Geekbench Ungkap Spesifikasi Hardware Nokia Z2

Dua hari lalu telah muncul bocoran mengenai bentuk dan spesifikasi hardware dari Nokia C1. Smartphone yang satu ini diperkirakan akan menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 830, RAM 4 GB, dan dual-camera dengan kombinasi 12 MP + 16 MP. Sehari berselang, tepatnya kemarin, kembali muncul bocoran mengenai smartphone Android Nokia lainnya, Nokia Z2 Plus di situs Geekbench.

Terlihat smartphone ini dilengkapi dengan prosesor quad-core berkecepatan 1,77 GHz yang memiliki kode motherboard MSM8996 yang diduga merupakan Qualcomm Snapdragon 820. Dalam mengimbangi kemampuan prosesornya, Nokia Z2 Plus akan menggunakan RAM yang berkapasitas 4 GB.

Sistem operasi Android 6.0 Marshmallow telah berjalan dalam smartphone ini untuk pengujian benchmark dari Geekbench. Perangkat ini berhasil mendapatkan skor benchmark mencapai 2.156 poin untuk pengujian single-core dan 5.217 poin untuk pengujian multi-core. Hal ini menandakan bahwa Nokia Z2 Plus akan menjadi smartphone flagship yang dirilis pada tahun 2017.

Berdasarkan rumor yang beredar sebelumnya, HMD Global Oy berencana meluncurkan dua smartphone kelas atas dengan layar yang memiliki lebar 5,2 inci dan 5,5 inci dengan resolusi 2K (2.560 x 1.440 piksel). Salah satu prosesor yang akan digunakan adalah Qualcomm Snapdragon 820 atau bahkan bisa berubah menjadi Snapdragon 821 pada saat dirilis resmi nanti.

Selain itu, diperkirakan smartphone flagship Nokia akan memiliki kamera dengan lensa Carl Zeiss dan RAM dengan pilihan 4 GB atau 6 GB. Kedua smartphone Nokia terbaru ini rencananya juga akan menggunakan bodi yang dibalut metal dan memiliki tombol home yang berbentuk mirip dengan smartphone besutan Xiaomi maupun Meizu. Untuk itu, kita tunggu saja kehadiran smartphone flagship Nokia di tahun 2017 mendatang.

(last edit: 21 December, 2016 / 3:06 pm)

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
18%
Mau
64%
Biasa Aja
18%
Payah!
9%
About The Author
Romi Hidayat
Pengguna Samsung Galaxy S8 dan Huawei P10. Mengawali karir sebagai jurnalis dan Lab Coordinator untuk majalah CHIP Indonesia hingga 2014. Selanjutnya ia bekerja di Jalantikus dan kini menjadi salah satu Co-founder DroidLime.