Prosesor

ARM Cortex M0

RAM

16 KB

Acer Liquid Leap bisa digunakan dengan mudah. Pertama kali menggunakannya, Anda harus melakukan proses pairing agar smartphone dan Liquid Leap saling mengenal dan bertukar informasi. Hal ini dilakukan cukup satu kali di awal pemakaian saja.

Caranya yaitu dengan menghubungkan Liquid Leap ke PC atau notebook melalui docking yang disertakan, lalu akan muncul kombinasi empat digit angka dan huruf. Pada smartphone, install aplikasi Leap Manager, lalu masukkan empat digit kombinasi angka dan huruf yang ditampilkan pada layar Liquid Leap.

Kelebihan

Harga lebih murah. Ada banyak smartband yang bisa Anda beli. Namun rata-rata harganya tak kurang dari Rp1,5 juta. Untuk sebuah smartband seharga Rp999.000 dengan fungsi yang cukup banyak, kami menilai Liquid Leap tergolong murah.

Dilengkapi layar sentuh. Meski dimensinya tergolong kecil, layar Acer Liquid Leap terasa sangat vital dan informatif. Anda bisa langsung mengecek history aktivitas harian seperti jumlah langkah, kalori yang terbakar, durasi waktu aktif Anda bergerak, hingga jarak total yang Anda tempuh dalam berjalan kaki.

Informasi tersebut bisa diakses dengan mudah menggunakan sistem sentuh yang responsif. Layar tersebut menggunakan teknologi green dot white sehingga lebih irit daya dan bisa dilihat dengan jelas di bawah terik matahari.

Nyaman digunakan. Acer Liquid Leap memiliki bentuk yang tergolong wajar sehingga tidak membuat penggunanya terlihat aneh. Material talinya terbuat dari karet, sementara bagian chip sensor dan layarnya berbentuk persegi panjang berbahan plastik. Saat tidak digunakan, bentuknya mungkin tak terlalu oke. Namun setelah terpasang di tangan, smartband ini bisa menunjang penampilan.

Baterai awet. Memiliki layar monokrom, Acer Liquid Leap memiliki baterai dengan ketahanan yang baik. Setidaknya, Anda bisa menggunakannya non-stop minimal selama empat hari. Jadi, Anda hanya perlu mengisi baterainya dua kali seminggu.

Mendukung iOS dan Android. Tidak semua smartband bisa dihubungkan dengan lebih dari satu sistem operasi. Kebanyakan hanya eksklusif untuk platform Android saja. Namun, Acer Liquid Leap bisa digunakan untuk iOS dan Android dengan fungsi dan fitur sama baiknya.

Bisa membaca pesan. Selain berfungsi sebagai fitness tracker, Acer Liquid Leap juga bisa menampilkan notifikasi apa pun yang masuk ke dalam smartphone Anda. Tak hanya itu saja, smartband ini bisa menampilkan dari mana notifikasi berasal, apakah WhatsApp, email, LINE, BBM, SMS, maupun telepon masuk.

Kekurangan

Tidak ada alarm. Acer Liquid Leap bisa digunakan untuk memutar musik dari smartphone. Namun sayang, Acer melupakan hal kecil yang biasanya sangat berguna untuk sebuah smartband, yaitu alarm. Tidak ada pengaturan alarm untuk smartband yang satu ini. Padahal dengan kemampuan vibrate yang dimilikinya, Acer Liquid Leap seharusnya bisa membangunkan penggunanya saat tertidur lelap.

Pairing membutuhkan docking. Jika Anda tidak membawa laptop dan docking charger, Anda tidak bisa melakukan pairing untuk menghubungkan Liquid Leap dengan smartphone. Untuk melakukan hal ini, satu-satunya cara yaitu dengan menempatkan smartband ke dalam docking sehingga bisa terdeteksi oleh smartphone.

Kesimpulan

Di Indonesia, Acer Liquid Leap menjadi smartband yang potensial. Harga terjangkau menjadi alasan utamanya. Smartband ini juga sudah didukung dengan layar sentuh green dot white (monokrom) dan bisa digunakan baik oleh perangkat iOS maupun Android. Bentuknya pun tak terlalu besar, sehingga tidak menimbulkan kesan aneh saat dipakai.

Our Rating
User Rating
Rate Here
Handling
Software
Hardware
Verdict

Wearable perdana dari Acer yang ternyata patut diperhitungkan. Acer Liquid Leap ditawarkan dengan harga hanya Rp1 juta, memiliki bentuk simpel, tidak norak, plus kemampuan yang bisa dikatakan lengkap.

Our Rating
User Rating
1 rating
You have rated this

(last edit: 18 July, 2015 / 3:44 pm)

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
0%
Mau
67%
Biasa Aja
22%
Payah!
11%
Tentang Penulis
Romi Hidayat

Pengguna iPhone X. Mengawali karir sebagai jurnalis dan Lab Coordinator untuk majalah CHIP Indonesia hingga 2014. Selanjutnya ia bekerja di Jalantikus dan kini menjadi salah satu Co-founder DroidLime.