Si Hitam OPPO Raisa Phone Resmi Dijual dengan Jumlah Terbatas

Terjawab sudah teka-teki smartphone terbaru OPPO bertajuk #HelloBlack. Hari ini (7/12) OPPO meresmikan kehadiran smartphone lama tapi baru bernama "Raisa Phone". Acara yang diadakan di Hotel Sheraton Gandaria ini pun turut dihadiri Raisa selaku brand ambassador terbaru OPPO.

Disebut Raisa Phone karena smartphone ini mengusung signature Raisa. Sebelumnya perlu diketahui, OPPO Raisa Phone ini sejatinya adalah smartphone lama F1s yang tampil dengan citarasa baru. Pasalnya di sekujur bodi metal depan dan belakang dibalut warna classic black.

Warna ini tentu saja terasa sangat berbeda dan spesial mengingat seluruh jajaran smartphone Selfie Expert, mulai dari F1, F1 Plus, dan F1s tak ada yang berwarna hitam. Warna ini pun berhasil membuat penampilannya jadi lebih mewah dan eksklusif.

f1s black

Nah, yang membuatnya disebut Raisa Phone tak lain karena di bagian belakangnya terdapat logo "Yourraisa Phone" beserta tanda tangan Raisa. Kedua signature ini diukir dengan teknik laser engraved yang sangat sulit pudar. Praktis OPPO Raisa Phone bakal jadi smartphone yang diburu para penggemar Raisa.

Selain balutan warna classic black dan dua signature Raisa, OPPO Raisa Phone masih membawa kombinasi hardware yang sama seperti OPPO F1s versi biasa. Layarnya berdimensi 5,5 inci 720p, diotaki CPU 8-core MediaTek MT6750 1,5 GHz, RAM 3 GB, storage 32 GB, baterai 3.075 mAh, dan duet kamera 13 MP + 16 MP.

Di Indonesia, OPPO Raisa Phone hanya diproduksi sebanyak 6.000 unit saja. Ya, jumlah yang terbatas membuatnya pantas diburu para kolektor. Menariknya, meski lebih spesial ketimbang OPPO F1s versi biasa, OPPO Raisa Phone justru dibanderol lebih murah, yakni Rp3,5 juta dan bisa dipesan mulai 7 Desember hingga 14 Desember 2016 di Tokopedia, Elevenia, dan Blibli.com.

(last edit: 7 December, 2016 / 10:51 pm)

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
61%
Mau
11%
Biasa Aja
11%
Payah!
17%
Tentang Penulis
Romi Hidayat
Pengguna ASUS ZenFone AR dan Apple iPhone 7 Plus. Mengawali karir sebagai jurnalis dan Lab Coordinator untuk majalah CHIP Indonesia hingga 2014. Selanjutnya ia bekerja di Jalantikus dan kini menjadi salah satu Co-founder DroidLime.