Inilah Smartphone 4G Terkecil di Dunia

Pernahkah Anda melihat smartphone 4G dengan ukuran super kecil? Perusahaan asal Shanghai, Unihertz, mengembangkan smartphone 4G terkecil di dunia bernama Jelly dan Jelly Pro. Kedua perangkat ini menggunakan layar 2,45 inci dengan resolusi 432 x 240 piksel berteknologi TFT LCD.

Dari sektor hardware, Jelly dan Jelly Pro sama-sama memiliki prosesor quad-core berkecepatan 1,1 GHz, dukungan dua kartu Nano SIM dengan jaringan 4G, GPS, sensor gyroscope, kamera belakang 8 MP, dan kamera depan 2 MP. Spesifikasi yang ditawarkan tersebut cukup menarik untuk sebuah smartphone super kecil.

Hal yang menjadi perbedaan antara kedua smartphone ini terdapat pada RAM dan penyimpanan internalnya. Jelly menggunakan RAM 1 GB ditambah penyimpanan internal 8 GB dan Jelly Pro dibekali RAM 2 GB ditambah penyimpanan internal 16 GB. Keduanya juga dapat ditambahkan microSD hingga 32 GB.

jelly

Baterai berkapasitas 950 mAh telah dihadirkan dalam Jelly dan Jelly Pro. Pihak Unihertz mengklaim bahwa baterainya dapat bertahan selama tiga hari untuk penggunaan biasa atau tujuh hari dalam keadaan standby. Selain itu, smartphone ini dirancang sebagai smartphone kedua untuk menemani smartphone utama yang dimiliki penggunanya.

Nantinya Jelly dan Jelly Pro akan memiliki tiga pilihan warna yang terdiri dari Pearl White, Sky Blue, atau Space Black. Untuk saat ini, Unihertz masih menggalang dana di situs Kickstarter dengan target dana yang mencapai US$30 ribu atau sekitar Rp400 juta. Sampai berita ini diterbitkan, Unihertz telah mendapatkan dana US$277 ribu atau sekitar Rp3,7 miliar dan masih tersisa 33 hari kampanye.

Dengan menyumbangkan US$95 atau sekitar Rp1,2 jutaan di Kickstarter maka Anda bisa mendapatkan satu unit Jelly Pro. Sedangkan untuk mendapatkan Jelly, Anda dapat menyumbang dana sebesar US$79 atau sekitar Rp1 jutaan.

(last edit: 4 May, 2017 / 9:57 am)

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
65%
Mau
10%
Biasa Aja
21%
Payah!
6%
About The Author
Mohamad Fahmi
Pengguna Huawei Mate 9. Senang dengan dunia teknologi dan web, saat ini menjadi salah satu Co-founder di DroidLime.