Flagship Android Tertipis Moto Z Mendarat di Indonesia

Sudah meluncur ke pasaran sejak Oktober 2016 lalu, smartphone flagship Android tertipis di dunia Motorola Moto Z akhirnya bakal segera menyapa para pencinta gadget tanah air. Pada Jumat (20/01) kemarin, Lenovo Indonesia memastikan akan memboyong dan memasarkan Moto Z di Indonesia.

Moto Z sejatinya adalah smartphone modular kedua setelah LG G5. Menyandang gelar smartphone modular karena Motorola menyediakan beragam aksesori yang bisa dilepas pasang bernama Moto Mods. Ada Mods powerbank, speaker, kamera, hingga proyektor yang dijual secara terpisah. Aksesori tersebut bisa ditempelkan di bodi belakang Moto Z dengan sistem magnetic.

Untuk bersaing dengan smartphone flagship Android lainnya, Moto Z dibekali prosesor Snapdragon 820, RAM 4 GB, baterai 2.600 mAh, serta layar AMOLED lebar berdimensi 5,5 inci. Selain Moto Z, Lenovo juga akan memboyong saudara kembarnya, Moto Z Play yang bakal dijual dengan harga lebih bersahabat.

Moto Z Play mengusung layar 5,5 inci dengan panel Super AMOLED, prosesor Snapdragon 625, RAM 3 GB, baterai 3.5o0 mAh, namun bodi yang lebih tebal. Jika Moto Z memiliki ketebalan 5,2 mm, Moto Z Play punya ketebalan 7 mm. Selain itu, sisi belakang keduanya berbeda, dimana Moto Z berbahan aluminium, Moto Z Play berbahan plastik.

Hingga saat ini, Lenovo Indonesia masih enggan membocorkan informasi kapan Moto Z akan dijual di pasar tanah air. Pun begitu dengan harga jualnya yang masih misterius. Namun yang pasti Lenovo bakal membawa seluruh aksesori Moto Mods untuk dipasarkan di sini. Beruntung, kami berhasil menjadi salah satu yang bisa mencobanya pertama kali. Dan kami pun sempat bertanya pendapat orang-orang mengenai smartphone satu ini. Berikut videonya.

(last edit: 21 January, 2017 / 3:55 pm)

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
12%
Mau
82%
Biasa Aja
2%
Payah!
4%
Tentang Penulis
Romi Hidayat

Pengguna ASUS ZenFone AR dan Apple iPhone 7 Plus. Mengawali karir sebagai jurnalis dan Lab Coordinator untuk majalah CHIP Indonesia hingga 2014. Selanjutnya ia bekerja di Jalantikus dan kini menjadi salah satu Co-founder DroidLime.