Harga

Rp3.999.000

Bodi

145,5 x 72,6 x 7,3 mm, 136 gram

Prosesor

Qualcomm Snapdragon 615, octa-core 1,5 GHz

GPU

Adreno 405

RAM

2 GB

Storage

8/16 GB

Layar

IPS 5 inci (1.280 x 720 piksel)

Kamera

13 MP & 5 MP (1.080p @30fps)

Baterai

2.400 mAh

Sistem Operasi

Android 5.0

Jaringan

4G

Sensor

Accelerometer, proximity, compass

Lainnya

Sertifikasi IP68

Mengusung prosesor 64-bit Qualcomm Snapdragon 615 otomatis membuat Sony Xperia M4 Aqua meramaikan persaingan Android kelas menengah di Indonesia. Dibanding smartphone lain yang hadir dengan prosesor yang sama, harga Xperia M4 Aqua memang sedikit lebih mahal. Apakah harganya sebanding dengan performanya?

Kelebihan

Penampilan premium. Sebelum M4 Aqua, Sony pernah merilis M2 dan M2 Aqua kurang lebih delapan bulan yang lalu. Meski sama-sama bersaing di kelas menengah, desain M4 Aqua terlihat lebih baik. Bodi keseluruhannya mirip seperti Xperia Z3+ yang dibanderol dengan harga dua kali lipat lebih mahal.
desain-m4-aqua

Sony Xperia M4 Aqua sejatinya terbuat dari material plastik. Namun ketika dilihat dan dipegang, orang pasti akan mengira bahwa material yang digunakan adalah kaca. Ya, Sony sukses meracik M4 Aqua sedemikian rupa sehingga "feel" menggunakannya tak jauh beda seperti menggunakan Xperia Z Series.

Sertifikasi IP68. Embel-embel "Aqua" pada M4 Aqua menandakan smartphone ini bersahabat dengan air. Tak heran, Sony memang jagonya menciptakan smartphone tahan air. Berbekal sertifikasi IP68, Sony Xperia M4 Aqua menjadi satu-satunya smartphone kelas menengah yang andal diajak menyelam sambil memotret.

foto-xperia-m4-aqua

Resolusi layar HD. Sony Xperia M4 Aqua memiliki layar dengan resolusi HD 720p. Jelas, resolusi HD menjadi hal yang biasa untuk saat ini. Namun jika saat ini Anda adalah pengguna M2 Aqua dan ingin upgrade, resolusi HD menjadi sebuah peningkatan. Pasalnya, layar M2 Aqua masih beresolusi 960 x 540 piksel.

Resolusi layar yang masih HD sebenarnya juga pas untuk smartphone Android kelas menengah. Ketika bermain game, frame per second yang didapat biasanya lebih tinggi dibanding layar full HD. Toh, dengan panel IPS, layar M4 Aqua masih nyaman dipandang meski resolusinya hanya 720p.

Selamat tinggal katup pelindung. Yang membuat repot dari smartphone anti air Sony adalah lubang port audio dan microUSB yang biasanya dilindungi katup atau karet khusus. Hal tersebut membuat pengguna repot ketika ingin mengisi baterai atau menggunakan headset. Namun pada Xperia M4 Aqua, port audio dan microUSB tak lagi dilindungi katup namun tetap anti air, membuat penggunaan jadi jauh lebih praktis.

review-m4-aqua-droidlime

Kekurangan

Storage sangat kecil. Sony Xperia M4 Aqua terdiri dari dua pilihan storage, 8 dan 16 GB. Untuk varian 8 GB seperti yang kami review ternyata hanya menyisakan storage murni kurang dari 4 GB. Jadi, Anda tak bisa bebas meng-install aplikasi karena keterbatasan tersebut.

storage-m4-aqua

Layar tidak tidak dapat disentuh di dalam air. Saat berada di dalam air, layar Xperia M4 Aqua praktis tidak dapat disentuh. Bagitu pun ketika hanya ada beberapa tetes air di atas layarnya, layar Xperia M4 Aqua jadi tidak responsif.

Kesimpulan

Dibanding Xperia M2 Aqua, peningkatan yang ditawarkan Xperia M4 Aqua cukup terasa, terutama dari sisi desain, kamera, dan layar. Jika dibandingkan smartphone dengan hardware sekelasnya, harga Xperia M4 Aqua terasa kurang menarik. Namun perlu diingat, kemampuan tahan airnya tak bisa diikuti oleh smartphone pesaing sekelasnya.

Video review

Our Rating
User Rating
Rate Here
Handling
Software
Hardware
Camera
Verdict

Sony Xperia M4 Aqua tidak terlalu menonjol dari sisi performa atau kamera. Namun desain dan sertifikasi tahan airnya yang selevel dengan Xperia Z Series bisa mendongkrak daya tariknya.

Our Rating
User Rating
6 ratings
You have rated this

(last edit: 8 August, 2015 / 6:01 am)

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
48%
Mau
28%
Biasa Aja
11%
Payah!
13%
Tentang Penulis
Romi Hidayat

Pengguna iPhone X. Mengawali karir sebagai jurnalis dan Lab Coordinator untuk majalah CHIP Indonesia hingga 2014. Selanjutnya ia bekerja di Jalantikus dan kini menjadi salah satu Co-founder DroidLime.