Samsung Galaxy A (2017) Resmi Injakkan Kaki di Indonesia

Harga

Rp3,9 - 5,9 juta

Bodi

(A3 135.4 x 66.2 x 7.9 mm, 135 gram,
(A5) 146.1 x 71.4 x 7.9 mm, 157 gram,
(A7) 156.8 mm x 77.6 mm x 7.9 mm, 186 gram.

Prosesor

Exynos 7870 (A3), 7880 (A5), 7880 (A7)

GPU

Mali-T830 / Mali-T830MP2

RAM

2 / 3 GB

Storage

16 / 32 GB, microSD up to 256 GB

Layar

Super AMOLED

Kamera

16MP

Baterai

2.350 mAh / 3.600 mAh

Sistem Operasi

Android 6.0.1

Jaringan

Dual-SIM 4G LTE

Sensor

Fingerprint, accelerometer, gyro, proximity, compass, barometer

Lainnya

Sertifikat IP68

Lini smartphone terbaru dari Samsung yang paling dinantikan saat ini, yakni keluarga Galaxy A (2017) sudah resmi mendarat di Indonesia. Hari ini (01/02), Samsung Indonesia mengadakan konferensi pers untuk memperkenalkan tiga smartphone Galaxy A (2017). Dimulai dari Galaxy A3 (2017), Galaxy A5 (2017), dan Galaxy A7 (2017).

Tahun ini Samsung terlihat merombak desain Galaxy A (2017) dengan bentuk yang lebih melengkung. Secara keseluruhan, desainnya memang terlihat lebih premium dan lebih menarik ketimbang Galaxy A (2016). Ketiga varian Galaxy A (2017) juga sudah mengusung layar Super AMOLED 2,5D yang terlihat lebih cantik.

a 2017

Satu hal baru yang paling disukai dari Galaxy A (2017) adalah hadirnya fitur tahan air dan debu berkat adanya sertifikat IP68. Fitur ini sebelumnya lebih dulu hadir pada flagship Galaxy S7 dan Note 7. Kini pengguna bisa mendapatkan fitur tersebut pada jajaran smartphone kelas menengah milik Samsung.

Rencananya Samsung bakal segera memasarkan Galaxy A (2017) pada bulan Februari ini. Varian paling kecil dengan spesifikasi paling rendah, yakni Galaxy A3 (2017) dijual seharga Rp3.999.000. Sedangkan Galaxy A5 (2017) dan Galaxy A7 (2017) masing-masing dibanderol Rp4.999.000 dan Rp5.999.000.

(last edit: 6 February, 2017 / 7:23 am)

Artikel menarik lainnya

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
68%
Mau
14%
Biasa Aja
9%
Payah!
11%
About The Author
Romi Hidayat
Pengguna ASUS ZenFone AR dan Apple iPhone 7 Plus. Mengawali karir sebagai jurnalis dan Lab Coordinator untuk majalah CHIP Indonesia hingga 2014. Selanjutnya ia bekerja di Jalantikus dan kini menjadi salah satu Co-founder DroidLime.