Connect with us
Asus Zenfone 4 Selfie

News

Google Akan Boyong Gerainya Secara Resmi ke Indonesia

Published

on

Google Pixel 2 dan Google Home

Google sebagai salah satu raksasa di industri teknologi juga memiliki beragam perangkat consumer yang menarik untuk kita miliki. Untuk memasarkan seluruh perangkat buatannya tersebut, Google pun memiliki inisiatif dengan membuka Google Store di banyak negara.

Guna lebih memperluas jangkauan gerai yang sudah dikembangkannya, Google disela-sela peluncuran smartphone terbarunya kemarin juga mengumumkan kehadiran Google Store di 36 negara di kawasan Amerika, Asia Pasifik hingga Eropa.

Menariknya, Indonesia adalah salah satu negara yang dipercaya oleh Google untuk membuka Google Store. Selain Indonesia, negara-negara Asia Tenggara, seperti Malaysia, Filipina, Thailand dan Singapura juga masuk ke daftar negara yang diizinkan Google untuk membuka Google Store.

List Negara Google Store

Dengan hadirnya Google Store di Indonesia, nantinya konsumen bisa lebih mudah untuk membeli serangkaian produk besutan Google secara resmi. Tentu saja, harga dan garansi yang ditawarkan juga menjadi salah satu faktor penting yang bisa di dapat oleh konsumen.

Seperti kita ketahui bersama, Google memang tak sedikit menciptakan perangkat yang disukai oleh para gadget freak. Sebut saja, di sela-sela peluncuran Pixel 2 dan Pixel 2 XL, Google juga merilis serangkaian produk yang membuat kita ingin memilikinya.

Selain memperkenalkan Google Clip, serangkai produk lainnya yang turut dirilis adalah Google Home Mini, Google Home Max, Google Daydream View, Google Pixel Buds, dan Google Pixelbook. Tentu saja, semua produk tersebut akan menjadi incaran banyak orang.

Namun, apakah dengan hadirnya Google Store di Indonesia, Google juga akan memboyong Pixel 2 dan Pixel 2 XL ke pasar Tanah Air? Sepertinya konsumen di Indonesia patut bersabar. Pasalnya, Google perlu mempersiapkan kedua smartphone tersebut agar bisa lolos aturan TKDN.

Sekali lagi, meskipun begitu, dengan hadirnya Google Store di Indonesia sudah membawa “angin segar” bagi para gadget freak di Tanah Air. Karena kini mereka bisa membeli produk-produk besutan Google tersebut secara resmi.

Advertisement
Comments

News

Aturan Baru Google Bikin YouTuber Pemula Susah Dapat Duit

Published

on

youtube

Semakin berkembangnya platform YouTube otomatis membuat jumlah kreator konten (YouTuber) juga terus melonjak drastis. Tentu saja hal ini membawa dampak positif dan juga negatif. Namun untuk mencegah menjamurnya konten yang “asal-asalan”, Google pun membuat kebijakan baru.

Ya, Google kini memperketat aturan main di YouTube bagi mereka yang tergolong baru. Mulai saat ini, sebuah channel baru akan bisa me-monetize atau menerima iklan yang terpasang di videonya setelah memenuhi dua syarat utama.

Syarat pertama yakni channel tersebut harus sudah memiliki setidaknya 10.000 subscriber. Dan syarat kedua, video-video yang ada di channel tersebut sudah ditonton setidaknya hingga 4.000 jam (view hours) dalam kurun 12 bulan terakhir.

Aturan baru ini berlaku untuk semua channel dan Google juga menetapkan deadline bagi channel tersebut untuk memenuhi syarat-syaratnya hingga 20 Februari 2018 mendatang. Jika tidak, channel tersebut tidak bisa mengikuti YouTube Partner Program.

Karenanya tidak heran aturan baru tersebut membuat sejumlah channel baru ketar-ketir. Sebagian besar dari mereka memilih cara yang disebut “sub for sub”. Si pemilik channel akan meninggalkan komentar di channel baru lainnya untuk mengajak saling subscribe.

Sekali lagi, aturan ini ditempuh Google untuk melindungi para kreator konten yang berkualitas, salah satunya dimana karya-karya mereka seringkali “dibajak” dan di-upload ulang. Selain itu juga untuk membasmi channel yang sering meng-upload video clickbait tidak bermutu.

Continue Reading

News

Usung Fingerprint Bawah Layar, Vivo X20 Plus UD Meluncur 25 Januari

Published

on

vivox20plusud

Vivo resmi menjadi produsen smartphone pertama yang memanfaatkan teknologi sensor fingerprint di bawah (di balik) layar, menyalip Samsung dan Apple. Prototype smartphone tersebut sudah dipamerkan di gelaran Consumer Electronic Show 2018 awal Januari kemarin.

Setelah menjajal kemampuannya, kini muncul pertanyaan, kapan smartphone tersebut benar-benar dirilis dan tersedia di pasaran. Tidak perlu menunggu lama-lama, kini sudah muncul bocoran mengenai tanggal rilis dan juga harga dari smartphone yang dimaksud.

Disebutkan smartphone pertama yang mengusung fingerprint bawah layar tersebut adalah Vivo X20 Plus UD. Huruf “UD” sendiri diyakini sebagai singkatan dari “Under Display”. Dan seorang leakster bernama Zyad Atef pun menyebut smartphone ini bakal hadir 25 Januari 2018.

Bocoran informasi tersebut ia lontarkan melalui akun Twitter resminya. Ia juga menyebutkan perkiraan harga Vivo X20 Plus UD, yakni sekitar US$625 (Rp8,4 juta). Karena memuat sensor di bawah layar, maka tak heran jika hal ini membuat dimensi layarnya membengkak jadi 6,43 inci.

Sekilas dari bocoran gambar yang beredar, Vivo X20 Plus UD menganut desain yang cukup serupa OPPO F5 dan juga OnePlus 5 yang memang masih satu keluarga dengan Vivo. Dan dari beberapa komentar media yang sudah menjajal, disebutkan sensor fingerprint-nya sedikit lebih lambat dari sensor pada umumnya.

Tidak heran karena ini adalah teknologi baru yang memang cukup rumit untuk diterapkan. Namun bagaimana pun juga, kehadiran smartphone ini tentu saja begitu dinantikan karena membawa teknologi yang benar-benar baru dan canggih.

Continue Reading

News

Inilah Smartphone yang Paling Sering Dijiplak Sepanjang 2017

Published

on

mostsmartphone

Semakin membludaknya populasi smartphone yang beredar hingga saat ini membuat desainnya jadi makin mirip satu sama lain. Maka tak heran apabila ada klaim atau pendapat saling jiplak yang dilakukan antar produsen smartphone.

Aktivitas menjiplak ini tentunya paling banyak dijumpai di Cina. Ya, bukan cuma smartphone, produk lain pun juga kerap ditiru atau bahkan dipalsukan di Negeri Tirai Bambu tersebut.

hapepalingseringdijiplak

Nah, bicara soal smartphone tiruan, belum lama ini ada daftar menarik yang dirilis oleh AnTuTu. Perusahaan pencipta aplikasi benchmark tersebut merilis daftar smartphone yang paling sering dijiplak di Cina selama 2017. Dan nama Samsung keluar sebagai pemuncak.

Ini artinya smartphone buatan Samsung lah yang paling sering dijiplak di Cina dengan persentase 36,23 persen. Adapun smartphone buatannya yang paling sering ditiru adalah flagship Galaxy S7 edge.

Menyusul Samsung ada Apple di urutan kedua dengan angka 7,72 persen. Sudah bisa dipastikan, iPhone 7 Plus jadi smartphone yang paling banyak memiliki kloningan, khususnya karena jadi salah satu pionir yang menawarkan konfigurasi dual-camera.

Lalu siapa saja merek smartphone lain yang kerap ditiru? Di urutan ketiga hingga kelima masing-masing ditempati Xiaomi dengan persentase 4,75 persen, OPPO sebanyak 4,46 persen, dan terakhir Huawei sebanyak 3,4 persen.

Continue Reading

Populer