Lebih Dekat dengan ASUS ZenPad 7.0 dan ZenPad C 7.0

ASUS tidak ingin membuang kesempatan memasarkan tablet anyarnya, ZenPad, di Indonesia. Kemarin (27/08), bertempat di Swiss-Belhotel Jakarta, ASUS secara resmi memboyong dua varian ZenPad-nya, yaitu ASUS ZenPad 7.0 (Z370CG) dan ASUS ZenPad C 7.0 (Z170CG). Anda bisa melihat penampakannya dari berbagai sisi melalui foto-foto eksklusif di bawah ini (klik untuk memperbesar foto).

Kedua tablet sama-sama mengusung layar 5 inci. Bedanya, ASUS ZenPad 7.0 memiliki resolusi lebih tinggi (1.280 x 800 piksel) dibanding ASUS ZenPad C 7.0 (1.024 x 600 piksel). Sedangkan jeroan lainnya serupa, seperti prosesor quad-core Intel Atom x3 C3230 1.0 GHz, RAM 1 GB, dan storage 8 GB.

Spesifikasi yang ditawarkan memang tergolong untuk pengguna entry-level. Wajar saja karena nampaknya ASUS memang merancang kedua tablet ini untuk pengguna yang lebih mementingkan sisi desain, termasuk untuk pengguna wanita. Maka tak heran, kedua tablet ini juga bakal memiliki banyak pilihan aksesori, seperti case premium misalnya.

Karena dirancang mengutamakan sisi desain, ASUS ZenPad 7.0 dan ZenPad C 7.0 dibalut dengan material bertekstur menyerupai kulit. Ketebalannya yang hanya 0,8 cm juga menambah kesan stylish yang dimilikinya. Bagian belakangnya dibuat minimalis, hanya terdapat logo ASUS dan kamera beresolusi 5 MP pada ZenPad 7.0 dan kamera beresolusi 2 MP pada ZenPad C 7.0.

Kedua tablet ini juga dilengkapi dua slot micro SIM dan satu slot microSD di bagian belakangnya, tepatnya di sisi kiri atas. ASUS juga menyediakan beberapa pilihan warna, yaitu black, white, dan aurora metallic untuk varian ZenPad C 7.0 dan warna black, white, red, dan aurora metallic untuk ZenPad 7.0. Kedua tablet ini bakal tersedia di bulan September dengan harga yang terjangkau.

(last edit: 28 August, 2015 / 12:36 am)

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
15%
Mau
46%
Biasa Aja
23%
Payah!
15%
Tentang Penulis
Romi Hidayat

Pengguna iPhone X. Mengawali karir sebagai jurnalis dan Lab Coordinator untuk majalah CHIP Indonesia hingga 2014. Selanjutnya ia bekerja di Jalantikus dan kini menjadi salah satu Co-founder DroidLime.