Connect with us
Asus Zenfone 4 Selfie

News

Moto C Plus, Moto E4 Plus, dan Moto G5s Plus Mendarat di Indonesia

Published

on

g5splus

Motorola di bawah bendera Lenovo kembali eksis di tanah air. Kemarin (19/09), Motorola melepas tiga smartphone anyar entry-level dan mid-end sekaligus, yakni Moto C Plus, Moto E4 Plus, dan Moto G5s Plus. Di antara ketiganya, jelas Moto C Plus jadi yang paling terjangkau.

Moto C Plus membawa chipset quad-core MediaTek MT6737, RAM 2 GB, storage 16 GB, dan kombinasi kamera 8 MP serta 2 MP di depan. Dengan dimensi layar 5 inci, Motorola berhasil menyematkan baterai besar 4.000 mAh ke dalamnya. Oleh Motorola, Moto C Plus dibanderol Rp1,7 juta.

Berikutnya ada Moto E4 Plus. Smartphone ini memiliki dimensi layar yang lebih besar, yakni 5,5 inci dengan resolusi 720p. Chipset yang digunakan masih sama-sama MT6737, namun kapasitas RAM dan storage-nya lebih besar, masing-masing 3 dan 32 GB. Pun begitu dengan resolusi kamera belakang yang mencapai 13 MP dan kamera depan 5 MP, serta baterai 5.000 mAh. Smartphone ini dibanderol Rp2,3 juta.

Nah yang paling menarik adalah Moto G5S Plus yang digadang-gadang sebagai pesaing berat Android One Xiaomi Mi A1. Pasalnya spesifikasi yang dibawa kedua smartphone ini memang identik. Mirip Mi A1, Moto G5S Plus dibekali chipset Snapdragon 625, RAM 4 GB, storage 32 GB, dan baterai 3.000 mAh.

Yang jadi daya tarik utamanya adalah dual-camera di belakang yang masing-masing beresolusi 13 MP. Konfigurasi dual-camera ini bisa menghasilkan foto bokeh. Pengguna dapat mengatur tingkat blur sesuai dengan keinginan. Motorola mengemas G5S Plus dengan layar 5,5 inci Full HD.

Bekerjasama dengan Lazada, Lenovo Indonesia menawarkan Moto G5S Plus dengan harga yang cukup menggiurkan, yakni Rp2.999.000 selama periode 20 September hingga 28 September 2017. Praktis banderol harga tersebut bakal sekelas dengan Xiaomi Mi A1 yang juga dijual di Indonesia.

Advertisement
Comments

News

Aturan Baru Google Bikin YouTuber Pemula Susah Dapat Duit

Published

on

youtube

Semakin berkembangnya platform YouTube otomatis membuat jumlah kreator konten (YouTuber) juga terus melonjak drastis. Tentu saja hal ini membawa dampak positif dan juga negatif. Namun untuk mencegah menjamurnya konten yang “asal-asalan”, Google pun membuat kebijakan baru.

Ya, Google kini memperketat aturan main di YouTube bagi mereka yang tergolong baru. Mulai saat ini, sebuah channel baru akan bisa me-monetize atau menerima iklan yang terpasang di videonya setelah memenuhi dua syarat utama.

Syarat pertama yakni channel tersebut harus sudah memiliki setidaknya 10.000 subscriber. Dan syarat kedua, video-video yang ada di channel tersebut sudah ditonton setidaknya hingga 4.000 jam (view hours) dalam kurun 12 bulan terakhir.

Aturan baru ini berlaku untuk semua channel dan Google juga menetapkan deadline bagi channel tersebut untuk memenuhi syarat-syaratnya hingga 20 Februari 2018 mendatang. Jika tidak, channel tersebut tidak bisa mengikuti YouTube Partner Program.

Karenanya tidak heran aturan baru tersebut membuat sejumlah channel baru ketar-ketir. Sebagian besar dari mereka memilih cara yang disebut “sub for sub”. Si pemilik channel akan meninggalkan komentar di channel baru lainnya untuk mengajak saling subscribe.

Sekali lagi, aturan ini ditempuh Google untuk melindungi para kreator konten yang berkualitas, salah satunya dimana karya-karya mereka seringkali “dibajak” dan di-upload ulang. Selain itu juga untuk membasmi channel yang sering meng-upload video clickbait tidak bermutu.

Continue Reading

News

Usung Fingerprint Bawah Layar, Vivo X20 Plus UD Meluncur 25 Januari

Published

on

vivox20plusud

Vivo resmi menjadi produsen smartphone pertama yang memanfaatkan teknologi sensor fingerprint di bawah (di balik) layar, menyalip Samsung dan Apple. Prototype smartphone tersebut sudah dipamerkan di gelaran Consumer Electronic Show 2018 awal Januari kemarin.

Setelah menjajal kemampuannya, kini muncul pertanyaan, kapan smartphone tersebut benar-benar dirilis dan tersedia di pasaran. Tidak perlu menunggu lama-lama, kini sudah muncul bocoran mengenai tanggal rilis dan juga harga dari smartphone yang dimaksud.

Disebutkan smartphone pertama yang mengusung fingerprint bawah layar tersebut adalah Vivo X20 Plus UD. Huruf “UD” sendiri diyakini sebagai singkatan dari “Under Display”. Dan seorang leakster bernama Zyad Atef pun menyebut smartphone ini bakal hadir 25 Januari 2018.

Bocoran informasi tersebut ia lontarkan melalui akun Twitter resminya. Ia juga menyebutkan perkiraan harga Vivo X20 Plus UD, yakni sekitar US$625 (Rp8,4 juta). Karena memuat sensor di bawah layar, maka tak heran jika hal ini membuat dimensi layarnya membengkak jadi 6,43 inci.

Sekilas dari bocoran gambar yang beredar, Vivo X20 Plus UD menganut desain yang cukup serupa OPPO F5 dan juga OnePlus 5 yang memang masih satu keluarga dengan Vivo. Dan dari beberapa komentar media yang sudah menjajal, disebutkan sensor fingerprint-nya sedikit lebih lambat dari sensor pada umumnya.

Tidak heran karena ini adalah teknologi baru yang memang cukup rumit untuk diterapkan. Namun bagaimana pun juga, kehadiran smartphone ini tentu saja begitu dinantikan karena membawa teknologi yang benar-benar baru dan canggih.

Continue Reading

News

Inilah Smartphone yang Paling Sering Dijiplak Sepanjang 2017

Published

on

mostsmartphone

Semakin membludaknya populasi smartphone yang beredar hingga saat ini membuat desainnya jadi makin mirip satu sama lain. Maka tak heran apabila ada klaim atau pendapat saling jiplak yang dilakukan antar produsen smartphone.

Aktivitas menjiplak ini tentunya paling banyak dijumpai di Cina. Ya, bukan cuma smartphone, produk lain pun juga kerap ditiru atau bahkan dipalsukan di Negeri Tirai Bambu tersebut.

hapepalingseringdijiplak

Nah, bicara soal smartphone tiruan, belum lama ini ada daftar menarik yang dirilis oleh AnTuTu. Perusahaan pencipta aplikasi benchmark tersebut merilis daftar smartphone yang paling sering dijiplak di Cina selama 2017. Dan nama Samsung keluar sebagai pemuncak.

Ini artinya smartphone buatan Samsung lah yang paling sering dijiplak di Cina dengan persentase 36,23 persen. Adapun smartphone buatannya yang paling sering ditiru adalah flagship Galaxy S7 edge.

Menyusul Samsung ada Apple di urutan kedua dengan angka 7,72 persen. Sudah bisa dipastikan, iPhone 7 Plus jadi smartphone yang paling banyak memiliki kloningan, khususnya karena jadi salah satu pionir yang menawarkan konfigurasi dual-camera.

Lalu siapa saja merek smartphone lain yang kerap ditiru? Di urutan ketiga hingga kelima masing-masing ditempati Xiaomi dengan persentase 4,75 persen, OPPO sebanyak 4,46 persen, dan terakhir Huawei sebanyak 3,4 persen.

Continue Reading

Populer