Connect with us
MaxM2
Featured

OPINI: Desain Slider jadi Standar Smartphone 2019?

Tren smartphone dengan desain sliding kembali kita jumpai tahun ini. Nah, apakah konsep sliding ini masih akan terus populer tahun depan?

Updated

Mari sejenak kembali ke masa lalu di era tahun 2000-an dan mengingat ketenaran Nokia di zaman itu. Sebagai mantan penguasa pasar ponsel dunia, Nokia kerap kali merilis ponsel dengan desain yang unik bahkan nyeleneh.

Mulai dari ponsel berkonsep flip hingga ponsel sliding telah mereka ciptakan. Di zaman itu, dunia benar-benar dibuat kagum dan tercengang oleh ponsel-ponsel asal Finlandia tersebut. Adapun ponsel dengan sistem sliding kala itu diciptakan untuk memuat keyboard di smartphone.

Namun, masa kejayaan Nokia hangus ketika produsen lain mampu menciptakan ponsel pintar alias smartphone. Nama Blackberry disebut-sebut menjadi salah satu brand yang merampas kejayaan tersebut. Tapi kini BlackBerry pun sudah bernasib serupa.

OPPO memulai kembali

Kembali ke masa sekarang, konsep sliding yang telah dipopulerkan Nokia kini diterapkan lagi di ponsel pintar. OPPO layak dinobatkan sebagai pionir smartphone sliding karena berhasil merilis OPPO Find X.

Kesan futuristik sangat menonjol pada smartphone ini. Berbeda dengan sistem sliding masa lalu yang bertujuan menyisipkan keyboard, sistem slider pada Find X digunakan untuk menyisipkan kamera depan. Tujuannya tak lain agar smartphone bisa tampil dengan layar bezel-less.

Prototipe ini kemudian menginspirasi produsen smartphone Cina lain seperti Xiaomi yang juga merilis smartphone sliding Xiaomi Mi Mix 3. Pun demikian dengan Honor yang juga sudah meluncurkan smartphone berkonsep sliding Honor Magic 2.

Menghindari poni

Latar belakang hidupnya kembali konsep sliding dipicu oleh populernya layar full-view di dunia smartphone. Bermula dari layar 16:9 lalu beralih ke 18:9 dan kemudian Apple mempopulerkan konsep layar berponi dengan aspek rasio 19:9.

Gairah untuk menyajikan layar full view yang benar-benar full hampir tanpa bezel serta tanpa poni terbesit di benak OPPO. Tak butuh waktu lama, mereka merilis OPPO Find X dengan konsep serupa. Apresiasi besar kepada OPPO yang berhasil menghidupkan kembali konsep sliding di tahun 2018 ini.

Dari sini kita bisa melihat beberapa kelebihan yang diberikan smartphone sliding. Yang pertama, layar terasa sangat lega tanpa bezel. Yang kedua, sliding ini memiliki fungsi lain seperti pada Xiaomi Mi Mix 3, dimana slider juga berfungsi untuk mengangkat telepon.

Gampang rusak?

Namun dari beberapa kelebihan yang ditawarkan, tentu konsep layar ini juga membawa kekurangan. Penggunaan secara terus menerus tidak menutup kemungkinan terjadinya kerusakan.

Meski OPPO dan Xiaomi mengklaim bahwa mereka telah melewati proses pengujian hingga ratusan ribu kali, namun kecacatan dan kerusakan adalah hal yang tak bisa diprediksi kedatangannya.

Selain itu, desain baru semacam ini tentu menimbulkan kesulitan tersendiri bagi petugas reparasi untuk memperbaiki karena proses pembongkaran smartphone yang rumit.

Tidak hanya itu saja, bagi orang-orang yang menyukai kepraktisan, desain sliding terasa sedikit kurang praktis. Mau selfie harus sliding, mau buka ponsel harus sliding.

Slider vs layar lipat fleksibel

Desain sliding memang terasa sangat futuristik. Namun bagaimana jika desain ini diadu dengan smartphone layar lipat fleksibel? Masihkah terlihat keren? Ya! Masih terhitung beberapa hari lalu, Samsung baru saja memamerkan smartphone layar lipatnya.

Kemungkinan besar smartphone ini bakal dirilis pada tahun 2019 nanti. Namun, melihat proses pembuatannya yang rumit, sepertinya smartphone layar lipat tidak dapat diproduksi dalam jumlah yang banyak.

Konsep sliding pada smartphone memiliki potensi yang besar untuk bersinar di tahun 2019. Bisa jadi, smartphone-smartphone kelas entry-level dan mid-rangebakal ramai-ramai ikut menerapkan konsep ini.

Baca juga

Namun, apa jadinya jika ternyata ada lagi teknologi baru hadir di tahun mendatang? Seperti yang kita tahu, LG sedang membuat paten smartphone dengan kamera selfie di dalam layar. Menilik perkembangan teknologi yang melaju sangat kencang, semua hal bisa saja terjadi!

Comments

Populer

2014 - 2018 DroidLime.com.
Android is a trademark of Google LLC. DroidLime are not affiliated, associated, authorized, endorsed by, or in any way officially connected with Google LLC., or any of its subsidiaries or its affiliates.