Lenovo A6000 vs Xiaomi Redmi 2 vs Polytron ZAP 5

Berencana mengganti smartphone 3G dengan smartphone 4G di awal tahun ini? Anda tak boleh melewatkan tiga smartphone paling hot yang banyak diincar di kuartal pertama 2015 ini. Mereka adalah Lenovo A6000(Rp1.499.000), Xiaomi Redmi 2 (Rp1.599.000), dan Polytron ZAP 5 (Rp1.099.000). Ketiganya banyak diminati karena memiliki hardware mumpuni dengan harga murah. Masih bingung memilih? Simak perbandingannya berikut ini!

Desain dan handling

Polytron ZAP 5 memiliki layar paling kecil, 4,5 inci, diikuti Xiaomi Redmi 2 dengan layar 4,7 inci dan Lenovo A6000 dengan layar 5 inci. Dengan layar lebih besar, dimensi bodi A6000 otomatis jadi yang paling bongsor (14 x 7 cm). Sedangkan ZAP 5 dan Redmi 2 memiliki dimensi serupa, 13 x 6 cm. Namun dengan bodi paling bongsor, A6000 justru menjadi yang paling tipis (0,8 cm) dan ringan (128 gram).

Back case A6000, Redmi 2, dan ZAP 5 bisa dilepas. Di dalamnya terdapat baterai, slot microSD, dan dua buah slot micro SIM. Back case A6000 dan Redmi 2 sama-sama dilapisi bahan matte, sementara back case ZAP 5 memiliki tekstur garis-garis horizontal. Bagi kami, back case miliki A6000 adalah yang paling nyaman karena terasa lembut dan tidak licin.

Ketika digunakan bermain game lebih dari 20 menit, ZAP 5 dan Redmi 2 lebih cepat mengeluarkan hawa panas. Bahkan, keduanya terasa lebih panas dibanding A6000. Bagian belakang di sekitar kamera pada ZAP 5 dan Redmi 2 terasa panas, sementara A6000 hanya terasa hangat.

User interface

Cukup mudah menentukan mana yang terbaik di antara ketiganya dalam hal UI. Berbekal MIUI 6, UI Redmi 2 adlaah yang paling enak dilihat. UI tersebut menawarkan warna-warna yang lembut dengan efek animasi ringan yang menarik, seperti animasi ketika menghapus aplikasi, animasi saat berganti halaman homescreen, dan animasi lainnya.

MIUI 6 pada Redmi 2 juga menyertakan ratusan theme yang bisa di-download secara gratis. Theme tersebut bahkan banyak yang mengandung unsur kebudayaan Indonesia. Lenovo A6000 sebenarnya juga memiliki theme, namun jumlahnya hanya dua. Sementara ZAP 5 tidak menyediakan theme maupun kustomisasi lainnya. Praktis, UI milik ZAP 5 yang paling sederhana dibanding Redmi 2 dan A6000.

Lalu, UI smartphone manakah yang paling ringan? Kami mengukur konsumsi RAM ketiga UI smartphone 4G terjangkau ini. UI milik ZAP 5 adalah yang paling ringan dengan konsumsi RAM 50 persen, diikuti VIBE UI 2.0 milik A6000 dengan konsumsi RAM 55 persen. MIUI 6 pada Redmi 2 menjadi yang paling rakus RAM karena memang paling kompleks dengan banyak kustomisasi. MIUI 6 memakan RAM hingga 65 persen. Meski begitu, UI ketiganya tetap terasa smooth dan responsif.

Hardware dan performa

Tidak ada yang lebih unggul di antara ketiganya dari sisi prosesor, GPU, RAM, dan storage. A6000, Redmi 2, dan ZAP 5 sama-sama menggunakan CPU quad-core Snapdragon 410 1,2 GHz, GPU Adreno 306, RAM 1 GB, dan storage 8 GB. Praktis, performa komputasi dan grafis ketiganya ada di tingkatan yang sama. Namun saat diuji menggunakan AnTuTu 5.6.2, skor milik ZAP 5 paling tinggi. Hal ini dikarenakan UI pada ZAP 5 adalah yang paling ringan. Sebaliknya, skor Redmi 2 paling rendah karena UI-nya paling kompleks.

Sementara dari sisi layar, Redmi 2 dan A6000 terasa berimbang. Keduanya sama-sama memiliki resolusi HD 720p dan dapat menampilan teks dan warna sama tajam dengan layar IPS. Lain halnya dengan ZAP 5 yang hanya memiliki resolusi 854 x 480 piksel dengan layar TFT. Praktis, layar ZAP 5 kurang optimal saat digunakan bermain game HD. Layarnya juga menjadi gelap jika dilihat dari sudut miring.

Untuk urusan audio, speaker Redmi 2 adalah yang paling baik dengan suara detail dan lantang. Speaker milik A6000 setingkat di bawahnya karena terdengar sedikit mendam. Padahal, A6000 memiliki dual-speaker dengan sertifikasi Dolby. Sementara speaker ZAP 5 terdengar cukup lantang, namun pecah pada volume maksimal.

Bagi Anda yang sering menggunakan flash disk di smartphone, hanya Redmi 2 saja yang sudah mendukung USB OTG. Begitu pun dengan sensor smartphone, hanya Redmi 2 saja yang memiliki sensor gyroscope. Sensor ini sangat penting untuk kebutuhan tertentu, terutama untuk bermain game atau menikmati virtual reality di Google Cardboard.

Tidak seperti prosesor yang sama persis, baterai ketiganya berbeda kapasitas. ZAP 5 memiliki daya tahan hingga sepuluh jam dengan baterai 1.650 mAh. A6000 memiliki baterai paling besar, 2.300 mAh, mampu bertahan hingga 12 jam. Sedangkan Redmi 2 dengan baterai 2.200 mAh mampu bertahan sedikit lebih lama, hingga 14 jam.

Kamera

Tanpa basa-basi, kamera Redmi 2 adalah yang paling unggul. Kameranya tidak memiliki fitur sebanyak ZAP 5 dan A6000, namun bisa menghasilkan kualitas foto lebih baik. Kamera Redmi 2 dapat memotret dengan sangat cepat dalam hitungan kurang dari 0,5 detik. Kamera Redmi 2 juga jagonya memotret obyek dari jarak dekat.

Kamera A6000 dan ZAP 5 berimbang dari sisi fitur. Namun karena kamera ZAP 5 (5 MP) lebih rendah dari A6000 (8 MP), kualitas foto yang dihasilkannya otomatis tidak setajam kamera A6000. Hal ini juga berlaku untuk kamera depan. Kamera milik Redmi 2 memiliki angle lebih luas untuk berfoto selfie.

Kesimpulan

Di luar dugaan, Polytron ZAP 5 mampu mengungguli performa benchmark Lenovo A6000 dan Xiaomi Redmi 2 karena UI-nya yang paling ringan. Sayang, layar dan speaker-nya kurang optimal. Lenovo A6000 berada di antara Polytron ZAP 5 dan Xiaomi Redmi 2, baik dari sisi performa maupun kamera. Handling Lenovo A6000 juga terasa paling nyaman. Sedangkan Xiaomi Redmi 2 terlihat paling atraktif dengan UI menarik serta keunggulan dari sisi kamera.

(last edit: 13 July, 2015 / 9:43 am)

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
50%
Mau
18%
Biasa Aja
14%
Payah!
18%
Tentang Penulis
Romi Hidayat

Pengguna iPhone X. Mengawali karir sebagai jurnalis dan Lab Coordinator untuk majalah CHIP Indonesia hingga 2014. Selanjutnya ia bekerja di Jalantikus dan kini menjadi salah satu Co-founder DroidLime.