Smartwatch dari Razer Ini Menggoda dengan Dua Layar dan Dua Baterai

CES 2016 menjadi ajang yang pas bagi produsen aksesori dan periferal gaming Razer untuk memperkenalkan produk terbaru mereka. Bukan mouse, headset, atau keyboard gaming, produk terbaru yang mereka kenalkan justru sebuah smartwatch.

Smartwatch bernama Razer Nabu Watch ini memiliki keunikan tersendiri dengan membawa dua buah layar serta dua buah baterai di dalamnya. Selain sebagai penunjuk waktu, Razer Nabu Watch bisa memberikan informasi seputar aktivitas olahraga penggunanya berkat adanya sensor accelerometer.

Uniknya, baterai utama yakni baterai jam tangan biasa dengan ketahanan hingga satu tahun. Sedangkan baterai kedua adalah baterai rechargeable yang bisa diisi menggunakan kabel USB. Ketahanannya diklaim bisa mencapai satu minggu.

Layar utama Razer Nabu Watch berfungsi untuk menampilkan waktu seperti jam tangan pada umumnya. Sedangkan layar kedua berjenis OLED berfungsi menampilkan info jumlah langkah, aktivitas tidur, hingga notifikasi yang masuk ke smartphone. Jika tidak membutuhkan info tambahan tersebut, pengguna bisa mematikannya dan menggunakannya sebagai jam tangan biasa.

Razer Nabu Watch bisa disandingkan dengan perangkat Android dan iOS menggunakan koneksi Bluetooth LE (low energy). Notifikasi yang bisa ditampilkan cukup banyak, mulai dari email, telepon, SMS, hingga media sosial seperti Facebook atau Twitter.

Ada dua varian Razer Nabu Watch yang akan dipasarkan. Varian pertama merupakan versi standar, hadir dengan bahan polycarbonate dengan harga US$150. Sementara varian kedua yakni Razer Nabu Watch Forged Edition memiliki tombol yang terbuat dari stainless dengan harga US$200. Smartwatch tahan air ini mulai tersedia akhir Januari nanti.

(last edit: 7 January, 2016 / 9:50 am)

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
80%
Mau
13%
Biasa Aja
7%
Payah!
0%
Tentang Penulis
Romi Hidayat
Pengguna ASUS ZenFone AR dan Apple iPhone 7 Plus. Mengawali karir sebagai jurnalis dan Lab Coordinator untuk majalah CHIP Indonesia hingga 2014. Selanjutnya ia bekerja di Jalantikus dan kini menjadi salah satu Co-founder DroidLime.