Harga

Rp2.399.000

Bodi

152,6 x 76,2 x 8 mm, 150 gram

Prosesor

MediaTek MT6752 octa-core 1,7 GHz

GPU

Mali-T760MP2

RAM

2 GB

Storage

16 GB

Layar

IPS 5,5 inci (1.920 x 1.080 piksel)

Kamera

13 MP & 5 MP (1.080p @30fps)

Baterai

2.900 mAh

Sistem Operasi

Android 5.0

Jaringan

4G

Sensor

Accelerometer, gyro, proximity, compass

Karena sudah terlanjur dikenal dan mendapat respon baik pada penjualan sebelumnya, Lenovo A7000 Special Edition yang sebenarnya bernama Lenovo K3 Note akhirnya benar-benar dipasarkan di Indonesia dengan nama A7000 Special Edition. Lantas, apa yang membuatnya spesial dibanding Lenovo A7000 biasa?

Kelebihan

Desain dan dimensi sangat nyaman. Bagi kami, Lenovo A7000 Special Edition adalah salah satu smartphone berdimensi 5,5 inci paling nyaman. Pasalnya bodinya tergolong ramping dan ringan (150 gram), serta memiliki back cover yang bisa dilepas dengan material matte, terasa lembut di tangan.

review-k3-note-03

Hardware lebih tinggi. Inilah yang membuat Lenovo A7000 layak menyandang embel-embel “Special Edition”. Prosesornya memiliki clockspeed lebih tinggi (1,7 GHz) dibanding Lenovo A7000 (1,5 GHz). Begitu pun dengan storage-nya yang kini meningkat jadi 16 GB (efektif 11 GB). Sementara kapasitas RAM-nya masih sama, 2 GB. Hasilnya, skor AnTuTu Benchmark 5.7.1 yang dihasilkan juga lebih tinggi (45 ribu poin) dibanding Lenovo A7000 (42 ribu poin).

Layar sudah full HD. Lenovo A7000 memiliki layar dengan resolusi HD 1.280 x 720 piksel. Pada Lenovo A7000 Special Edition, layarnya masih berdimensi 5,5 inci, hanya saja resolusinya meningkat jadi 1.920 x 1.080 piksel. Lumayan terlihat lebih jernih, meski tak terlalu jauh perbedaannya.

review-k3-note-02

Sensor lengkap. Urusan sensor, Lenovo membekali A7000 Special Edition dengan sensor yang lebih lengkap. Setidaknya, smartphone ini sudah mendukung sensor compass dan gyroscope.

Vibe UI dengan fungsi gesture. Lenovo A7000 Special Edition dilengkapi fungsi gesture untuk memudahkan penggunaan terutama untuk menjalankan aplikasi tertentu. Mengetuk layar dua kali dalam keadaan mati dapat membangunkan smartphone dari mode sleep. Menjalankan aplikasi seperti kamera atau browser dapat dilakukan dengan cepat, yakni dengan menulis huruf v atau o saat smartphone dalam kondisi terkunci.

Kualitas kamera lebih bisa membuat tersenyum. Salah satu keluhan ketika menjajal Lenovo A7000 dulu mungkin ada pada kualitas kamera 8 MP yang dimilikinya. Meski tidak buruk, sebagian pengguna kurang puas terhadap hasil kameranya. Sekarang dengan resolusi 13 MP, hasil jepretan Lenovo A7000 Special Edition lebih kinclong meski fitur dan menu pada kameranya masih mirip.

Kekurangan

Tombol menu tanpa backlight. Masih sama seperti pendahulunya, Lenovo A7000 Special Edition tak terasa spesial ketika berbicara backlight pada tombol menunya. Akan tetapi, mungkin bagi sebagian orang ketiadaan backlight pada tombol menu bukan hal yang mengganggu karena akan terbiasa dengan sendirinya.

Harga meningkat tajam. Atas segala kelebihan yang diberikan oleh Lenovo, Anda diharuskan membayar lebih banyak. Perbedaan harga yang dimilikinya tergolong lumayan dibanding Lenovo A7000, berbeda sekitar Rp500 ribu. Ya, Lenovo A7000 Special Edition dipasarkan dengan harga Rp2.399.000.

Kesimpulan

Bentuk boleh sama, tapi performa jelas beda. Peningkatan yang dibawa oleh Lenovo A7000 Special Edition memang cukup kami rasakan manfaatnya. Yang paling terasa adalah kapasitas storage lebih lega, dimana pengguna bisa meng-install dua kali lebih banyak game-game HD, serta hasil foto yang lebih jernih.

Video review

Our Rating
User Rating
Rate Here
Handling
Software
Hardware
Camera
Verdict

Asyik digenggam, kamera lebih jernih, dan storage lebih lega membuat Lenovo A7000 Special Edition memang terasa lebih spesial dibanding Lenovo A7000 biasa.

Our Rating
User Rating
3 ratings
You have rated this

(last edit: 7 October, 2015 / 8:16 pm)

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
55%
Mau
18%
Biasa Aja
13%
Payah!
15%
About The Author
Romi Hidayat
Pengguna Samsung Galaxy S8 dan Huawei P10. Mengawali karir sebagai jurnalis dan Lab Coordinator untuk majalah CHIP Indonesia hingga 2014. Selanjutnya ia bekerja di Jalantikus dan kini menjadi salah satu Co-founder DroidLime.