Phablet Ini Punya Baterai Raksasa 6.250 mAh yang Bisa Diisi Cepat

Rata-rata kapasitas baterai smartphone saat ini ada di angka 3.000 mAh. Ada pula yang berkapasitas 5.000 mAh, namun hanya sedikit, seperti Lenovo VIBE P1 atau ASUS ZenFone 2 Max. Tapi tahukah Anda, ada sebuah phablet yang hadir dengan baterai raksasa 6.250 mAh!

Mungkin phablet yang satu ini belum begitu akrab di telinga. Dogee Homtom HT6 adalah produk yang dimaksud. Dikatakan phablet karena ukuran layarnya mencapai 5,5 inci dengan resolusi 1.280 x 720 piksel. Layar tersebut sudah dilindungi dengan Gorilla Glass dan dibekali teknologi Sunscreen Display layaknya Sunlight Display milik Xiaomi Mi 4i.

dogee-homtom-ht6

Sebenarnya, spesifkasi utama yang dimilikinya tak terlalu wah, namun bukan berarti tak bisa diandalkan. Dogee Homtom HT6 dibekali CPU quad-core MediaTek MT6735 1 GHz, RAM 2 GB, storage 16 GB, dan sistem operasi Android 5.1. Phablet ini juga menyediakan dua slot SIM card 4G dan satu slot microSD. Untuk memotret, Dogee Homtom HT6 punya kamera dengan sensor Sony beresolusi 13 MP.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, Dogee Homtom HT6 membawa baterai 6.250 mAh. Yang menarik, baterai tersebut didukung teknologi fast charging (MediaTek Pump Express) sehingga baterainya bisa diisi hingga kapasitas 75 persen dalam waktu hanya setengah jam saja. Kapasitas baterainya bahkan lebih besar dari baterai MacBook Air (5.100 mAh). Meski mengusung baterai raksasa, ketebalan phablet ini masih terjaga, hanya 1 cm saja.

Dogee Homtom HT6 sendiri baru saja dirilis di bulan September ini, namun sayangnya tidak bisa didapat dengan mudah karena distribusi dan pemasarannya yang terbilang terbatas. Untuk memasarkannya, Dogee bekerjasama dengan e-commerce asal Cina, GearBest. Anda yang tertarik bisa membelinya dengan harga khusus US$140.

(last edit: 23 September, 2015 / 10:17 am)

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
72%
Mau
24%
Biasa Aja
8%
Payah!
0%
Tentang Penulis
Romi Hidayat

Pengguna iPhone X. Mengawali karir sebagai jurnalis dan Lab Coordinator untuk majalah CHIP Indonesia hingga 2014. Selanjutnya ia bekerja di Jalantikus dan kini menjadi salah satu Co-founder DroidLime.