Now Reading

Harga

Rp3.499.000

Bodi

58.1 x 39.9 x 12.5 mm, 67 gram

Prosesor

Exynos 4 Dual 4212 dual-core 1 GHz

GPU

Mali-400 MP4 400 MHz

RAM

512 MB

Storage

4 GB

Layar

Super AMOLED 2 inci (480 x 360 piksel)

Baterai

300 mAh

Sistem Operasi

Tizen

Jaringan

GSM

Sensor

Accelerometer, gyroscope, compass, heart rate monitor, ambient light sensor, UV sensor, barometer

Samsung Gear S bukan smartwatch biasa. Gear S bisa digunakan sebagai pelengkap smartphone Samsung Galaxy, namun bisa juga digunakan secara mandiri tanpa smartphone. Fungsinya beragam, melebihi kemampuan smartwatch pada umumnya. Samsung membekalinya dengan spesifikasi mumpuni dan sistem operasi Tizen.

Kelebihan

Layar berkualitas. Mengusung layar Super AMOLED 2 inci dengan resolusi 480 x 360, Gear S dapat menampilkan teks dan gambar dengan sangat baik. Meski bentuk layarnya melengkung, hal ini tidak mengurangi kualitas tampilannya, termasuk dalam merespon sentuhan tangan.

Deteksi denyut jantung dengan cepat. Di bagian bawah bodinya terdapat sebuah sensor fitness tracker, bisa mendeteksi denyut jantung serta jumlah langkah penggunanya. Secara default, Gear S juga sudah dilengkapi aplikasi Nike+ Running untuk mengukur jumlah langkah penggunanya.

Bisa telepon dan SMS. Ada satu slot nano SIM card di bagian bawah Gear S. Anda bisa melakukan browsing, mengirim SMS, dan menelepon menggunakan SIM card tersebut. Syaratnya, Anda harus memiliki paket data Internet yang aktif.

Menelepon bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu menggunakan loudspeaker atau headset Bluetooth. Sementara mengetik SMS bisa menggunakan keyboard kecil yang tersaji di layar atau dengan suara. Memang tidak nyaman mengetik di layar kecil, namun paling tidak Anda bisa melakukannya jika memang benar-benar diperlukan.

Bisa memutar musik, melihat foto, dan juga browsing. Ketiga fungsi multimedia tersebut ada pada Gear S. Berbekal internal storage 4 GB, Anda bisa mengisinya dengan lagu dan foto menggunakan smartphone Samsung Galaxy. Lagu dan foto ditransfer dari smartphone menuju Gear S.

Browsing juga bisa dilakukan menggunakan WiFi maupun paket data Internet. Hanya ada aplikasi Opera Mini yang bisa digunakan untuk browsing. Lagi-lagi, memang kurang nyaman browsing di layar kecil. Namun setidaknya fitur ini sangat berguna di saat-saat tertentu.

Speaker sekelas smartphone. Mungkin Anda tidak menyangka, Gear S dilengkapi loudspeaker yang lantang, detail, dan tidak pecah. Bahkan, kualitas speaker-nya bisa disejajarkan dengan kualitas smartphone.

Kekurangan

Dimensi terlalu besar untuk tangan orang Indonesia. Jika pergelangan tangan Anda tidak besar, mungkin Gear S akan terlihat aneh karena ukurannya yang sangat besar, menutup seluruh area muka pergelangan tangan. Dengn bentuknya yang besar, menggunakan Gear S mungkin bisa menimbulkan rasa canggung atau aneh.

Tidak untuk semua smartphone Android. Gear S hanya mendukung smartphone dari Samsung saja, itu pun tidak semua jenis smartphone. Yang pasti, Gear S hanya mendukung perangkat menengah ke atas dan terbaru dari Samsung, yaitu Samsung Galaxy S3 ke atas dan Galaxy Note 2 ke atas.

Kapasitas baterai kurang memadai. Mengandalkan baterai 300 mAh, Gear S hanya bisa bertahan maksimal dua hari jika digunakan dengan pemakaian intensif. Bahkan jika Anda mengatur konfigurasi jamnya untuk selalu tampil menyala, baterainya hanya bisa bertahan dari pagi hingga malam hari.

Kesimpulan

Dari desainnya, Samsung Gear S terlihat lebih cocok untuk wanita. Namun bukan berarti Anda para pria tak bisa menggunakannya. Dengan kemampuan di atas rata-rata smartwatch Android lainnya, Gear S bahkan bisa dikatakan sebagai smartphone mini. Sayangnya, smartwatch ini dirancang eksklusif untuk smartphone menengah ke atas dari Samsung, sehingga tak semua orang bisa menggunakannya.

Our Rating
User Rating
Rate Here
Handling
Software
Hardware
Verdict

Smartwatch dengan sistem operasi Tizen ini menawarkan fungsi lengkap, seperti browsing dan telepon. Sayangnya, OS tersebut membuatnya hanya bisa disandingkan dengan smartphone high-end dari Samsung saja.

Our Rating
User Rating
4 ratings
You have rated this

(last edit: 18 July, 2015 / 3:42 pm)

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
71%
Mau
7%
Biasa Aja
14%
Payah!
14%
Tentang Penulis
Romi Hidayat

Pengguna iPhone X. Mengawali karir sebagai jurnalis dan Lab Coordinator untuk majalah CHIP Indonesia hingga 2014. Selanjutnya ia bekerja di Jalantikus dan kini menjadi salah satu Co-founder DroidLime.