Harga

Rp6,5 juta

Status

Sudah dirilis (Maret 2017)

Bodi

163,6 x 80,8 x 7,4 mm, 185 gram

Prosesor

Qualcomm Snapdragon 653 octa-core 1,95 GHz

GPU

Adreno 510

RAM

4 GB

Storage

64 GB, microSD up to 256 GB

Layar

JDI Incell 6 inci (1.920 x 1.080 piksel)

Kamera

16 MP & 16 MP+8 MP

Baterai

4.000 mAh (fast charging)

Sistem Operasi

ColorOS 3.0 (Android 6.0.1)

Jaringan

Dual-SIM 4G

Konektivitas

Bluetooth, WiFi

Interface

MicroUSB 2.0, jack audio 3,5mm

Sensor

Fingerprint, accelerometer, gyro, proximity, compass

Lainnya

VOOC Flash Charge

Ketika produsen lain seperti LG, Samsung, atau Huawei berlomba merilis smartphone flagship, OPPO justru mengambil keputusan berbeda. Mereka lebih memilih meneruskan tren selfie yang masih marak dengan merilis OPPO F3 Plus. Dan kini, smartphone ini sudah tersedia di Indonesia.

Kelebihan

Multimedia maksimal. Berbeda dari F1 Plus dan F1s yang punya layar 5,5 inci, OPPO F3 Plus membawa layar 6 inci. Jelas, layar yang lebih besar ini bakal semakin nikmat untuk dipakai nonton, ng-game, atau browsing.

f3 plus droidlime 02

Layar incell. Panel layar OPPO F3 Plus bukan IPS biasa, melainkan JDI Incell. Panel layar ini juga digunakan pada iPhone. Hasilnya, tampilan layarnya jadi terasa nge-doff dan seolah sangat menempel pada lapisan kaca terluar pada layar.

Sudah Snapdragon. OPPO F3 Plus datang dengan chipset Qualcomm, yakni CPU Snapdragon 653 dan GPU Adreno 510. SD 653 sendiri adalah prosesor kelas menengah tertinggi dari Qualcomm saat ini. CPU ini ditemani RAM 4 GB dan storage 64 GB. Performanya memuaskan dengan skor AnTuTu 91 ribu poin.

f3 plus droidlime 03

Baterai besar VOOC. Inilah salah satu fitur OPPO F3 Plus yang paling kami sukai. Dengan kapasitas 4.000 mAh yang kuat seharian, baterai tersebut juga bisa diisi dengan cepat. Pengisian dari kosong hingga penuh hanya membutuhkan waktu 1 jam 37 menit dengan kondisi smartphone menyala.

f3 plus droidlime 04

Kamera jernih. Selain prosesor dan layar, peningkatan yang lumayan juga terjadi pada sektor kamera. OPPO menyematkan sensor Sony IMX398 beresolusi 16 MP sebagai kamera utamanya. Sensor ini mampu menyajikan foto tajam dengan saturasi warna akurat. Plus aperture F/1.7 membuatnya andal memotret bokeh atau low light.

oppo f3 plus droidlime 05

Selfie ramean. Dan inilah nilai jual utama yang ditawarkan OPPO F3 Plus. Ya, kamera depannya ada dua. Satu beresolusi 16 MP dengan angle 80 derajat. Satu lagi beresolusi 8 MP dengan angle 120 derajat untuk selfie ramai-ramai. Yang kami suka, bukan hanya lebar, resolusi yang ditawarkan juga murni (bukan interpolasi) karena hasil jepretannya tajam.

Kekurangan

Rasio layar tidak kekinian. Dibanding LG G6 atau Samsung Galaxy S8, layar besar yang dibawa OPPO F3 Plus diikuti bodi yang besar. Kalau saja OPPO bisa mengikuti LG atau Samsung yang bisa menciptakan smartphone layar besar berbodi ramping,kami yakin F3 Plus bakal lebih menarik.

f3 plus droidlime 06

Belum Nougat. Kita tahu, ColorOS menawarkan performa efektif dan responsif. Pun begitu pada ColorOS 3.0 di OPPO F3 Plus. Sayang, UI tersebut masih berbasis Marshmallow, bukan Nougat. Meski tidak terlalu penting, OS Nougat setidaknya bakal membuat smartphone jadi terasa kekinian, apalagi mengingat waktu rilisnya di tahun 2017 ini.

Kesimpulan

OPPO menawarkan F3 Plus dengan harga Rp6,5 juta atau selisih Rp1 juta lebih mahal dari F1 Plus. Harga ini tidak bisa dibilang murah. Tapi dengan selisih tersebut, Anda akan mendapatkan dua kamera depan, layar lebih besar, kamera lebih tajam, dan performa lebih gesit.

Video review

Galeri Foto OPPO F3 Plus

Our Rating
User Rating
Rate Here
Handling
Software
Hardware
Camera
Verdict

OPPO F3 Plus diciptakan untuk Anda yang sering hangout bareng teman-teman dan rutin melakukan aktivitas selfie berjamaah.

Our Rating
User Rating
159 ratings
You have rated this

(last edit: 7 April, 2017 / 9:54 am)

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
31%
Mau
11%
Biasa Aja
13%
Payah!
48%
About The Author
Romi Hidayat
Pengguna Samsung Galaxy S8 dan Huawei P10. Mengawali karir sebagai jurnalis dan Lab Coordinator untuk majalah CHIP Indonesia hingga 2014. Selanjutnya ia bekerja di Jalantikus dan kini menjadi salah satu Co-founder DroidLime.