Flagship Killer OnePlus 2 Dilarang Masuk ke Indonesia

Now Reading
Flagship Killer OnePlus 2 Dilarang Masuk ke Indonesia

Digadang-gadang sebagai smartphone flagship killer 2016, OnePlus 2 ternyata gagal masuk Indonesia. Padahal sejatinya smartphone ini akan mulai dijual bulan November mendatang. Fans setia OnePlus 2 pun dipastikan kecewa karena smartphone yang ditunggu tak jadi dijual resmi di Indonesia.

Penyebab kegagalan OnePlus 2 masuk ke Indonesia tak lain adalah peraturan tentang TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri). Seperti yang kita ketahui bersama, pemerintah Indonesia menerapkan aturan bahwa setiap smartphone yang akan dijual di Indonesia harus mengandung unsur komponen lokal minimal 30 persen untuk smartphone 4G.

Dijelaskan oleh Shinta, Community Manager OnePlus Indonesia melalui forum resmi OnePlus Indonesia, OnePlus sebenarnya sudah mengajukan sertifikasi sejak April 2015 lalu. Namun karena proses memakan waktu yang panjang, sertifikasi tidak berhasil didapat hingga pemerintah menetapkan aturan TKDN pada bulan Juli 2015.

OnePlus 2 sebenarnya masih memiliki peluang untuk bisa masuk resmi ke Indonesia. Hanya saja, OnePlus harus menghilangkan kemampuan 4G yang dimiliki OnePlus 2. Selain harus mengubah software atau hardware, menghilangkan jaringan 4G tentu akan menghilangkan daya jualnya.

Untuk mengobati kekecewaan para fans yang terlanjur menunggu kehadiran OnePlus 2, pihak OnePlus berusaha untuk menghadirkan penggantinya yang tak kalah menarik, yaitu OnePlus X dalam waktu dekat. Namun jika Anda tetap bersikeras membeli OnePlus 2, Anda bisa membeli versi internasionalnya, tentunya dengan harga lebih mahal.

Lihat Juga Review
  •  
    Review ASUS ROG GL553VW
  •  
    Review OnePlus 3T
  •  
    Review ASUS Transformer Pro 3
  •  
    Review Acer E5-553G
Subscribe untuk terus update ulasan gadget terbaru dari kami!

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
4%
Mau
1%
Biasa Aja
3%
Payah!
91%
About The Author
Romi Hidayat
Pengguna iPhone 7 dan Huawei P9. Mengawali karir sebagai jurnalis dan Lab Coordinator untuk majalah CHIP Indonesia hingga 2014. Selanjutnya ia bekerja di Jalantikus dan kini menjadi salah satu Co-founder DroidLime.
1 Comments
Leave a response

Leave a Response