Now Reading

Harga

Rp1.699.000

Bodi

140,1 x 68,9 x 8,7 mm, 131 gram

Prosesor

Mediatek MT6735 quad-core 1,3 GHz

GPU

Mali-T720MP2

RAM

2 GB

Storage

16 GB

Layar

IPS 5 inci (1.280 x 720 piksel)

Kamera

13 MP & 5 MP (1.080p @30 fps)

Baterai

2.500 mAh

Sistem Operasi

Android 5.1

Jaringan

4G

Sensor

Accelerometer, proximity, compass

Meizu bukanlah merek pendatang baru. Meizu merupakan produsen smartphone besar di negara asalnya, Cina, sama seperti Xiaomi. Hanya saja, di Indonesia, Meizu memang pendatang baru yang sangat menarik, salah satu buktinya yakni dengan adanya Meizu M2.

Kelebihan

Desain tidak murahan. Dalam keadaan mati, layar Meizu M2 terlihat hitam pekat, membuatnya tidak seperti kebanyakan smartphone Rp1 jutaan. Layarnya juga memiliki bezel yang tipis. Selain terlihat lebih keren, bezel tipis juga turut berperan mengompres dimensi bodinya. Sebagai pelengkap, di atas layarnya juga disediakan LED notifikasi.

review meizu m2 02

Handy dan ringan. Meizu M2 adalah smartphone dengan dimensi 5 inci yang bisa menghadirkan rasa nyaman bagi tangan penggunanya. Dengan bahan polycarbonate yang lembut, Meizu M2 dirancang dengan desain unibody. Smartphone ini juga masih asyik digunakan dengan satu tangan.

Inovatif dengan satu tombol fisik. Entah untuk mengikuti iPhone atau tidak, Meizu M2 hanya memiliki satu tombol fisik untuk kebutuhan navigasi, yaitu tombol Home. Tombol tersebut ternyata juga berfungsi sebagai tombol back ketika digunakan dengan cara disentuh. Cukup praktis dan inovatif.

review meizu m2

Layar jernih. Dimensi layar 5 inci dengan resolusi 720p adalah kombinasi yang tidak buruk. Apalagi, kualitas layar Meizu M2 memang nyaman dilihat karena dapat menampilkan warna putih yang jernih. Membaca tulisan pun tidak membuat mata sakit karena pikselnya yang rapat. Layarnya sendiri menggunakan panel IPS dan dilindungi Dragontrail.

Kamera terbaik di kelasnya. Rasanya tidak berlebihan jika kami mengatakan kamera Meizu M2 adalah yang terbaik di kelasnya, tepatnya untuk smartphone entry-level. Kamera utamanya beresolusi 13 MP dapat mengambil gambar dengan cepat serta dilengkapi mode manual dengan pengaturan exposure, ISO, hingga manual focus. Hasil fotonya terlihat tajam dengan warna yang mendekati aslinya.

Mendukung gesture. Secara total, Meizu M2 menyediakan 12 gerakan atau gesture yang bisa Anda gunakan dengan menyentuh layarnya. Misalnya menyentuh layar dua kali untuk menyalakan layar saat ada dalam kondisi sleep atau menulis huruf tertentu untuk membuka aplikasi secara cepat.

RAM dan storage lega. Yang cukup ditakutkan dari smartphone terjangkau adalah kapasitas RAM atau storage. Beruntung, Meizu M2 hadir dengan storage 16 GB serta RAM 2 GB yang dipadukan dengan CPU quad-core MediaTek MT6735. Untuk multitasking, performanya masih mumpuni, termasuk menjalankan game berat Overkill 3 berukuran lebih dari 1 GB. Sedangkan skor AnTuTu Benchmark 5.7.1 yang dimilikinya mencapai angka 27 ribu poin.

Kekurangan

Slot SIM card kedua berbagi dengan microSD. Sejatinya, Meizu M2 adalah smartphone yang mendukung penggunaan dua SIM card dengan dual-4G. Sayangnya, slot SIM card kedua tak bisa dipakai jika Anda lebih memilih untuk menggunakan microSD.

Kesimpulan

Meizu M2 cukup menonjol dari sisi desain dengan menawarkan kenyamanan ekstra berkat material polycarbonate dan desain kompak yang dimilikinya. Kameranya juga cukup bisa diandalkan dan merupakan yang terbaik di kelasnya. Dengan harga Rp1,7 juta, Meizu M2 bisa menjadi pilihan yang pas bagi Anda yang ingin praktis dalam mengoperasikan smartphone.

Video review

 

Our Rating
User Rating
Rate Here
Handling
Software
Hardware
Camera
Verdict

Meizu M2 adalah pilihan utama bagi Anda yang sangat konsen dengan kenyamanan dan kepraktisan saat menggunakan smartphone. Layar dan kamera jernih juga mendongkrak performanya.

Our Rating
User Rating
9 ratings
You have rated this

(last edit: 8 October, 2015 / 7:07 am)

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
63%
Mau
15%
Biasa Aja
14%
Payah!
8%
Tentang Penulis
Romi Hidayat

Pengguna iPhone X. Mengawali karir sebagai jurnalis dan Lab Coordinator untuk majalah CHIP Indonesia hingga 2014. Selanjutnya ia bekerja di Jalantikus dan kini menjadi salah satu Co-founder DroidLime.