5 Fakta Menarik Tizen OS, Calon Pembunuh Android dari Samsung

Saat ini Samsung sedang gencar mempromosikan smartphone entry-level Z2 di layar kaca. Smartphone yang dibanderol seharga Rp899 ribu itu ditargetkan untuk pengguna pemula yang ingin beralih dari feature phone ke smartphone. Satu hal yang perlu dicermati adalah sistem operasi yang digunakannya, bukan Android melainkan Tizen OS.

Tizen OS pertama kali meluncur pada bulan April 2012 mengusung codename Larkspur. Meski tidak begitu dikenal, Samsung masih terus melanjutkan pengembangannya. Pada Januari 2013, Tizen versi kedua hadir dengan codename Magnolia. Singkatnya, pada Januari 2015, Tizen OS untuk kali pertama hadir dalam perangkat smartphone, yakni Samsung Z1. Dan kini berlanjut hadir dalam Samsung Z2 yang dirilis pada Agustus 2016.

Open source berbasis Linux

tizen-linux

Hal pertama yang perlu Anda ketahui tentang Tizen OS adalah kemiripannya dengan Android. Ya, Android dan Tizen adalah sistem operasi open source berbasis Linux. Samsung pertama kali mengembangkannya bersama Intel dan Nokia dengan hasil berupa sistem operasi MeeGo yang dipakai oleh Nokia N9 dan Nokia N950.

Dengan sifatnya yang open source, ini artinya produsen smartphone bebas menggunakannya dan memodifikasinya. Modifikasi ini diperlukan untuk disesuaikan dengan hardware yang ada di dalam smartphone itu sendiri. Begitu pun dengan tampilan user interface-nya yang bisa dimodifikasi layaknya Android.

Bukan cuma smartphone

tizen-os

Lagi-lagi sama seperti Android, Tizen OS bukanlah sistem operasi yang diciptakan khusus untuk smartphone saja. Menurut CEO Samsung, J.K. Shin, Tizen bisa digunakan untuk perangkat lain mulai dari notebook, TV, wearable, kulkas, hingga headset VR.

Bahkan jika menilik dari sejarah yang ada, perangkat elektronik pertama di dunia yang menggunakan Tizen OS adalah sebuah kamera. Kamera tersebut bernama Samsung NX300M yang diumumkan pada akhir tahun 2013 silam. Sedangkan smartphone pertama di dunia yang menggunakan Tizen OS adalah Samsung Z1 pada Januari 2015.

UI mirip TouchWiz

tizen os 03

Tidak bisa dimungkiri, kehadiran Android sebagai sistem operasi mobile open source paling fenomenal membuatnya jadi acuan dan panutan. Tak terkecuali Tizen OS yang mungkin saja memang terinspirasi dari Android. User interface yang dimiliki Tizen bakal membuat pengguna Android atau bahkan iOS terasa familiar.

Tampilan halaman app drawer diisi beragam ikon aplikasi yang disertai efek animasi menarik saat digeser. Animasi pun dapat tersaji dengan smooth. Untuk membuka jendela notifikasi bisa dilakukan dengan menarik sisi atas layar ke bawah.

Fitur multitasking untuk menjalankan lebih dari dua aplikasi bersamaan pun ada. Hal ini menjadikan Tizen serupa seperti Android. Singkatnya, tampilan Tizen OS mirip seperti OS Android yang digunakan di perangkat Samsung, yakni TouchWiz.

Pilihan aplikasi masih terbatas

tizen-apps

Inilah salah satu sisi yang membuat Tizen OS masih cukup sulit berkembang hingga saat ini. Sama halnya Windows Mobile dan BlackBerry OS, Samsung masih kesulitan "mengundang" banyak developer untuk mau mengembangkan aplikasi atau pun game di Tizen OS.

Game-game ternama seperti Asphalt atau Angry Birds memang ada. Aplikasi media sosial seperti Facebook, WhatsApp, atau Instagram juga ada. Tapi itu semua belum cukup untuk memikat calon pengguna. Namanya saja smartphone, maka bisa dipastikan harus bisa dijejali beragam aplikasi untuk berbagai kebutuhan pengguna.

Masa depan Samsung

samsung

Untuk saat ini Samsung memang masih sangat mengandalkan sistem operasi Android dalam memasarkan lini produk smartphone-nya. Di saat yang bersamaan, Samsung juga masih setia mengembangkan dan mempersiapkan Tizen OS agar lebih baik lagi di masa mendatang.

Samsung sendiri mengklaim bakal menghadirkan lebih banyak smartphone berbasis Tizen pada tahun 2017 nanti. Keseriusan Samsung ini sekaligus memperkuat rencana Samsung yang mungkin bakal mencoba untuk "mengganggu" Android.

Ya, Tizen OS memang dipersiapkan untuk jadi senjata utama Samsung dalam rangka menguasai bisnis gadget dan elektronik di dunia. Apakah akan berhasil? Kita lihat saja nanti.

(last edit: 3 December, 2016 / 9:41 am)

Bagaimana menurut Anda?
Keren!
69%
Mau
6%
Biasa Aja
11%
Payah!
15%
Tentang Penulis
Romi Hidayat
Pengguna ASUS ZenFone AR dan Apple iPhone 7 Plus. Mengawali karir sebagai jurnalis dan Lab Coordinator untuk majalah CHIP Indonesia hingga 2014. Selanjutnya ia bekerja di Jalantikus dan kini menjadi salah satu Co-founder DroidLime.