Rahasia di Balik Harga Murah Xiaomi Redmi Pro

Now Reading
Rahasia di Balik Harga Murah Xiaomi Redmi Pro

Redmi Pro sedang menjadi primadona baru Xiaomi saat ini. Smartphone tertinggi dari keluarga Redmi ini dijejali banyak teknologi dan fitur terkini di dalamnya. Sebut saja prosesor 10-core, bodi metal, dual-camera, RAM 4 GB, serta layar cemerlang dengan panel OLED. Bahkan Xiaomi Redmi Pro jadi satu-satunya smartphone bujet yang memiliki layar OLED.

Dalam presentasi saat peluncurannya, Xiaomi mengklaim layar yang dimiliki Redmi Pro adalah salah satu yang terbaik untuk kelas smartphone. Layar OLED pada Xiaomi Redmi Pro memiliki resolusi full HD dengan tingkat kecerahan ekstra tinggi. Contrast ratio yang dimilikinya mencapai 60.000:1 dengan colour gamut 100 persen. Namun sederet teknologi dan fitur terkini tidak membuat Xiaomi membanderol mahal Redmi Pro. Apa sebabnya?

layar-redmi-pro

Salah satu rahasianya terletak pada layar OLED tersebut. Tidak seperti sisi kamera yang membawa modul kamera buatan Sony dan Samsung, layar OLED milik Xiaomi Redmi Pro bukanlah ciptaan produsen ternama seperti Samsung atau LG. Ada dua perusahaan asal Cina yang menyuplai layar OLED tersebut, yaitu EverDisplay dan BOE.

Baca juga: Smartphone Perusak Pasar Xiaomi Redmi Pro Akhirnya Dirilis

EverDisplay menjadi pemasok utama, dibantu oleh BOE ketika pasokan dari EverDisplay sudah mulai menipis. Layar OLED ciptaan keduanya diklaim memiliki kualitas mumpuni dengan harga lebih murah ketimbang bikinan LG atau Samsung. Karena itulah akhirnya Xiaomi bisa menciptakan smartphone pertamanya dengan layar OLED namun tetap bisa dipasarkan dengan harga yang terjangkau.

Lihat Juga Review
  •  
    Review ASUS ROG GL553VW
  •  
    Review OnePlus 3T
  •  
    Review ASUS Transformer Pro 3
  •  
    Review Acer E5-553G
Subscribe untuk terus update ulasan gadget terbaru dari kami!

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
71%
Mau
13%
Biasa Aja
9%
Payah!
7%
About The Author
Romi Hidayat
Pengguna iPhone 7 dan Huawei P9. Mengawali karir sebagai jurnalis dan Lab Coordinator untuk majalah CHIP Indonesia hingga 2014. Selanjutnya ia bekerja di Jalantikus dan kini menjadi salah satu Co-founder DroidLime.
2 Comments
Leave a response

Leave a Response