Connect with us
ZF5
Tech News

Google Jago Bikin Smartphone Kece tapi Payah Soal Penjualan

Droidlime.com,

/

Beberapa waktu lalu diberitakan bahwa Google telah mengakuisisi tim pengembangan desain dari smartphone HTC. Melihat hal ini, nampaknya raksasa teknologi asal Mountain View, Amerika Serikat ini lebih serius untuk menggarap smartphone. Benarkah begitu?

Seperti laporan yang dirilis oleh IDC, disebutkan bahwa Google pada tahun 2017 lalu hanya mengapalkan sebanyak 3,9 juta unit Google Pixel. Meskipun terlihat sangat kecil, namun angka tersebut sudah naik dua kali lipat dibanding pengapalan Pixel tahun sebelumnya.

IDC juga mencatat bahwa Apple berhasil mengapalkan 215,8 juta unit iPhone pada tahun 2017. Jika dihitung rata-rata dalam satu minggu, Apple menghasilkan angka 4,15 juta unit. Jelas, angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan unit Pixel yang dikapalkan oleh Google dalam satu tahun.

Google sendiri terjun ke industri smartphone bisa dibilang masih seumur jagung. Pixel pertama dirilis pada tahun 2016. Namun, kehadiran Pixel 2 dan Pixel 2 XL yang diperkenalkan pada Oktober 2017 langsung mendapat sambutan positif.

Sebagai permulaan, Google hanya memasarkan Pixel di enam hingga delapan negara. Itu pun tergantung model yang ingin dipasarkannya. Melihat gerakannya seperti itu, Google pun dianggap oleh sejumlah analis pasar masih belum berniat berkompetisi secara penuh.

Sekali lagi, jika dibandingkan dengan Apple, mereka lebih berani untuk mendistribusikan iPhone X ke banyak negara. Tercatat, hingga saat ini ada 70 negara yang ikut memasarkan iPhone X. Tentu saja, dengan basis pelanggan yang lebih luas, produsen akan menjual lebih banyak perangkatnya.

Apple juga memiliki kerajaan ritel yang tidak bisa dianggap sepele oleh Google. Apple punya 499 toko di 22 negara. Toko-toko tersebut tentu saja tak hanya memberikan Apple sebuah pasukan tenaga penjualan, tetapi juga layanan purna jualnya. Jika bermasalah, cukup pergi ke Apple Store.

Inilah yang belum dimiliki oleh Google. Beberapa perangkatnya kadang muncul atau dipasarkan secara offline di toko-toko elektronik atau dijual online lewat sejumlah e-commerce. Kehadiran ritel tidak ada, begitu juga sistem pendukung lainnya.

Apple juga memiliki kesepakatan dengan semua operator besar di Amerika Serikat, menempatkan iPhone di lokasi ritel sehingga bisa menemukan penjual yang lebih banyak lagi. Sebaliknya, Verizon adalah satu-satunya operator yang menjual ponsel Google di dalam toko.

Selain angka pejualan yang relatif kecil, Google juga menemui banyak masalah terhadap Pixel pertama yang dikembangkannya. Salah satu yang cukup mengganggu konsumen, Google sering keteteran terhadap stok yang seharusnya sudah bisa diantisipasi jauh-jauh hari sebelumnya.

Namun, masalah distribusi pasokan sepertinya telah dibenahi oleh Google. Terbukti, Pixel 2 secara konsisten selalu tersedia di pasaran. Kini, yang perlu diantisipasi oleh Google adalah terkait dengan masalah harga jual.

Satu hal yang tidak banyak orang sadari, smartphone besutan Google harganya lebih tinggi dari iPhone. Ponsel termurah Google adalah Pixel 1 yang mendapat potongan US$100 saat Pixel 2 diperkenalkan. Smartphone tersebut dibanderol seharga US$549.

Sementara, Apple menjual smartphone-nya mulai dari US$349, yakni iPhone SE. Jelas, tak sedikit orang bersedia untuk membeli perangkat yang lebih murah. Apalagi Google ada pemain baru di industri smartphone, mungkin agak sulit untuk menyakini mereka merogoh kocek lebih dalam.

Baca juga

Memecahkan masalah yang masih ada merupakan pekerjaan rumah bagi Google yang harus segera diselesaikan di tahun ini. Hadir di banyak negara dan perbanyak toko ritel, akan menjadi awal yang baik. Begitulah jika Google tak ingin tergilas di industri smartphone.

Advertisement
Comments

Wajib baca

Populer

2014 - 2018 DroidLime.com.
Android is a trademark of Google LLC. DroidLime are not affiliated, associated, authorized, endorsed by, or in any way officially connected with Google LLC., or any of its subsidiaries or its affiliates.