Harga

Rp3.499.000

Bodi

186,6 x 96,6 x 7,6 mm, 229 gram

Prosesor

Qualcomm Snapdragon 615 8-core 1,5 GHz

GPU

Adreno 405

RAM

2 GB

Storage

32 GB

Layar

IPS 6,8 inci (1.920 x 1.080 piksel)

Kamera

13 MP & 5 MP

Baterai

3.500 mAh

Sistem Operasi

Android 5.0.2

Jaringan

Dual-SIM 4G

Sensor

Accelerometer, proximity, compass

Lainnya

USB OTG

Dalam rangka memenuhi kebutuhan harian, terkadang kita membutuhkan lebih dari satu perangkat, seperti smartphone dan tablet. Jika membutuhkan smartphone dan tablet namun merasa repot menggunakan dua perangkat sekaligus, mengapa tidak coba menggunakan Lenovo PHAB Plus?

Kelebihan

Besar namun ramping. Lenovo memang merancang PHAB Plus sebagai sebuah phablet yang masih nyaman digunakan untuk kebutuhan komunikasi dan entertainment. Karenanya, dimensi Lenovo PHAB Plus masih nyaman digunakan untuk menelepon. Phablet ini juga tergolong tipis dengan ketebalan 7,6 mm.

Bodi aluminium. Dibanderol seharga RP3,5 juta, Lenovo PHAB Plus terlihat elegan dengan desain unibody dan material aluminium. Sekilas, desainnya terlihat mirip iPhone 6 versi jumbo. Terlepas dari kemiripannya, Lenovo PHAB Plus memang terlihat trendi.

review-lenovo-phab-plus-01

Layar jumbo full HD. Nyaris 7 inci, atau tepatnya 6,8 inci. Dengan dimensi layar sebesar itu, Anda bisa puas browsing, menonton, dan bermain game menggunakan PHAB Plus. Layar tersebut terbuat dari panel IPS dengan resolusi full HD dan kerapatan 324 ppi. Sudah cukup untuk memanjakan mata serta penggunaan indoor dan outdoor.

Speaker stereo Dolby. Lenovo PHAB Plus punya dua speaker yang terletak di bagian belakang. Satu speaker ada di sisi atas, satunya lagi di sisi bawah namun tidak terlihat. Suaranya tidak kencang namun terdengar detail. Hal ini tak lepas dari software Dolby Atmos yang dimilikinya. Menggunakannya dengan posisi landscape membuat speaker stereo miliknya terasa optimal. Namun perlu diingat, Anda membutuhkan konten film atau game yang mendukung untuk menikmati kualitas suara yang maksimal.

review-lenovo-phab-plus-02

Kamera sekelas smartphone. Dari pengalaman kami menggunakan phablet atau tablet, rata-rata kualitas kameranya seadanya alias tidak memuaskan. Sepertinya Lenovo menyadari hal tersebut dan menyertakan modul kamera 13 MP dan 5 MP yang mumpuni pada PHAB Plus. Hasil jepretannya tergolong memuaskan untuk sebuah phablet.

Baterai 3.500 mAh. Untuk memenuhi kebutuhan penggunanya, Lenovo menjejali PHAB Plus dengan baterai 3.500 mAh. Kapasitas tersebut bisa membuat PHAB Plus tetap nyala hingga lebih dari 15 jam saat menggunakan satu SIM card. Adapun waktu screen-on-time yang dimilikinya mendekati lima jam.

Kekurangan

Pelit slot microSD. Dengan bodi bongsor, seharusnya banyak tempat tersedia untuk slot SIM card dan microSD. Namun nyatanya Lenovo PHAB Plus hanya memiliki dua slot SIM card (4G) yang digabungkan dengan slot microSD. Jadi, Anda harus memilih mau menggunakan dua SIM tanpa microSD atau satu SIM dengan microSD.

Sulit menggunakan dengan satu tangan. Semua orang tahu, ukuran layar 6,8 inci tentu membuat Lenovo PHAB Plus jadi sulit digunakan dengan satu tangan. Sebenarnya Lenovo menyertakan fitur one-handed operation dimana ukuran tampilan layarnya dapat diperkecil dan diatur posisinya. Fitur ini lumayan membantu meski tak terlalu optimal.

Kesimpulan

Sangat sulit menemukan perangkat hasil perpaduan smartphone dan tablet sekarang ini. Dengan layar 6,8 inci dan bentuk yang masih tergolong ramping, serta performa mumpuni, Lenovo PHAB Plus layak dijadikan pilihan bagi Anda yang mencari phablet saat ini.

Video review

Our Rating
User Rating
Rate Here
Handling
Software
Hardware
Camera
Verdict

Lenovo PHAB Plus adalah pilihan bagi Anda yang menginginkan perangkat berlayar besar namun tak ingin repot menggunakan smartphone dan tablet untuk kebutuhan komunikasi hingga entertainment.

Our Rating
User Rating
5 ratings
You have rated this

(last edit: 5 November, 2015 / 10:28 pm)

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
11%
Mau
22%
Biasa Aja
53%
Payah!
14%
About The Author
Romi Hidayat
Pengguna Samsung Galaxy S8 dan Huawei P10. Mengawali karir sebagai jurnalis dan Lab Coordinator untuk majalah CHIP Indonesia hingga 2014. Selanjutnya ia bekerja di Jalantikus dan kini menjadi salah satu Co-founder DroidLime.