Connect with us
UX370-JOE
meizum6sdroidlime05 meizum6sdroidlime05 560x600
Review

Review Meizu M6s: Kalem Menghanyutkan

Selain bodi solid, Meizu M6s juga menawarkan kamera yang bisa memotret dengan natural layaknya kamera iPhone.

Published

on

M6s adalah jawaban Meizu untuk beberapa smartphone kekinian yang sudah hadir lebih dulu, seperti Vivo V7 atau Xiaomi Redmi 5.

Ketiga smartphone tersebut punya spesifikasi sekelas dan sama-sama berlayar 5,7 inci dengan rasio 18:9. Meski cukup menjanjikan, M6s adalah yang paling tidak terkenal di Indonesia. Karenanya kami menyebutnya “smartphone kalem yang menghanyutkan”.

Desain

meizum6sdroidlime01

Meizu M6s adalah smartphone terjangkau dengan bodi yang solid banget. Dibanding Vivo V7 atau Xiaomi Redmi 5, bobot M6s adalah yang paling berat, yaitu 160 gram. Penyebabnya karena bodinya full metal. Selain bobotnya terasa mantap, bahan metal juga bikin smartphone ini terasa solid.

Kalau bicara soal dimensi, tidak beda jauh dengan kedua pesaingnya dari Vivo dan Xiaomi, karena memang dimensi layarnya sama-sama 5,7 inci dengan rasio 18:9. Jadi smartphone ini bakal terasa nyaman di tangan dan juga fit di kantong celana.

Hanya saja memang ada beberapa catatan soal kenyamanan selama pemakaian. Salah satunya yaitu tombol power-nya yang menurut kami terlalu ke atas. Karena area yang biasanya dipakai untuk menempatkan tombol power dipakai untuk meletakkan sensor fingerprint.

meizum6sdroidlime02

Ya, Meizu M6s memang agak unik. Meizu mungkin mau bikin bodi belakang M6s kelihatan simpel, jadi sensor fingerprint-nya ditempatkan di samping. Dan sensor ini sengaja dibuat ada cekungan agar lebih mudah dipakai.

Mungkin Anda penasaran, nyaman nggak sih? Selama pakai, kami merasa sensor ini fine-fine saja, terasa cukup cepat dan akurat. Tapi memang kenyamanannya masih kalah dibanding sensor yang ditempatkan di tombol home atau bodi belakang. Karena area untuk menempatkan jarinya ini lebih kecil.

Penempatan sensor di samping otomatis juga membuat bagian belakangnya jadi cukup sepi. Hanya ada logo Meizu dan modul kamera tunggal plus LED flash bulat. Untuk modul kameranya ini agak nonjol, tapi tonjolannya hanya sedikit saja.

Dan di bagian depan, di area bezel atasnya Meizu menyediakan LED notifikasi. Sedangkan di bezel bawah kosong tidak ada apa-apa. Tombol navigasi ada di dalam layar. Lalu di sisi bawah ada sederet jack audio, port microUSB, dan grill speaker mono.

Software

meizum6sdroidlime03

Meizu M6s datang dengan Flyme OS 6.3.1 berbasis Android 7.0. Seperti biasa, UI-nya tidak punya App Drawer. Semua ikon apps nongkrong di Homescreen. Saat di Homescreen, kita bisa swipe ke bawah untuk akses jendela notif dan beragam shortcut. Bisa juga swipe ke atas untuk fungsi search.

Nah hal baru yang ditawarkan Meizu di M6s yaitu ada pada tombol navigasi. Kita bisa memilih mau pakai tiga tombol seperti biasa atau cuma pakai satu tombol Super mBack. Kalau pakai tombol mBack ini sebenarnya lebih simpel, tapi butuh adaptasi agar tidak bingung.

meizum6sdroidlime04

Pasalnya satu tombol ini memiliki banyak fungsi. Dipencet untuk fungsi tombol Home dan disentuh untuk fungsi tombol back. Sementara untuk akses Recent Apps bisa swipe tepian dagu ke atas. Dan untuk ganti dari satu apps ke apps lain tinggal swipe ke kiri atau kanan pada bagian bawah layarnya.

Mana yang lebih asyik, semua tergantung selera masing-masing. Kalau kami sih lebih suka menggunakan tiga tombol konvensional karena lebih terbiasa, lebih cepat dan tidak terasa repot.

Beberapa fitur lain yang kami suka dari UI-nya ini yaitu ada Game Mode, Kid Space untuk membatasi penggunaan oleh anak-anak, App lock, dan ada juga built-in screen recorder yang bisa diakses dari jendela notifikasi.

Hardware

meizum6sdroidlime07

Satu hal yang mungkin banyak dikeluhkan dari smartphone ini adalah resolusi layarnya yang cuma HD+, padahal dimensinya 5,7 inci. Ya memang benar hal ini bikin kerapatan layarnya jadi kurang pol.

Tapi di luar soal itu, layar Meizu M6s bisa menampilkan warna yang enak di mata dengan temperatur yang bisa disesuaikan. Apalagi kalau kondisi mati, layarnya hitam pekat, jadi terasa seperti smartphone mahal. Buat penggunaan outdoor juga nyaman.

Hal yang justru paling menarik dari hardware M6s adalah chipset-nya yang antimainstream. Meizu memadukan RAM 3 GB dengan chipset hexa-core Exynos 7872. Karena jarang yang pakai, jadi performa chipset ini pastinya masih misterius.

meizum6sdroidlime06

Seperti biasa, kami cari tahu via AnTuTu Benchmark versi 7.0.4. Skor yang didapat mencapai 91 ribu poin. Lalu kami bandingkan dengan Snapdragon 625 di Redmi 5 Plus dan Helio P23 di OPPO A83, skor yang dihasilkan Meizu M6s ternyata paling tinggi.

Jadi sekarang sudah kebayang ya, hardware di Meizu M6s ini ternyata kece juga. Lalu bagaimana dengan baterainya? Kapasitasnya sih standar saja, cuma 3.000 mAh. Tapi screen-on-time-nya ternyata tidak mengecewakan, bisa dapat 5-6 jam.

Sementara untuk pengisian baterainya juga cepat karena sudah support fast charging. Kami catat waktu yang dibutuhkan untuk mengisi dari kosong sampai full sekitar 1 jam 20 menit saja.

Kamera

meizum6sdroidlime12

Agak sedikit di atas ekspektasi kami, kamera utama M6s bisa hasilin foto yang memuaskan. Definisi memuaskan yang kami maksud di sini yaitu hasil jepretan yang natural apa adanya. Jadi jangan harap bisa mendapat foto dengan warna-warna ngejreng.

Karakter kamera 16 MP dengan aperture f/2.0 di Meizu M6s cukup mirip iPhone, dimana warna hasil jepretan mirip seperti warna aslinya. Hal ini berlaku baik saat motret dikondisi terang maupun gelap.

Motret dikondisi kurang cahaya pun, noise yang dihasilkan bisa dibilang sangat minim. Dan detail foto teteat terjaga. Untuk motret outdoor, dynamic range-nya juga oke meskipun sedang tidak pakai mode HDR.

meizum6sdroidlime08

Hasil-hasil foto yang kece ternyata sebanding dengan ukuran file-nya. Rata-rata foto yang dijepret dengen kamera M6s berukuran 8-10 MB yang artinya sangat besar karena tidak dikompres lagi

Dan untuk mode-modenya tidak terlalu banyak. Yang paling sering antara mode auto atau manual dimana kita bisa atur shutter speed 1/8000 sampai 10 detik, ISO 50-1600, exposure, white balance dan manual focus.

Sedangkan buat selfie ada kamera 8 MP di depan. Meizu sediakan mode Smart dengan lima tingkatan beautify atau Advanced dimana kita juga bisa membesarkan kelopak mata dan mengecilkan dagu. Plus ada satu mode lain yang menarik, yaitu Funny Snap untuk pakai stiker-stiker lucu.

Untuk kualitas kamera depannya ini ternyata berkebalikan dari kamera belakangnya, alias jauh dari kata wah. Apalagi kalau ber-selfie saat cahaya minim. Hasilnya bakal bergelimangan noise.

Kesimpulan

Apa yang ditawarkan Meizu M6s cukup sukses bikin kami tertarik dengan smartphone ini. Khususnya karena M6s punya bodi premium, performa mumpuni dan kamera natural. Semoga saja smartphone ini jadi masuk ke Indonesia dan harganya tidak beda jauh dengan yang dijual di negara asalnya, yaitu sekitar Rp2 jutaan.

Video review

Advertisement
Comments
Review

Review Garmin vivoactive 3: Teman Berolahraga

Garmin vivoactive 3 dirancang untuk memacu semangat Anda untuk rajin berolahraga, khususnya lari dan berenang.

Published

on

DSC00771
Mendengar nama Garmin, tentu akan mengingatkan kita dengan perangkat GPS. Tapi jangan salah, Garmin tak melulu memproduksi GPS. Wearable device lainnya yang juga diproduksi oleh Garmin adalah perangkat kebugaran, salah satunya smartwatch. Desain konvensional Nah, smartwatch kepunyaan Garmin yang kali ini mampir ke meja DroidLime adalah vivoactive 3. Bicara soal desain, vivoactive 3 jujur saja memang terlihat tak semenarik smartwatch Android Wear. Justru kami melihatnya seperti jam tangan biasa yang banyak beredar di pasaran. Bentuknya bulat, stainless steel yang menjadi bezelnya begitu terlihat mencolok. Ada ukiran garis yang memberi kesan sebagai penunjuk waktu konvensional. Praktis smartwatch ini mungkin bakal menarik...
Continue Reading
Review

Review ASUS ZenFone Max Plus: Lebih Modern

ZenFone Max Plus cukup menggoda berkat hadirnya dual-camera, layar 18:9, dan tentunya baterai besar.

Published

on

maxplus14
Satu lagi smartphone baru dari keluarga ZenFone Max yang dibawa ASUS ke Indonesia. Namanya ZenFone Max Plus. Dan nilai plus-nya ada pada layarnya yang sekarang lebih minim bezel dengan rasio 18:9. Desain Masih mengusung embel-embel “Max” ternyata ASUS banyak melakukan perubahan pada ZenFone Max Plus dibandingkan seri terdahulunya. Perubahan paling frontal ada pada layar penuh 18:9 yang terlihat lebih ciamik. Ukuran layarnya 5,7 inci dengan resolusi HD+. Walaupun layarnya besar, smartphone ini dipastikan tetap nyaman digenggam dengan satu tangan karena memiliki bodi berukuran 5,2 inci. ASUS juga membekali Max Plus dengan desain kaca 2,5D, jadi terlihat lebih kece. Sekarang sensor...
Continue Reading
Review

Review Samsung Galaxy S9+: Sama Rupa Beda Rasa

Tampangnya memang serupa Galaxy S8, tapi Galaxy S9 series menawarkan beberapa peningkatan minor yang terasa menarik.

Published

on

s9plusdroidlime143
Kalau Anda berencana membeli Samsung Galaxy S9, kami sarankan untuk memilih yang versi Plus saja karena punya dua kamera belakang. Selain tentunya bisa memotret bokeh yang lagi ngetren, dual-camera ini juga membuatnya terlihat berbeda dari Galaxy S8, Galaxy A8, maupun Galaxy Note 8. Desain Tidak mudah membedakan, mana Galaxy S8+ dan mana Galaxy S9+, apalagi kalau dilihat dari depan. Itu karena desain yang dibawa keduanya memang mirip. Tapi kalau dilihat dari belakang, kita bisa dengan cukup mudah menemukan perbedaannya. Masih membawa perpaduan metal dan kaca berlapis Gorilla Glass 5 pada bodinya, kita bisa mengenali Galaxy S9+ lewat konfigurasi dual-camera vertikal...
Continue Reading

Smartphone Terbaru

Populer