Harga

Rp2.999.000

Bodi

214 x 120 x 8,9 mm, 328 gram

Prosesor

Intel Atom Z3530 quad-core 1,33 GHz

GPU

PowerVR G6430

RAM

1 GB

Storage

8/16 GB

Layar

IPS 8 inci (1.280 x 800 piksel)

Kamera

5 MP & 2 MP (720p)

Sistem Operasi

Android 4.4.2

Jaringan

3G

Sensor

Accelerometer, proximity, compass

Meneruskan eksistensi Fonepad 7, Asus merilis Fonepad 8 dengan layar 8 inci. Kali ini, Fonepad 8 tak lagi menggunakan prosesor dual-core, melainkan sudah menggunakan prosesor quad-core Intel Atom yang lebih baru. Seperti biasanya, Asus membanderol Fonepad 8 dengan harga tergolong ramah di kantong, Rp2,65 juta.

Kelebihan

Desain mewah. Asus Fonepad 8 yang kami review memiliki warna hitam di bagian layar dengan list berwarna emas dan biru dongker di bagian belakangnya. Walau material utamanya adalah plastik, Asus dapat mengemasnya dengan baik dan terlihat mewah. Bagian belakangnya memiliki motif bergerigi yang membuatnya nyaman digenggam.

Prosesor 64-bit Intel Atom. Dengan prosesor terbaru dari Intel Atom membuat performanya optimal dalam bermain game berat skalipun. Ditambah dengan UI bawaan Asus, yaitu ZenUI yang terkenal ringan membuat kapasitas RAM pada Fonepad 8 selalu berada diangka lebih dari 1 GB. Berbeda dengan tablet atau smartphone lainnya yang menggunakan RAM 2 GB, dimana biasanya hanya tersisa RAM 800 MB karena UI-nya tergolong rakus RAM.

Layar 8 inci yang luas dan rapat. Asus Fonepad 8 memiliki layar dengan bezel yang tipis, yaitu 5 mm. Selain itu, layarnya memiliki resolusi layar 1.280 x 800 dengan panel IPS yang cerah serta kerapatan piksel sebesar 213 ppi. Dengan begitu, kualitas layar Asus Fonepad 8 justru terlihat seperti layar full HD saat menonton video.

Speaker stereo. Suara loudspeaker dihasilkan sangat optimal. Asus Fonepad 8 memiliki dua speaker pada bagian atas dan bawah. Suara speaker terdengar sangat jelas dan seimbang saat kami mencobanya menonton video, baik saat dipegang maupun diletakkan di atas meja. Hal ini dikarenakan lubang speaker berada di sisi depan sehingga tidak tertutup oleh meja atau pun tangan.

Dual SIM card dan baterai awet. Dengan kapasitas baterai 4.000 mAh membuat kita tidak khawatir tablet dual SIM card ini kehabisan baterai. Tablet ini mampu bertahan dengan penggunaan media sosial aktif seharian plus kegiatan menonton film. Pada bagian belakang kanan tablet ini terdapat katup yang dapat dibuka untuk memasukkan dua micro SIM card dengan koneksi 3G dual standby serta sebuah micro SD hingga 32 GB.

User Interface yang menyenangkan. Zen UI memberikan kemudahan bagi penggunanya dengan berbagai pilihan modifikasi tampilan, baik itu mengubah efek scroll menu atau mengubah ikon aplikasi bawaan yang dimilikinya. Caranya cukup dengan menggeser layar ke atas pada halaman homescreen, maka Anda akan di sajikan dengan sembilan menu tambahan untuk mengubah ataupun untuk memodifikasi tampilan interface-nya.

Untuk menggunakan ikon tambahan, Anda harus men-download dulu dari Google Play Store. Sedangkan untuk efek scroll Anda bisa langsung memilih dan menggunakan sebelas mode efek scroll yang dijamin tidak akan membuat Anda cepat bosan dengan tablet ini.

Kekurangan

Kamera kurang memuaskan. Kamera pada Asus Fonepad 8 tidak terlalu bisa diandalkan. Pasalnya, meski beresolusi 5 MP dengan fitur autofokus, hasil jepretannya terlihat noise dan kurang tajam. Selain itu, Asus Fonepad 8 juga tidak memiliki flash.

Kesimpulan

Asus Fonepad 8 bisa memenuhi kebutuhan multimedia harian Anda berkat layar dan speaker yang optimal. Selain itu, tablet ini juga sudah menggunakan CPU quad-core Intel Atom yang baru. Untuk kebutuhan komunikasi, Anda bisa menggunakannya untuk menelepon dan mengirim SMS. Dengan harga Rp2,65 juta, kami hanya menemukan satu kekurangan pada Fonepad 8: kualitas kamera yang kurang memuaskan.

Our Rating
User Rating
Rate Here
Handling
Software
Hardware
Camera
Our Rating
User Rating
6 ratings
You have rated this

(last edit: 18 July, 2015 / 3:35 pm)

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
40%
Mau
0%
Biasa Aja
30%
Payah!
30%
Tentang Penulis
Romi Hidayat
Pengguna ASUS ZenFone AR dan Apple iPhone 7 Plus. Mengawali karir sebagai jurnalis dan Lab Coordinator untuk majalah CHIP Indonesia hingga 2014. Selanjutnya ia bekerja di Jalantikus dan kini menjadi salah satu Co-founder DroidLime.