknologi ini, Vivo Under Display adalah solusi fingerprint unlocking terbaru yang dikembangkan dari Qualcomm Fingerprint Sensors. Sensor ultrasonic yang ada pada sensor ini mampu menembus ketebalan OLED Display hingga 1,2mm untuk mengenali dan memindai sidik jari.

Jika dibandingkan dengan teknologi pemindai sidik jari tradisional yang selama ini digunakan di industri smartphone, Vivo Under Display menawarkan keunggulan mutlak, terutama dalam hal anti air (water proof) serta mampu memindai sidik jari dalam segala kondisi pencahayaan.

Teknologi Vivo Under Display ini tidak lagi membutuhkan tombol untuk sensor sidik jari, sehingga memungkinkan hadirnya smartphone dengan layar penuh (full screen), desain satu kesatuan unibody, sekaligus anti air.

Selain fingerprint di bawah layar, Vivo juga turut memperkenalkan teknologi lainnya, yaitu Independet DSP Photography Solution. Teknologi ini diciptakan untuk memaksimalkan kamera smartphone bekerja di kondisi kurang layak, seperti saat backlight maupun malam hari.

(last edit: 29 June, 2017 / 8:40 am)

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
82%
Mau
8%
Biasa Aja
4%
Payah!
9%
Tentang Penulis
Romi Hidayat

Pengguna ASUS ZenFone AR dan Apple iPhone 7 Plus. Mengawali karir sebagai jurnalis dan Lab Coordinator untuk majalah CHIP Indonesia hingga 2014. Selanjutnya ia bekerja di Jalantikus dan kini menjadi salah satu Co-founder DroidLime.