Kamera Huawei Honor 6 Plus Optimal Memotret Bokeh dan Low Light

Bersamaan dengan peluncuran Meizu M2 dan Infinix Hot 2, kemarin (28/09) Huawei juga memperkenalkan satu samrtphone barunya, yaitu Huawei Honor 6 Plus dengan tagline "eyes to the world". Salah satu hal yang paling menonjol dari smartphone ini adalah kameranya.

Huawei mengklaim pengguna dapat mengatur diafragma (aperture) kamera Honor 6 Plus secara manual, mulai dari F/0.95 hingga F/16. Dengan begitu, Anda sebagai pengguna dapat menciptakan foto depth of field atau bokeh degan sangat mudah dan optimal. Sebelumnya tidak ada smartphone yang memiliki fitur pengaturan diafragma secara manual.

hasil-foto-honor-6-plus

Menurut Daren, GTM Huawei Device Indonesia “ kemampuan teknologi kamera yang dimiliki Honor 6 plus menyerupai bionic pararel dual camera sehingga lebih tajam dalam pengambilan gambar “. Keuntungan lain dari penggunaan Parallel dual rear camera adalah dimana dua kamera belakang masing-masing beresolusi 8 MP.

Uniknya, kamera ini mampu menangkap gambar dengan resolusi 13 MP, memungkinkannya dapat mengambil fokus objek dalam waktu 0,1 detik dan merekam gambar dengan kedalaman yang lebih luas. Hadir dengan ISP 9 ( image signal processor), intelligent 2,5 image engine, dan rangka zinc alloy yang sudah melalui 93 langkah penting proses pembuatan.

honor 6 plus lowlight

Kamera belakang Honor 6 plus juga dilengkapi dengan fitur super night mode dimana pengguna dapat mengatur ISO secara manual maupun otomatis serta mengatur exposure untuk menangkap gambar dalam kondisi minim cahaya dengan hasil yang minim noise dan tetap detail.

Smartphone dengan prosesor octa-core HiSilicon Kirin 925, RAM 3 GB, dan baterai 3.600 mAh ini rencananya dijual secara online dengan harga mulai Rp5.899.000. Ada dua tipe yang ditawarkan, yakni varian 3G dengan storage 16 GB dan varian 4G dengan storage 32 GB.

(last edit: 30 September, 2015 / 10:30 pm)

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
50%
Mau
38%
Biasa Aja
8%
Payah!
4%
Tentang Penulis
Romi Hidayat

Pengguna iPhone X. Mengawali karir sebagai jurnalis dan Lab Coordinator untuk majalah CHIP Indonesia hingga 2014. Selanjutnya ia bekerja di Jalantikus dan kini menjadi salah satu Co-founder DroidLime.