MediaTek Helio X30 Kalahkan Snapdragon 820 di Benchmark AnTuTu

Now Reading
MediaTek Helio X30 Kalahkan Snapdragon 820 di Benchmark AnTuTu

Bulan lalu MediaTek dikabarkan tengah mengerjakan chipset terbaru mereka Helio X30, kini melalui situs Weibo seorang analisis bernama Pan Jiutang mengungkapkan keberadaan chipset tersebut. Helio X30 dikatakan dibuat menggunakan proses FinFET 10nm dan akan memiliki sepuluh core CPU.

Walau postingan tersebut tidak merinci spesifikasi X30 secara detail, diketahui bahwa Helio X30 menggunakan sepasang core Artemis 2.8GHz, empat core Cortex-A53 2.2GHz dan empat core Cortex-A53 2Gz. Helio X30 sanggup support kamera 26MP, dual camera setup, koneksi VR, konetivitas LTE Cat.13, dan RAM 8GB.

Benchmark Tertinggi

Yang menarik, Pan Jiutang juga memberikan slide persentasi dimana MediaTek Helio X30 ini mendapatkan nilai 160,000 poin di benchmark AnTuTu. Nilai ini melewati nilai yang diperoleh Snapdragon 820 sebanyak 30,000 poin.

mediatek-helio-x30-benchmark

Baca juga: 5 Aplikasi Benchmark Terpercaya untuk Uji Kinerja Android

MediaTek berencana menjadikan Helio X30 sebagai chipset andalannya untuk tahun 2017. Sampai saat itu tiba, MediaTek akan berfokus pada pengoptimalan konsumsi power dari chipset ini.

Lihat Juga Review
  •  
    Review ASUS ROG GL553VW
  •  
    Review OnePlus 3T
  •  
    Review ASUS Transformer Pro 3
  •  
    Review Acer E5-553G
Subscribe untuk terus update ulasan gadget terbaru dari kami!

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
72%
Mau
13%
Biasa Aja
5%
Payah!
11%
About The Author
Novianto Setiawan
Pengguna ASUS ZenFone 6. Game addict yang bisa menghabiskan waktu tidurnya untuk konsentrasi bermain game. Ia memulai karir menulisnya di DroidLime.
5 Comments
Leave a response
  • Andri Basuseto
    July 27, 2016 at 4:53 pm

    buat apa juga kenceng. kok masih suka dibuai oleh media. komputer aja yg dualcore bisa main game berat kok. lha ini yg 10 core bisa gak nyaingin intel dualcore? lha emang kalo 10 core mau dipake apa? bisa gak di instal virtualisasi biar bisa jalanin game windows yg berat?

    • Michael Daniel
      August 21, 2016 at 7:10 pm

      Laptop kau bandingin dengan HP . Kek bandingin mobil sama motor. Motor bisa ga tembus 300 km/jam ?
      Sekarang masalahnya overheat nya bang. Ga tau apa apa jangan bicara bagusan

      • Andri Basuseto
        August 21, 2016 at 8:28 pm

        motoGP bisa 300km/jam dgn mesin lebih kecil. ninja 250cc lebih kencang drpada inova 2000cc.
        hal ini beda dgn tablet/smartphone dgn 10 core. mau dipake buat apa kalo gak maksimal? masih terbuai dgn 10core? baca fakta. kebanyakan smartphone dgn CPU mediatek menggunakan kernel generic android. yg mana kernel generic ini masih sangat minim pengembangannya. jd itulah kenapa 10core hanya sdikit lbih bagus ketimbang quadcorenya qualcomm. spek tinggi tp minim pengembangan OS sama aja bohong.

        itulah kenapa banyak smartphone mediatek murah2. trus ujung2nya pada minta di root, kenapa? krn banyak yg merasa OS generic bawaan kurang maksimal. mendingan tetap setia dgn quadcore tp stabil ketimbang pentacore/hexacore atau berapapun corenya tp gak maksimal di OS.

      • Michael Daniel
        August 23, 2016 at 1:52 pm

        Hmm , lo bilang kernel generic android , ak ga blg soal qualcomm vs mediatek . Skrg lo comment mengenai Intel di laptop sama Qualcomm di handphone jelas beda peang. Trus fyi , ninja 250 rr lebih cepat dr innova ? Mimpi lu! Top speed innvoa bisa tembus 200 , 250 rr di tune up gimana pun baru 160 da mentok . Dan kalo bandingin berat dan kapasitas penumpang jelas beda ! Ga tau jangan sol tau , ane orang xda bang . Ku akui MTK procs memang cenderung clockspeed nya rendah dan mentok di octacore atau pun heksacore , tapi kita masih blum tau kemampuan dekacore . Bisa aja dalam chip nya itu ada quadcore – dualcore -quadcore atau vice versa . Lo ngomong mengenai area yang masih lo kenal . Hp kau apa? Laptop kau apa? Biar tau aku ,kau kok bisa tau soal performance dekacore?

      • Andri Basuseto
        August 23, 2016 at 4:43 pm

        memang anda tidak bilang. tp di judul artikel ini sedang membandingkan kedua merek tersebut. pada banyak perangkat ternyata CPU mediatek walau memiliki banyak core, yg dipake hanya dual core saja padahal perangkat sedang digunakan untuk menjalankan aplikasi berat. ternyata masalahnya ada di pengembangan OS generic yg minim sehingga OS itu tidak bisa menghandle inti(core) CPU yg harusnya octacore. harusnya otomatis semua core aktif saat ponsel sedang full load tp tidak di mediatek dan kembali ke dual core saat sedang idle. beberapa core terlihat nganggur tidak melakukan apa2 walau di geber full load game. itulah kenapa banyak android yg di root untuk memaksimalkan kernel lama yg busuk. saya percaya jumlah core yg banyak memungkinkan sebuah perangkat bisa bekerja lebih gesit dan kencang, tp kita perlu lihat juga dr segi bisnis dan promosi apakah jumlah core yg banyak itu benar2 real atau hanya sekedar embel2 untuk memikat pembeli?. bahkan beberapa set top box android yg menurut spesifikasi octacore tp dilihat dr Antutu cuma quadcore, masalahnya STB itu menggunakan kernel generic yg hanya mendeteksi CPU quadcore saja. solusinya di root dan ganti kernel yg kompatible. gak ada solusi lain.

        mengenai pertanyaan anda sampai seberapa penasaran anda dengan perangkat yg saya pakai. saya jawab. dr dulu saya pake PDA O2, trus ganti android froyo skitar tahun 2011 lalu karena bosan dgn fitur2 android lalu saya ganti ke microsoft lumia sampe sekarang saya ganti lagi ke lumia 540. saya lebih tertarik untuk menggunakan windows. laptop saya cuma ada toshiba core i3. komputer saya cuma intel dual core. tp jangan kaget intel dual core saya performa setara dengan core i7 untuk penggunaan harian. walaupun untuk render kalah kuat. saya gak butuh komputer render asal program VS2015 saya jalan. tablet saya ada tablet windows, tablet android juga ada sekedar untuk iseng2. bisa dibilang saya selalu pake windows mulai smartphone, laptop, komputer, tablet dan IoT(Raspberry Pi3).

Leave a Response