Lumia 950 dan 950 XL Jadi Senjata Microsoft Lawan iPhone dan Android

Tadi malam (06/10), bertempat di New York, Amerika Serikat, Microsoft mengadakan acara penting untuk mengungkap dan memamerkan produk-produk terbaru mereka. Dua di antara beberapa produk yang diperkenalkan adalah Microsoft Lumia 950 dan Lumia 950 XL.

Kedua smartphone ini resmi menjadi smartphone dengan sistem operasi Windows 10 Mobile pertama di dunia. Bukan hanya membawa OS baru, Microsoft Lumia 950 dan 950 XL juga mengusung hardware terbaik di kelasnya, seakan menunjukkan tak ingin kalah dari iPhone dan smartphone Android kelas atas.

Microsoft Lumia 950 XL memiliki layar 5,7 inci 2.560 x 1.440 piksel dengan panel AMOLED. Di dalamnya terdapat prosesor Qualcomm Snapdragon 810, RAM 3 GB, serta baterai 3.300 mAh. Meski merupakan smartphone flagship, Lumia 950 XL nyatanya tidak mengusung desain unibody. Untuk mendinginkan prosesor Snapdragon 810 yang dikenal panas, Microsoft menggunakan teknologi liquid cooling.

microsoft-continuum

Sementara itu, Microsoft Lumia 950 datang dengan layar lebih kecil, 5,2 inci dengan panel dan resolusi yang sama dengan Lumia 950 XL. Prosesornya sedikit lebih rendah, yaitu Qualcomm Snapdraon 808 yang ditandemkan dengan RAM 3 GB dan baterai 3.000 mAh. Lumia 950 dibanderol seharga US$550 dan Lumia 950 XL dibanderol seharga US$650.

Baik Microsoft Lumia 950 maupun Lumia 950 XL memiliki modul kamera 20 MP dengan lensa Carl Zeiss dan triple-LED flash. Keduanya juga sudah menggunakan port USB Type-C untuk pengisian baterai lebih cepat. Menariknya, dengan fitur Windows Continuum, pengguna bisa menggunakan kedua smartphone ini untuk pengalaman mengetik dan bekerja seperti menggunakan desktop PC atau notebook. Caranya cukup menghubungkan smartphone dengan Microsoft Display Dock.

(last edit: 7 October, 2015 / 9:06 am)

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
76%
Mau
10%
Biasa Aja
3%
Payah!
10%
Tentang Penulis
Romi Hidayat

Pengguna iPhone X. Mengawali karir sebagai jurnalis dan Lab Coordinator untuk majalah CHIP Indonesia hingga 2014. Selanjutnya ia bekerja di Jalantikus dan kini menjadi salah satu Co-founder DroidLime.