Connect with us
UX370-JOE
reviewlgph450ug06 reviewlgph450ug06 560x600
Review

Review LG PH450UG: Layar Tancap 3D Portabel

Proyektor 3D portabel untuk ruang sempit, bisa ciptakan layar hingga 130 inci dari jarak tembak 60 cm.

Published

on

Selain main game, kegiatan menonton film sudah jadi kebiasaan sebagian besar dari kita dalam rangka memenuhi kebutuhan entertainment. Platform favoritnya sejauh ini hanya tiga: di smartphone, bioskop, atau di TV. Tapi kalau Anda mau sedikit antimainstream, proyektor juga boleh dicoba.

Desain antimainstream

reviewlgph450ug

Kami yakin sebagian besar dari kita agak-agak alergi begitu mendengar kata proyektor. Perangkat satu ini memang lebih identik dengan kegiatan presentasi. Tapi itu dulu, sebelum ada proyektor mini portabel.

Sedangkan yang akan kami bahas kali ini adalah proyektor mini portabel untuk personal atau rumahan. Namanya LG PH450UG. Kalau dilihat dari bentuknya, perangkat ini tidak seperti proyektor pada umumnya.

Ya, bentuknya memang agak unik. Bodinya terbuat dari aluminium dengan dimensi yang masih oke dibawa-bawa bepergian buat nonton bareng bersama teman-teman. Panjang bodinya 20 cm, lebar 13 cm, dan beratnya cuma 1,1 kg.

Di Indonesia, LG PH450UG dijual sekitar Rp7-8 juta. Buat kami pribadi sih harganya memang agak kemahalan. Tapi setelah dipikir-pikir, harga tersebut jadi worth it ketimbang harus beli TV super gede yang harganya pasti jauh lebih mahal.

Layar tancap 3D

reviewlgph450ug03

Nah yang bikin worth it dari proyektor ini adalah teknologi dan fiturnya. Dengan status proyektor portabel, fitur yang ditawarin tidak bisa dianggap remeh. Pertama, konektivitasnya mendukung kabel HDMI atau pun MHL. Jadi bisa langsung konek ke smartphone yang juga udah support MHL.

Kedua, proyektor ini punya tingkat brightness 1.450 ANSI Lumens dan contrast ratio 10.000:1 yang mana angka tersebut tergolong tinggi untuk sebuah proyektor portabel. Dengan begitu, pancaran cahayanya masih bisa keliatan jelas walaupun di ruangan agak terang seperti di kamar.

Ketiga, kita bisa pakai di ruangan super sempit sekali pun. Proyektor ini bisa menampilkan visual hingga ukuran 40 inci hanya dari jarak 7,5 cm. Kalau jarak tembak ke temboknya sekitar 60 cm, visual yang ditampilin bisa sampai 130 inci! Jadi seperti layar tancap.

Keempat, proyektor ini sudah support 3D. Sayangnya dipaket penjualannya tidak disertakan kacamata 3D-nya. Tapi kita bisa beli terpisah karena harga satuan kacamatanya cukup terjangkau, tidak sampai Rp100 ribu.

Nonton oke, ngegame oke

reviewlgph450ug04

Sudah tahu sekilias tentang fitur dan teknologinya, sekarang mari kita bahas soal experience dan performanya. Selain bisa dihubungkan ke notebook atau smartphone, LG PH450UG juga menyediakan slot USB dan bisa memutar jenis file yang sudah familiar, seperti MPEG, MKV, MOV, AVI, atau WMV.

Selama pengujian, kami lebih sering menggunakannya di ruangan dengan cahaya lampu sedang. Gambar yang ditampilkan jelas dan tajam, walaupun nyatanya proyektor ini hanya support sampai resolusi 720p saja.

Untuk mengatur konfigurasi gambar, bisa dilakukan dengan simpel dan mudah, baik menggunakan D-Pad yang ada di bodi proyektor atau via remote. User interface-nya juga sangat familiar, mirip seperti UI yang ada di Smart TV LG.

LG menyediakan preset gambar seperti standar, vivid, cinema, sport, dan dua mode Expert. Kalau nggak sreg dengan konfigurasi tampilan bawaannya, kita bisa atur sendiri brightness, contrast, warna, sharpness, hingga black level.

Beragam output suara

reviewlgph450ug02

Saat kami pakai untuk nonton film, apa yang ditawarkan dari proyektor ini sangat menyenangkan dan memanjakan mata. Seperti punya bioskop pribadi di dalam kamar yang kecil sekali pun. Begitu juga saat dipakai nge-game dengan gerakan cepat seperti game bola atau game first person shooter. Gambar terasa smooth dan nggak ada delay.

Seperti kebanyakan proyektor pada umumnya, kita juga bisa atur fokus gambarnya melalui thumbwheel yang ada di kanan bodi proyektor. Plus, kalau ingin menggunakannya saat meeting grup kecil, ada built-in speaker berdaya 1 watt yang bisa dipakai. Tapi jangan berharap banyak dengan speaker ini karena kualitasnya seperti speaker yang ada di smartphone.

Nah, kalau Anda punya speaker eksternal yang mendukung Bluetooth, Anda bisa pasangkan dengan proyektor yang tentunya harus melewati proses pairing lebih dulu. Selama kami pakai, proyektor ini cenderung silent alias nggak terlalu berisi. Padahal kalau kita liat di sini ada kipas yang lumayan besar untuk sistem pendinginannya.

Kesimpulan

Overall LG PH450UG sangat bisa memenuhi kebutuhan multimedia harian, khususnya bagi kita yang nggak punya space atau ruang luas. Karena proyektor ini bisa nampilin gambar yang gede banget dari jarak yang deket banget. Apapun kebutuhannya, nonton film, main game, atau bahkan nobar Piala Dunia sekalipun bisa dilakukan dengan baik.

Video review

Advertisement
Comments
Review

Review Garmin vivoactive 3: Teman Berolahraga

Garmin vivoactive 3 dirancang untuk memacu semangat Anda untuk rajin berolahraga, khususnya lari dan berenang.

Published

on

DSC00771
Mendengar nama Garmin, tentu akan mengingatkan kita dengan perangkat GPS. Tapi jangan salah, Garmin tak melulu memproduksi GPS. Wearable device lainnya yang juga diproduksi oleh Garmin adalah perangkat kebugaran, salah satunya smartwatch. Desain konvensional Nah, smartwatch kepunyaan Garmin yang kali ini mampir ke meja DroidLime adalah vivoactive 3. Bicara soal desain, vivoactive 3 jujur saja memang terlihat tak semenarik smartwatch Android Wear. Justru kami melihatnya seperti jam tangan biasa yang banyak beredar di pasaran. Bentuknya bulat, stainless steel yang menjadi bezelnya begitu terlihat mencolok. Ada ukiran garis yang memberi kesan sebagai penunjuk waktu konvensional. Praktis smartwatch ini mungkin bakal menarik...
Continue Reading
Review

Review ASUS ZenFone Max Plus: Lebih Modern

ZenFone Max Plus cukup menggoda berkat hadirnya dual-camera, layar 18:9, dan tentunya baterai besar.

Published

on

maxplus14
Satu lagi smartphone baru dari keluarga ZenFone Max yang dibawa ASUS ke Indonesia. Namanya ZenFone Max Plus. Dan nilai plus-nya ada pada layarnya yang sekarang lebih minim bezel dengan rasio 18:9. Desain Masih mengusung embel-embel “Max” ternyata ASUS banyak melakukan perubahan pada ZenFone Max Plus dibandingkan seri terdahulunya. Perubahan paling frontal ada pada layar penuh 18:9 yang terlihat lebih ciamik. Ukuran layarnya 5,7 inci dengan resolusi HD+. Walaupun layarnya besar, smartphone ini dipastikan tetap nyaman digenggam dengan satu tangan karena memiliki bodi berukuran 5,2 inci. ASUS juga membekali Max Plus dengan desain kaca 2,5D, jadi terlihat lebih kece. Sekarang sensor...
Continue Reading
Review

Review Samsung Galaxy S9+: Sama Rupa Beda Rasa

Tampangnya memang serupa Galaxy S8, tapi Galaxy S9 series menawarkan beberapa peningkatan minor yang terasa menarik.

Published

on

s9plusdroidlime143
Kalau Anda berencana membeli Samsung Galaxy S9, kami sarankan untuk memilih yang versi Plus saja karena punya dua kamera belakang. Selain tentunya bisa memotret bokeh yang lagi ngetren, dual-camera ini juga membuatnya terlihat berbeda dari Galaxy S8, Galaxy A8, maupun Galaxy Note 8. Desain Tidak mudah membedakan, mana Galaxy S8+ dan mana Galaxy S9+, apalagi kalau dilihat dari depan. Itu karena desain yang dibawa keduanya memang mirip. Tapi kalau dilihat dari belakang, kita bisa dengan cukup mudah menemukan perbedaannya. Masih membawa perpaduan metal dan kaca berlapis Gorilla Glass 5 pada bodinya, kita bisa mengenali Galaxy S9+ lewat konfigurasi dual-camera vertikal...
Continue Reading

Smartphone Terbaru

Populer