Sensasi merasakan virtual reality (VR) kini bisa dinikmati semua kalangan. Dengan teknologi virtual reality, Anda bisa menonton film atau bermain game seperti tepat berada di depan layar super besar atau bioskop. Adalah Google yang menciptakan terobosan menikmati VR dengan modal sekecil-kecilnya melalui produk bernama Cardboard.

Kelebihan

Harga super murah. Rata-rata perangkat headset untuk menikmati teknologi VR sangatlah mahal, tak kurang dari Rp10 juta. Beberapa di antaranya seperti Sony Head Mounted Display, Oculus Rift, Samsung Gear VR, Project Morpheus, hingga HTC Vive. Namun dengan adanya Google Cardboard, Anda tak perlu merogoh kocek dalam-dalam.

Google Cardboard dijual mulai dari harga Rp90 ribu hingga Rp300 ribu, tergantung dari material dan kualitas yang dimiliki. Produk Cardboard yang kami review kali ini kami beli dari eBay seharga Rp90 ribu. Sangat murah!

Cara merakit yang cukup mudah. Google Cardboard terbuat dari material karton. Ketika membelinya, Anda harus merakitnya terlebih dahulu. Cara merakitnya tergolong mudah karena disertai petunjuk. Waktu yang Anda butuhkan untuk merakitnya kurang lebih sekitar 15 menit.

Bioskop di depan mata. Kami jamin, Anda akan merasa puas dengan apa yang Anda lihat melalui Google Cardboard. Perangkat ini membuat Anda seakan memiliki bioskop pribadi, bahkan dengan layar lebih besar dari yang ada di bioskop.

Ketika menonton film atau bermain game yang sudah dirancang khusus untuk Cardboard, Anda akan merasa ada di dalam film atau game tersebut. Lebih menariknya lagi, film atau game untuk Cardboard mendukung video 360 derajat sehingga semakin membuat Anda hanyut di dalamnya.

Beragam jenis konten. Saat ini sudah ada beberapa jenis video yang bisa Anda download secara gratis di Google Play. Mulai dari video konser musik, video 4D roller coaster, video klip musik, trailer film, game interaktif 1st person shooter, video pemotretan model, hingga video yang akan membawa Anda duduk di dalam mobil Mercedes dan melintasi sirkuit dengan kecepatan tinggi. Semuanya hanya bisa Anda rasakan menggunakan Google Cardboard.

Kekurangan

Material rapuh. Dengan material kardus, Anda harus ekstra hati-hati saat menggunakan maupun menyimpannya. Apalagi jika terkena air, Google Cardboard bisa mudah sobek. Begitu pun ketika hendak menyimpannya. Jika tidak hati-hati, perangkat ini bisa mudah penyok.

Butuh smartphone yang mendukung. Google Cardboard membutuhkan smartphone sebagai media pemutar video. Smartphone tersebut diletakkan di dalam Cardboard dan video yang diputar pada smartphone tersebut diproyeksikan ke mata Anda melalui dua buah lensa. Teknik ini menjadikan video menjadi terlihat sangat besar dan membawa Anda seperti berada di dalamnya.

Namun perlu dicatat, tidak semua smartphone Android mendukung Google Cardboard. Syarat utamanya hanya satu: smartphone harus memiliki sensor gyroscope untuk membaca arah gerakan kepala Anda selama menggunakannya. Apakah Google Cardboard mendukung iPhone? Jawabannya adalah ya.

Terkadang terasa kurang nyaman. Menggunakan Google Cardboard lebih dari sepuluh menit bisa membuat Anda mual. Belum lagi, material kardus atau karton pada Google Cardboard akan membuat hidung atau area bawah mata Anda terasa tertusuk.

Kesimpulan

Dengan segala kekurangannya, Google Cardboard tetap layak untuk dibeli. Setidaknya, Anda bisa menghemat jutaan Rupiah untuk merasakan sensasi asyiknya dikelilingi layar raksasa menonton film 4D. Meski kami rasa Anda akan cepat bosan menggunakannya, paling tidak Anda pernah mencoba sensasi teknologi virtual reality. Jika Anda masih bingung bagaimana alat ini bekerja, Anda bisa melihat video di bawah ini.

(last edit: 12 July, 2015 / 7:36 pm)

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
69%
Mau
13%
Biasa Aja
13%
Payah!
6%
Tentang Penulis
Romi Hidayat

Pengguna ASUS ZenFone AR dan Apple iPhone 7 Plus. Mengawali karir sebagai jurnalis dan Lab Coordinator untuk majalah CHIP Indonesia hingga 2014. Selanjutnya ia bekerja di Jalantikus dan kini menjadi salah satu Co-founder DroidLime.