/ ASUS

Notebook Premium ASUS ZenBook UX410 Mendarat di Indonesia

ASUS Indonesia kembali menambah koleksi notebook premiumnya untuk di pasarkan di tanah air. Notebook dengan tipe ZenBook UX410 ini disasar untuk memenuhi kebutuhan para konten kreator yang aktif menciptakan konten, terutama di media online.

Konten kreator bisa jadi seorang YouTuber yang berkarya lewat video-videonya, Blogger yang menulis menulis melalui kumpulan artikelnya, Band maupun Solois yang menciptakan lagu dan menyebarkan lewat plaform seperti Soundcloud atau yang lainnya, hingga para komikus yang menghibur dengan gambar-gambar jenakanya di Instagram.

ux410 02

Lalu apa yang dibutuhkan untuk menjadi seorang kreator konten? Menurut salah seorang kreator beken asal Indonesia, Eka Gustiwana, ada dua instrumen utama yang paling mendasar, yakni ide dan alat. “Pertama, pembuat konten haruslah menggali ide orisinal terkait konten yang akan dibuat,” ucap Eka. “Ide akan menjadi pijakan awal yang menentukan arah para kreator dan melangkah dan mempengaruhi seluruh karya kreatif yang akan diciptakannya,” katanya lagi.

“Notebook dipakai oleh hampir semua pembuat konten, baik dia seorang YouTuber, Musisi, Filmmaker, Komikus, Desainer, dan Blogger,” sebut Eka. “Mereka menggunakan notebook untuk merangkai ulang karyanya agar bisa dinikmati orang lain,” ujar Eka.

ZenBook UX410 sendiri menawarkan desain premium yang dipadukan spesifikasi tertinggi di kelasnya. Untuk membantu produktivitas penggunanya, ASUS menyematkan dukungan prosesor hingga Core-i7 7500U, RAM 8 GB, dan storage gabungan SSD 128 GB serta HDD 1 TB. Sementara pengolah grafis dipercayakan pada NVIDIA GeForce 940MX. Di Indonesia, ASUS ZenBook UX410 nantinya bakal dipasarkan dengan harga Rp15.799.000 dengan bundling OS Windows 10.

(last edit: 16 June, 2017 / 9:40 am)

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
69%
Mau
25%
Biasa Aja
7%
Payah!
1%
Tentang Penulis
Romi Hidayat

Pengguna ASUS ZenFone AR dan Apple iPhone 7 Plus. Mengawali karir sebagai jurnalis dan Lab Coordinator untuk majalah CHIP Indonesia hingga 2014. Selanjutnya ia bekerja di Jalantikus dan kini menjadi salah satu Co-founder DroidLime.