Sony Xperia Z5 Premium Punya Resolusi Layar Tertinggi di Dunia

Sony menepati janjinya untuk merilis smartphone premium barunya. Di ajang IFA 2015, Sony mengungkap tiga smartphone barunya sebagai penerus Xperia Z3+ dan Z4, yaitu Xperia Z5, Z5 Compact, dan Z5 Premium dengan ukuran layar berbeda-beda.

Xperia Z5 punya ukuran layar 5,2 inci. Alih-alih menggunakan layar QHD, Sony justru masih setia menggunakan resolusi layar full HD, sama seperti Xperia Z Series sebelum-sebelumnya. Di dalamnya terdapat prosesor Qualcomm Snapdragon 810, RAM 3 GB, storage 32 GB dilengkapi slot microSD, dan baterai 2.900 mAh.

Versi mininya, yakni Xperia Z5 Compact, punya ukuran layar 4,6 inci. Selain ukuran, layarnya juga punya resolusi lebih kecil, 720p. Sedangkan jeroan lainnya, yakni prosesor dan storage sama seperti Xperia Z5 versi standar. Hanya saja, kapasitas RAM-nya hanya 2 GB dan baterainya sedikit lebih kecil, 2.700 mAh.

Buat Anda yang mendambakan smartphone berlayar super kinclong, Sony juga merilis Xperia Z5 Premium. Layarnya 5,5 inci dengan resolusi 4K. Hal ini menjadikannya sebagai smartphone pertama di dunia dengan resolusi layar ekstra tinggi tersebut. Kerapatan layarnya pun jadi sangat tinggi, 806 ppi, jauh di atas Samsung Galaxy S6 yang hanya punya kerapatan layar 577 ppi. Prosesor, RAM, dan storage milik Z5 Premium sama seperti Z5 versi biasa, namun baterainya lebih besar dengan kapasitas 3.430 mAh.

Fitur unggulan yang sesungguhnya dari ketiga smartphone baru jagoan Sony ini adalah kamera. Sony meningkatkan resolusi kameranya dari 20,7 MP menjadi 23 MP dan didukung pulse LED flash, dan hybrid autofocus. Sedangkan di sisi depan, kameranya masih beresolusi 5 MP, namun kali ini hadir dengan sensor Sony Exmor R dengan lensa wide 25mm. Sebagai tambahan, ketiga varian Xperia Z5 kini dilengkapi sensor sidik jari di sisi kanan smartphone.

(last edit: 19 November, 2015 / 8:59 am)

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
21%
Mau
64%
Biasa Aja
7%
Payah!
7%
Tentang Penulis
Romi Hidayat
Pengguna ASUS ZenFone AR dan Apple iPhone 7 Plus. Mengawali karir sebagai jurnalis dan Lab Coordinator untuk majalah CHIP Indonesia hingga 2014. Selanjutnya ia bekerja di Jalantikus dan kini menjadi salah satu Co-founder DroidLime.