Ini Bedanya HP Entry-level, Mainstream, High-end, dan Flagship

Now Reading
Ini Bedanya HP Entry-level, Mainstream, High-end, dan Flagship

Setiap orang menggunakan gadget untuk kebutuhan yang berbeda-beda. Ada yang lebih sering menggunakannya untuk mendengarkan musik, menonton video, bermain game, atau malah hanya sekadar chatting dan berinteraksi di media sosial. Pada kenyataannya, masih banyak orang yang belum paham bahwa gadget murah ternyata mampu memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Sejatinya, segmentasi pasar gadget terdiri dari empat tingkatan, yakni entry-level, mainstream, high-end, dan flagship. Pembagian kategori ini bisa Anda manfaatkan untuk menentukan gadget seperti apa yang sebenarnya Anda butuhkan. Pada akhirnya Anda bisa lebih efektif dalam membelanjakan uang dalam membeli gadget.

Entry-level untuk kebutuhan komunikasi

hp-entrylevel

Segmen entry-level, low-end, atau biasa disebut juga dengan kelas bawah merupakan segmentasi pasar yang dibidik untuk Anda yang memiliki bujet sangat terbatas. Beberapa produsen smartphone menyiapkan produk entry-level untuk para pengguna pemula yang ingin hijrah dari feature phone (ponsel yang hanya digunakan untuk SMS dan telepon) ke smartphone. Dengan kata lain, bisa dibilang produk entry-level juga dirancang untuk para pengguna awam.

Biasanya, produk entry-level berada pada kisaran harga di bawah Rp1 juta. Meski disasar untuk para pengguna awam, sejatinya sah-sah saja jika pengguna yang sudah paham tentang gadget lebih memilih untuk menggunakan produk entry-level. Pasalnya, produk entry-level saat ini rata-rata sudah menggunakan prosesor dual-core atau quad-core dengan RAM 512 MB – 1 GB. Hanya saja, memori internalnya biasanya cukup kecil, yakni 8 GB dengan layar kurang dari 5 inci.

Dengan spesifikasi yang ditawarkan, smartphone atau tablet yang masuk ke dalam kategori entry-level lebih cocok digunakan untuk Anda yang hanya sekadar chatting, browsing, SMS, telepon, membuka media sosial, mendengarkan musik, dan menonton video dengan ukuran file yang ringan. Game 2D ringan pun masih dapat dijalankan pada gadget entry-level.

Hanya saja, biasanya gadget entry-level kurang cocok untuk Anda yang gemar berfoto. Pasalnya, biasanya gadget entry-level tidak memiliki kamera yang dapat menghasilkan gambar yang cukup baik. Hal ini dilakukan untuk menekan harga jual dari produk tersebut.

Kelas mainstream paling banyak diburu pembeli

Middle-level, kelas menengah, atau yang biasa disebut dengan mainstream adalah segmen pasar untuk Anda yang cukup paham tentang gadget dan memiliki kebutuhan lebih tinggi dari para pengguna entry-level. Gadget yang termasuk dalam kategori mainstream biasanya yang paling banyak diburu.

Dengan kisaran harga Rp1 juta – Rp2 juta, kelas mainstream sangat menarik terutama untuk para penggila gadget yang tak ingin ketinggalan dengan teknologi terkini. Pasalnya, ketika sudah memiliki gadget mainstream, mereka dapat dengan mudah menjualnya dan menggantinya dengan yang baru. Hal ini dikarenakan harga jual dari gadget mainstream yang biasanya tidak terlalu jauh dari harga baru.

Hampir semua aktivitas dapat dilakukan pada gadget mainstream. Berbekal prosesor quad-core hingga octa-core, RAM berkapasitas 1-2 GB, serta ukuran layar 4,5 – 5,5 inci, aktivitas chatting, browsing, media sosial, mendengarkan musik, dan menonton video berkualitas HD dapat dijalankan dengan lancar. Game kelas ringan hingga menengah pun dapat berjalan dengan mulus. Bahkan, beberapa game berat masih dapat dijalankan dengan baik pada kualitas grafis yang rendah.

Tak hanya itu, gadget kelas mainstream biasanya juga dilengkapi dengan kamera yang cukup mumpuni untuk Anda yang gemar berfoto. Umumnya, kamera utama yang digunakannya sudah memiliki resolusi 8-13 MP dengan fitur autofocus. Beberapa produsen gadget juga menyematkan kamera depan yang cukup bagus di kelas mainstream sehingga cocok untuk Anda yang gemar selfie.

Gadget high-end bisa dipakai hingga lima tahun mendatang

meizu-m2High-end atau kelas atas disasar untuk Anda yang memiliki alokasi dana khusus untuk membeli sebuah gadget. Produk high-end juga cocok untuk Anda yang tidak berencana menggonta-ganti gadget atau menjualnya dalam waktu dekat. Hal ini dikarenakan kategori high-end memiliki spesifikasi yang tinggi dan material yang baik sehingga masih dapat mengakomodir kebutuhan Anda untuk beberapa tahun mendatang. Bahkan bisa jadi Anda masih bisa menggunakan gadget high-end 3-5 tahun ke depan.

Sebagai kelas yang lebih tinggi dari mainstream, biasanya para produsen gadget menyematkan berbagai teknologi unggulannya pada lini produk high-end buatannya. Untuk gadget, saat ini standar kategori produk high-end sudah cukup tinggi, yakni menggunakan prosesor hexa-core hingga octa-core dengan RAM berkapasitas 2-4 GB. Sementara untuk layar, gadget yang termasuk dalam kategori high-end biasanya menggunakan layar di atas 4,7 inci dengan resolusi full HD.

Dengan kisaran harga jual Rp3-5 juta, beberapa produsen gadget juga menyertakan berbagai “pemanis” dalam paket penjualan lini produk high-end untuk memanjakan para konsumen. Seperti headset premium, charger dengan ampere besar (fast charging), hard cover premium, dan lain-lain. Dengan begitu, Anda tidak perlu lagi membeli aksesori pelengkap untuk gadget tersebut.

Kamera yang dimiliki lini produk high-end rata-rata juga sudah mendekati atau bahkan setara dengan kualitas kamera saku. Oleh karena itu, Anda tidak perlu lagi membawa kamera saku jika sudah memiliki gadget high-end.

Gadget flagship bisa bikin ketagihan ganti

galaxy-s6

Kategori flagship bisa dikatakan juga sebagai produk jagoan dan tertinggi dari suatu brand. Produk flagship inilah yang dijadikan sebagai jati diri atau identitas dari sebuah brand. Contohnya adalah Apple iPhone 6, Apple iPhone 6 Plus, Sony Xperia Z3+, LG G4, OnePlus 2, Samsung Galaxy S6, dan Samsung Galaxy S6 edge, dan yang lainnya. Biasanya, produsen gadget akan memperbarui produk flagship mereka setiap 6-12 bulan.

Tidak semua produsen gadget peduli apakah produk flagshipnya dapat terjual di pasaran dengan baik atau tidak. Produk flagship biasanya memiliki segudang fitur terbaik untuk unjuk gigi di depan publik. Sebagai konsekuensinya, produk flagship pun dijual dengan harga yang sangat tinggi. Saat ini, harga smartphone flagship sendiri sudah di atas Rp6 juta, bahkan ada yang di atas Rp10 juta.

Semua yang terbaik ada pada lini produk flagship. Mulai dari prosesor octa-core, RAM 3 atau 4 GB, layar 5 inci atau di atasnya dengan resolusi full HD hingga QHD, kamera 13 MP atau lebih, dan berbagai teknologi terkini lainnya. Dengan smartphone flagship, Anda bisa melakukan apapun dengan nyaman. Namun sekali mencoba smartphone flagship, biasanya Anda akan ketagihan untuk sering berganti smartphone ketika ada seri terbaru yang dirilis.

Lihat Juga Review
 
Review Acer E5-553G
 
Review Moto E3 Power
 
Review Vivo Y55
 
Review Lenovo Yoga 500
Bagaimana menurut Anda?
Keren!
80%
Mau
7%
Biasa Aja
7%
Payah!
6%
About The Author
Aqmal Maulana
Pengguna Sony Xperia Z1. Awalnya bekerja sebagai hardware reviewer di majalah CHIP Indonesia serta jurnalis di Metro TV News, Aqmal yang begitu antusias dengan perkembangan teknologi PC dan gadget.
6 Comments
Leave a response

Leave a Response